Ini Tiga Bagian Terpenting Bagi Aerodinamika All New Honda Brio

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/10/17/KM1pHMws/whatsapp-image-2018–1482.jpeg”>

Tsutomu Harano, Large Project Leader All New Honda Brio (tengah) bersama manajemen PT Honda Prospect Motor

Yes, kami mendapatkan diskusi ekslusif dengan Tsutomu Harano selaku Large Project Leader All New Honda Brio, Honda R & D Asia Pasific Co.,Ltd di area Bali Wake Park. Pria asal Jepang ini juga bercerita banyak kepada Cintamobil.com mengenai aerodinamika mobil yang jadi volume maker Honda di Indonesia saat ini. Berikut ini tiga bagian terpenting bagi aerodinamika All New Honda Brio hasil obrolan kami dengan sang Large Project Leader.

Sepintas tampak depan All New Honda Brio sama dengan Honda Mobilio, namun sebenarnya beda

Aerodinamika merupakan hal yang dikerjakan sangat serius oleh tim research and development Honda untuk Honda Brio terbaru ini. Salah satu bagian penting dan paling vitalnya adalah bagian depan, pada kap mesin dan bumper depan.”All New Brio dengan Mobilio berbeda detail aerodinamikanya. Coba kamu perhatikan desain engine hood All New Brio itu sedikit lebih menyondong beberapa derajat dengan guratan garis untuk mengatur air flow lebih sedikit dari Mobilio yang berformat MPV. Kalau di Mobilio garis pengatur arah anginnya ada 4 buah, sementara di All New Brio hanya dua. Ini disebabkan Mobilio memiliki dimensi yang lebih panjang, sehingga pengaturan arah angin diperlukan lebih kompleks dari depan, agar mengalir sempurna lewat atap, begitupun bumpernya, di Mobilio RS ada tambahan garis bodi pengatur arah angin di atas rumah foglamp,” papar Tsutomu Harano kepada kami.

Pelek didesain tidak hanya untuk gaya, tetapi juga fungsi

Aliran angin dari depan sudah diperbaiki tinggal mengatur angin yang melewati bagian bawah (kolong) mobil. “Kami menambahkan cover dibagian bawah Mobil, yang bertujuan agar aliran angin yang sudah Kita arahkan dari depan tidak terjebak dikolong mobil sehingga efeknya downforce mobil tidak berkurang,” papar Harano lagi. “Nah khusus yang masuk ke rongga ban, tepatnya di celah rem cakram harus kita akali. Caranya, kami sengaja mendesain pelek All New Brio varian Satya untuk memiliki sirip yang dapat membuat angin yang terjebak di celah rem, dapat terbuang ketika mobil sedang melaju. Coba kamu perhatikan desain peleknya seakan membentuk bilah kipas,” tukas pria asal Jepang ini sembari menunjuk pelek All New Honda Brio Satya yang kami pakai.

Setelah aliran angin bagian depan, atas, dan bawah berhasil “dikendalikan”. Kini giliran aliran angin samping yang dikontrol. Jadi pada pintu depan dan belakang mobil terdapat garis bodywork yang dapat mengatur arah angin agar terarah dengan sempurna. “Dilampu belakangnya mobil ini bahkan didesain untuk mempercepat belahan angin. Ada guratan yang membantu meningkatkan downforce mobil itu sendiri. Jadi dengan kombinasi ketiga bagian tadi, All New Brio menjadi lebih irit dan dapat melaju bebas hambatan,” tutup Tsutomu Harano.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”