Tekn"/> Intip Uji Coba Virtual Mirror Audi e-Tron di Panas Terik Afrika

Intip Uji Coba Virtual Mirror Audi e-Tron di Panas Terik Afrika

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/10/26/Ay6TmsFs/b2-8277.jpg”>

Teknologi virtual mirror yang terdapat pada Audi e-Tron menggantikan cermin sayap tradisional dengan kamera yang lebih kecil dan serta layar interior yang dipasang di pintu. Merupakan salah satu terobosan baru dalam desain dan teknologi kendaraan. Meskipun masih belum ditemukan di diler-diler Audi di Indonesia, mari kita lihat bagaimana penggunaan teknologi baru ini.

Audi e-Tron diuji coba oleh The Drive di gurun Sahara

The Drive mencoba mengemudikan e-Tron di bawah terik matahari dari gurun Sahara dan kegelapan malam di Afrika. Uji coba tersebut membuktikan bahwa teknologi ini disebut bisa mengubah masa depan kaca spion selanjutnya.

Secara fungsional, pengaplikasian sistem e-Tron sangat mudah. Alih-alih menggunakan kaca cermin sisi konvensional, Audi memasang dua nacelles yang menghadap ke belakang dan kamera yang lebih kecil di dalamnya. Pengaturan yang lebih ramping ini tidak hanya meningkatkan visual mobil, tetapi meningkatkan drag, menyempitkan mobil sekitar enam inci, dan memotong kebisingan interior.

Kamera akan mengirimkan gambar pada layar di dalam kabin

Kamera akan mengirim gambar eksterior ke layar OLED yang dipasang di pintu, beberapa inci di bawah jendela dengan arah yang sama ketika Anda melihat spion samping konvensional. Dibutuhkan penyesuaian untuk melihat ke layar daripada kamera luar. Tetapi ketika Anda terbiasa, penempatannya terasa alami seperti spion konvensional.

Virtual mirror menghilangkan lebar mobil beberapa inci

Sedangkan untuk layarnya sendiri, terasa agak aneh dengan kemiringan yang baru dirasakan ketika mengemudi. Bisa dipastikan karena ide baru yang diterapkan membuat pengemudi seperti asing dengan layar tersebut. Ketika Anda melihat ke cermin, gambar tampak terpotong dan kaku.

Ketika spion memantulkan gambar, terlihat gambar tampak berputar ketika perspektif Anda berubah, membuat pengalaman alami yang dinamis. Dengan virtual mirror, Anda melihat gambar yang tetap. Bidang pandang dapat disesuaikan. Tapi Anda harus menyesuaikannya pada saat mobil berhenti, bukan saat mengemudi.

Resolusi dan kontras masih kalah dari spion konvensional

Keluhan kecil lainnya adalah resolusi layar yang menghadirkan tantangan serupa pada kaca spion virtual yang sudah dirilis, terutama oleh Cadillac. Meskipun kontras cenderung sangat bagus, resolusinya tidak sesuai dengan ketajaman visual manusia. Ketika Anda melihat spion konvensional, mata Anda langsung melihat detail, bahkan pada objek yang jauh. Dengan virtual mirror, Anda hanya bisa melihat kualitas gambar keseluruhan, resolusi, kontras dan jangkauan dimanis hanya sebagus kamera yang dipakai.

Pemandangan dari sistem Audi, seperti yang disajikan di layar OLED, terang dan berfungsi sempurna. Tetapi tentu saja tak lebih baik dari visi manusia alami. Memang, di bawah cahaya yang keras di pedesaan Afrika, gambar tampak luntur, seolah-olah sensor meredup dan tak bisa menyamai kecerahan di luar. Namun pandangan di malam hari terlihat lebih bagus dibandingkan spion konvensional.

Teknologi virtual mirror menemabi berbagai teknologi masa depan Audi

Secara keseluruhan, ini hanyalah generasi pertama dari teknologi virtual mirror Audi. Dan mungkin sebagian pengguna tidak akan memperhatikan kualitas gambar atau resolusi. Yang diperlukan mungkin hanyalah untuk mengetahui apakah mobil di belakang akan berpindah jalur atau ada objek lain di samping. Melihat semua kemampuan dan inovasi yang diberikan Audi, kamera ini mengingatkan bagaimana teknologi lain bisa dengan mudah hadir, khususnya dalam beberapa tahun ke depan.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”