Inilah Syarat Utama Bitcoin Sebagai Lindung Nilai di Kala Inflasi

ulinulin.com – CEO Skybridge Capital, Anthony Scaramucci, meyakini Bitcoin (BTC) adalah aset yang menarik untuk investasi tetapi belum mencapai jumlah alamat dompet yang dibutuhkan untuk menjadi lindung nilai di kala inflasi.

Bitcoin dan Lindung Nilai di Kala Inflasi

Dalam wawancara dengan CNBC pada Senin (23/08/2022), Scaramucci berkata BTC masih berupa aset teknis yang berada di tahap early adopter. Menurutnya, BTC harus disimpan di lebih dari satu milyar alamat dompet sebelum dapat berlaku sebagai perlindungan terhadap inflasi.

“Sebelum kita mencapai satu milyar atau lebih alamat dompet, saya pikir kita tidak akan melihat BTC sebagai perlindungan inflasi sebab merupakan aset teknis di tahap awal,” jelas CEO tersebut.

Jumlah dompet BTC secara global diperkirakan mencapai 200 juta alamat kendati jumlah persisnya tidak diketahui secara pasti.

Diperkirakan saat ini kurang dari lima persen populasi dunia yang memiliki BTC.

CEO Ark Invest Cathy Wood berkata, bila 5 persen dari total dana institusi membeli BTC, maka harga aset kripto tersebut dapat mencapai US$500 ribu.

BTC sering diusung sebagai instrumen investasi yang menjadi lindung nilai di tengah inflasi berkat suplainya yang memiliki batas maksimal 21 juta BTC.

Tetapi, pandangan tersebut berubah ketika BTC diamati semakin terkorelasi dengan pasar saham menurut laporan IMF terbaru.

Scaramucci berkata ia masih bersikap bullish terhadap BTC dan pasar aset kripto. Ia menyoroti langkah pengelola aset BlackRock yang meluncurkan dana BTC swasta bersama dengan bursa Coinbase sebagai kustodian.

Menurut Scaramucci, keputusan tersebut menandakan adanya minat institusi kuat terhadap BTC.

Ia meyakini pasar aset kripto sedang dipenuhi oleh posisi short saat ini yang dapat mengakibatkan kerugian besar bagi investor yang tidak bersiap-siap menghadapi perubahan mendadak.

Di sisi lain, Steven Lubka, direktur manajemen Swan Bitcoin, berkata BTC masih dapat dipandang sebagai perlindungan terhadap inflasi.

Kendati ia setuju BTC gagal berfungsi sebagai lindung nilai selama peristiwa inflasi global tahun ini, Lubka berpendapat inflasi tersebut disebabkan oleh permasalahan rantai pasokan dan bukan penambahan uang.

BTC dapat menjadi lindung nilai di hadapan inflasi akibat penambang uang, jelas Lubka.

Coin Telegraph melaporkan, harga BTC berada di bilangan US$21.406, turun 69 persen dari all-time high US$69.045 yang dicapai pada 11 November tahun lalu. [ed]