Ingin Tahu Apa Manfaat Kritik Konstruktif Bagi Kariermu? Simak di Sini!

ulinulin.com – Meskipun terkadang sulit untuk menerimanya, ternyata terdapat banyak manfaat kritik konstruktif yang dapat membantumu berkembang menjadi lebih baik.

Dilansir dari Indeed, kritik konstruktif adalah cara memberikan saran untuk memperbaiki sesuatu, dengan detail yang jelas.

Mulai dari mengapa hal tersebut harus diperbaiki, solusi yang bisa digunakan, dan bagaimana cara melakukannya.

Ingin tahu apa saja manfaatnya? Yuk, simak lebih lanjut!

Kreativitas Meningkat

© Freepik.com

Siapa sangka, ternyata kritik konstruktif memiliki manfaat untuk meningkatkan kreativitas jika disampaikan dengan tepat.

Dilansir dari Harvard Business Review, kritik yang disampaikan seseorang dapat membuat kamu melihat kesalahan atau kekurangan yang mungkin terlewat oleh dirimu sendiri.

Ketika sudah melihat kekurangan tersebut, kreativitas pun akan meningkat karena kamu harus mencari solusi dan jalan keluar terbaik untuk permasalahan tersebut.

Meskipun begitu, cara penyampaian juga sangat berpengaruh untuk menentukan apakah kritik tersebut bersifat membangun, atau justru menjatuhkan dan membatasi kreativitas seseorang.

Artikel dari Harvard Business Review juga menyebutkan bahwa penggunaan kata “dan” untuk menggantikan “tetapi” dalam menyampaikan kritik sangat berarti.

Menurutmu, mana yang lebih enak, “Iya, tetapi menurut saya …” atau “Iya, dan menurut saya …”?

Dapat dilihat bahwa penggunaan kata “tetapi” terdengar cenderung negatif, sedangkan “dan” membuat kalimat tersebut lebih terbuka dan tidak menyerang.

Dengan begitu, orang yang menerima kritik juga dapat lebih mudah melihat apa yang kurang dari ide yang ia sampaikan.

Memberi Perspektif Baru

© Freepik.com

Manfaat lainnya dari kritik konstruktif adalah untuk memberi perspektif baru.

Ketika mengerjakan sesuatu, terkadang ego dalam diri membuat kita tidak bisa melihat kekurangan yang sebenarnya jelas di depan mata.

Kritik dapat memberi perspektif baru yang tidak terpikirkan oleh dirimu sebelumnya.

Sebagai contoh, rekan kerjamu berkata, “Menurut saya penulisan artikel kamu di topik marketing sudah sangat baik. Hanya saja, apakah tidak sulit bagi pembaca untuk mengerti istilah teknis jika tidak dijelaskan lebih lanjut?”.

Setelah itu, kamu mencoba untuk membaca artikel tersebut dari perspektif pembaca.

Nah, dari situ, kamu akan terus berkembang dan berusaha untuk menulis dengan lebih baik dan memikirkan tingkat pengertian orang yang akan membacanya.

Jika tidak diberi kritik oleh rekan kerja tersebut, mungkin kamu tidak akan sadar dan terus menulis hanya untuk dirimu sendiri, bukan orang lain.

Intinya, manfaat kritik adalah untuk memberi perspektif baru dan memungkinkan kamu untuk terus berkembang dalam banyak aspek.

Mulai dari meningkatkan kemampuan active listening dengan benar-benar mendengarkan kritik yang disampaikan, menerimanya tanpa baper, dan juga mengerjakan tugasmu dengan lebih baik.

Lingkungan Kerja Lebih Positif

© Freepik.com

Manfaat kritik selanjutnya adalah membuat lingkungan kerja menjadi lebih positif.

Kritik yang disampaikan secara konstruktif tidak hanya berdampak baik bagi perkembangan diri sendiri saja, tetapi juga bagi lingkungan tempat kamu bekerja.

Dilansir dari Snagajob, memberi kritik konstruktif dapat membuat lingkungan kerja menjadi lebih baik dan memungkinkan semua orang untuk berkembang.

Ketika atasan memberi kritik membangun atas pekerjaanmu, hal tersebut menandakan bahwa ia peduli dan ingin melihat kamu berhasil menyelesaikan sesuatu.

Padahal bisa saja kan, ia langsung menggantikanmu dengan orang baru?

Dengan lingkungan kerja yang memungkinkan kamu untuk memberi dan menerima kritik konstruktif, tidak akan ada ketakutan untuk berpendapat.

Kamu dan rekan kerja lainnya pun dapat menjadi lebih proaktif dan terus berkembang.

Tentu saja hal ini bisa terjadi jika orang yang menyampaikan dan menerima kritik tidak baper, tetapi menganggap bahwa kritik tersebut adalah demi kebaikan semua pihak.

Jadi, tidak perlu ada orang yang memendam perasaan atau bergosip di belakang orang lain, karena lingkungan kerja mendukung penyampaian kritik konstruktif.

Nah, itu dia penjelasan mengenai manfaat dan pentingnya kritik konstruktif di tempat kerja.

Untuk mendapatkan tips lain seputar dunia kerja, kamu bisa berlangganan newsletter blog dari Glints, lho.

Tunggu apalagi? Yuk, segera daftarkan emailmu!

Sumber

    Understanding Constructive Criticism: Definition, Tips and Examples

    Why Criticism Is Good for Creativity

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”