Ini Cara Mitsubishi Indonesia Loloskan Xpander dan Xpander Cross Uji Emisi

ulinulin.com – JAKARTA — Mitsubishi memikirkan strategi jangka panjang demi kenyamanan konsumennya. Tak hanya menyegarkan New Xpander dan New Xpander Cross, kedua sepupu ini juga dipikirkan soal emisi gas buang. Hal ini terkait aturan yang sudah diberlakukan. Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yakin kedua produknya itu bisa lolos aturan.

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru berdasarkan emisi yang dihasilkan sudah mulai berlaku 16 Oktober 2021. Dengan merujuk dari peraturan tersebut, tarif PPnBM untuk mobil tidak lagi berdasarkan bentuk dan sistem penggeraknya, tapi karbon yang dihasilkan. Hal ini dituangkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 66 Tahun 2020 tentang uji emisi. Apa rahasianya?

Xpander dan Xpandr Cross menggunakan basis mesin MIVEC DOHC 16 Valve 1.500 cc yang sama dengan sebelumnya. Tapi keduanya telah mendapatkan fitur baru yaitu Exhaust Gas Recirculation (EGR). Apa itu?

General Manager Product Strategy Division PT MMKSI, Guntur Harling mengatakan, EGR merupakan hal baru pada mesin New Xpander. Teknologinya yang berfungsi mengurangi emisi gas buang serta menambah efisiensi bahan bakar. Model terbaru juga telah memenuhi standar emisi Euro 4.

“Walau gunakan basic engine yang sama 1.5 liter, tapi ada teknologi baru bernama EGR (Exhaust Gas Recirculation) sehingga bisa memberikan efisiensi yang maksimal dan membuat exhaust emisi ramah lingkungan. Penggunaan EGR sejalan pula dengan keinginan pemerintah dalam menekan emisi gas buang kendaraan. Fitur itu dapat mengembalikan sebagian gas sisa pembakaran ke intake manifold,” kata Guntur Harling.

Kehadiran fitur tersebut bisa membantu menurunkan emisi. Terkait dengan emisi gas buang, Guntur menjelaskan bahwa MMKSI juga mendaftarkan New Xpander dan New Xpander Cross ke Kementerian Perhubungan untuk uji emisi. “Seluruh tipe Xpander dan Cross sudah didaftarkan untuk pengujian CO2 di Kementerian Perhubungan. Antreannya panjang, kemungkinan Kamis bisa kita kabarkan. Tapi kami berkeyakinan bahwa New Xpander dan New Xpander Cross dapat memberikan hasil yang optimal,” tambahnya.

Selain ketambahan EGR untuk emisi yang lebih baik, kedua unit baru Mitsubishi Indonesia juga telah memakai transmisi CVT baru, menggantikan transmisi AT konvensional. Pabrikan mengklaim kalau penggunaan komponen gres itu membuat efisiensi bahan bakar lebih baik dan meningkatkan kenyamanan berkendara, karena tidak ada hentakan persneling.

Pereli sekaligus Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, Rifat Sungkar merasa senang dengan teknologi baru tersebut. “Jujur saja, sensasi berkendara antara transmisi biasa dengan CVT treatment sangat berbeda. Selain itu, CVT sudah jadi teknologi wajib untuk mobil zaman sekarang. Karena dengan CVT, friksi yang terjadi sangat sedikit. Dengan friksi yang sedikit mengemudi jadi lebih menyenangkan karena tidak ada entakan,” katanya.

Sebagai informasi, untuk harga jual resmi Xpander dan Xpander Cross sudah diumumkan saat gelaran GIIAS 2021 lalu. Untuk tipe GLS MT dibanderol Rp 249,93 juta, GLS CVT Rp 259,57 juta, Exceed MT Rp 263,85 juta, Exceed CVT Rp 272,8 juta, Sport MT Rp 284,070 juta, Sport CVT Rp 297,37 juta, dan Ultimate CVT Rp 299,77 juta. Namun, selama masa relaksasi Pajak Penjualan atas Barang mewah (PPnBM) 100 persen, Mitsubishi juga memberikann insentif untuk Mitsubishi Xpander ini sebesar Rp 27 jutaan.

Sedangkan harga Xpander Cross, yaitu tipe Cross MT Rp 294,67 juta, Cross CVT Rp 309,17 juta, dan Premium Package Rp 320,27 juta. Seperti halnya Xpander, model ini juga mendapatkan relaksasi PPnBM 100 persen, dengan pengurangan harga Rp 28 jutaan. (RAJU)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”