Jangan Asal, Begini Cara Bersihkan Kaca Spion

ulinulin.com

1. Jangan Tunggu Kotor

Jangan tunggu kaca spion kotor karena bisa menimbulkan jamur

Kaca spion kerap dikesampingkan pemilik mobil karena letaknya yang cukup ‘tersembunyi’. Sering juga pemilik mobil sebenarnya tahu spionnya kotor, tapi urung membersihkannya. Menunda membersihkan spion justru bisa berakibat fatal karena dapat merusak spion secara keseluruhan. Noda dan kotoran pada kaca spion berpotensi menimbulkan jamur yang timbul dari proses oksidasi saat terkena paparan sinar matahari. Oleh karena itu, haram hukumnya untuk menunda-nunda membersihkan kaca spion. Apalagi jika sebelumnya Anda menggunakan mobil di saat hujan. Air yang mengering dengan sendirinya lama kelamaan akan merusak kaca spion tanpa Anda sadari. Akibatnya visibilitas terganggu ketika hendak berbelok atau berpindah jalur.

2. Peralatan Tepat

Gunakan kain lembut agar kaca pada spion tidak tergores saat dilap

Mengeringkan kaca spion setelah digunakan saat hujan adalah hal yang harus Anda lakukan terlebih dahulu. Hal ini ditujukan agar kotoran tak menempel di kaca lebih lama. Namun, Anda juga harus memerhatikan bahan yang akan digunakan untuk membersihkan kaca. Bahan kain atau lap lembut adalah material terbaik untuk mengelap kaca. Selain dapat menyerap air dan membersihkan noda, penggunaan kain lap lembut juga menghindari rusaknya kaca akibat tergores. Tidak hanya kaca, bagian sela yang tidak bisa terjangkau oleh kain juga harus Anda perhatikan. Untuk itulah Anda harus menyediakan sikat gigi untuk menjangkau bagian yang sempit tersebut. Namun, Anda harus ingat jangan bersihkan kaca dengan metode ini karena akan merusak kaca yang tergores bulu-bulu dari sikat gigi.

3. Sabun Khusus

Gunakan sabun khusus agar tidak meninggalkan noda jamur di kaca spion

Banyak pengguna mobil yang asal membersihkan kaca spion dengan sabun biasa demi mengejar waktu karena terburu-buru. Padahal ini bisa dikatakan salah besar karena berpotensi merusak kaca. Penggunaan bahan pembersih serbaguna seperti deterjen atau sabun cuci tangan adalah hal yang harus Anda hindari. Pasalnya, pembersih serbaguna biasa menghasilkan busa yang sangat banyak. Busa inilah yang berpotensi merusak kaca.

4. Hindari Semprot Langsung

Jangan menyemprot secara langsung ke kaca spion agar tidak membekas saat mencuci

Jika Anda sudah menggunakan cairan pembersih yang tepat, tugas Anda untuk menjaga kebersihan kaca spion belum selesai. Ada satu hal lagi yang wajib Anda perhatikan. Langkah yang dimaksud adalah pantangan untuk menyemprotkan cairan pembersih ke kaca spion. Ya, haram hukumnya untuk langsung menyemprotkan cairan pembersih ke kaca. Cairan pembersih yang menggunakan spray biasanya dapat menimbulkan bintik-bintik akibat cairan pembersih yang menguap. Untuk itulah Anda harus menyemprotkan cairan pembersih ke kain atau lap. Barulah pada saat itu Anda bisa mulai membersihkan kaca spion tanpa khawatir rusak atau meninggalkan jamur.

5. Pancaran Sinar Matahari

Hindari sinar matahari langsung agar bekas air mencuci tidak membekas

Setelah mencuci kaca spion, hal yang biasanya paling ditunggu adalah proses pengeringannya. Memang proses pengeringan tampak sepele buat sebagian orang. Namun, mereka yang paham seluk-beluk mobil pasti tahu betapa bahayanya sinar matahari buat kaca spion. Jika Anda meninggalkan mobil di paparan sinar matahari langsung setelah mencuci, cairan yang tertinggal di kaca akan menguap sangat cepat. Kondisi inilah yang membuat banyak noda yang menempel di kaca meski sebenarnya Anda telah membersihkan semuanya. Jadi, lebih baik langsung dibilas dan keringkan bila Anda mencuci dibawa terik matahari. Selamat mencoba!

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”