Ini Ragam Tipe Baterai Mobil Listrik

ulinulin.com – JAKARTA – Pemerintah terus mendorong pertumbuhan mobil elektrifikasi di Indonesia. Yang terbaru adalah pada Kemarin (14/9), Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk memimpin kebijakan mengganti mobil dinas instansi pemerintah dengan mobil listrik.

Apa kelebihan baterai lithium-ion?

Perintah itu telah dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022. Hal tersebut menjadi sebuah langkah maju dan perkembangan baru bagi dunia otomotif Indonesia.

Seperti kita ketahui bahwa jantung dari mobil listrik adalah baterai. Ia menjadi sumber yang menggerakkan mobil. Berbeda dengan mobil mesin konvensional, yang digerakkan oleh mesin bahan bakar fosil.

Tahukah Anda, dalam perkembangannya baterai listrik yang diadopsi oleh mobil elektrifikasi sebagai tenaga penggerak itu cukup beragam macamnya. Apa saja tipe-tipe baterai yang dipakai electric vehicle selama ini?

1. Solid-state

Solid-state tidak memakai elektrolit cair seperti di lithium-ion. Gantinya berupa elektrolit padat bisa seperti gelas, keramik, atau bahan lain. Strukturnya mirip baterai lithium-ion tradisional, namun tanpa cairan baterai. Sehingga bisa jauh lebih kompak.

Baterai solid-state bukanlah hal baru. Telah digunakan selama bertahun-tahun di perangkat kecil seperti alat pacu jantung, perangkat yang dapat dikenakan, dan RFID. Baterai solid-state memiliki kapasitas antara dua dan 10 kali lipat lebih besar dari lithium-ion.

2. Lead-acid

Lead-acid adalah jenis baterai tertua. Dibandingkan lithium-ion dan NiMH, tidak punya kapasitas seimbang dan jauh lebih berat. Namun relatif murah. Sekarang baterai SLA hanya digunakan oleh kendaraan komersial sebagai sistem penyimpanan sekunder.

3. Lithium-ion (Li-ion)

Baterai lithium-ion paling umum dipakai sekarang ini. Biasanya gadget seperti smartphone, tablet hingga laptop. Jelas sudah tidak asing lagi. Bedanya di mobil listrik jauh lebih besar.

Efisiensi baterai lithium-ion termasuk tinggi. Begitu pula daya tahan terhadap suhu tinggi. Pengisiannya pun cepat dan mampu bertahan lebih lama. Selain itu juga tidak mengandung zat-zat berbahaya untuk manusia.

Tingkat “self-discharge” baterai Li-ion tergolong rendah. Sehingga lebih baik daripada baterai lainnya dalam mempertahankan kemampuan untuk menahan muatan penuh. Selain itu, sebagian besar baterai Li-ion juga dapat didaur ulang. Itulah mengapa banyak dipakai mobil listrik masa kini.

4. Nickel-metal hydride (NiMH)

Bedanya Li-ion dan NiMH berasal dari bahan untuk menyimpan daya. Kalau lithium-ion terbuat dari karbon dan lithium yang sangat reaktif. Sementara NiMH menggunakan hidrogen untuk menyimpan energi, dengan nikel dan logam lain.

Jenis NiMH banyak dipakai mobil hybrid (HEV). Baterai mobil listrik jenis ini tidak mendapatkan tenaga dari luar. Pengisian ulang baterai tergantung kecepatan mesin, roda, dan pengereman regeneratif.

Kelebihan utama Ni-MH, usia pakai lebih panjang dari lithium-ion. Selain itu, baterai Ni-MH juga relatif lebih mudah didaur ulang karena hanya mengandung sedikit bahan yang beracun terhadap lingkungan.

Kekurangannya, harga relatif mahal. Tingkat self-discharge tinggi, dan menghasilkan panas signifikan. Sehingga kurang efektif untuk mobil listrik yang harus sering diisi ulang dari luar sistem, seperti dari jaringan PLN. Itulah mengapa baterai mobil listrik satu ini paling banyak dipakai mobil hybrid.

5. Ultracapacitor

Seperti SLA, baterai ultracapacitor sangat cocok sebagai perangkat penyimpanan sekunder. Selain itu juga dapat memberikan tenaga ekstra selama akselerasi dan pengereman regeneratif.

6. Nickel-Cadmium

Nickel-cadmium sempat digunakan pada produksi mobil listrik di tahun 90-an. Jenis baterai dengan kode “Ni-Cd” ini punya banyak keunggulan dibandingkan jenis baterai lain. Mulai dari kepadatan penyimpanannya yang signifikan dan masa pakai sekitar 500 sampai 1.000 siklus pengisian daya. Tapi di sisi lain, nickel-cadmium juga punya kekurangan yang terbilang signifikan.

Bobotnya yang sangat berat serta kerentanan terhadap efek memori, yaitu fenomena fisik berupa penurunan kinerja baterai saat mengalami siklus “pengosongan” sebagian. Penggunaan nickel-cadmium kini dilarang karena toksisitas cadmium yang bisa dihasilkannya.

(WAHYU HARIANTONO/EK)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”