Jangan Sekali-Sekali Ngebut, Ini Cara Mengendarai Mobil Baru Di 1.000 Km Pertama

ulinulin.com

Cara Mengendarai Mobil Baru Di 1.000 Km Pertama

Rasanya punya mobil baru memang benar-benar mengasyikkan. Bahkan, saking gembiranya, kita serasa ingin mengajaknya berjalan-jalan putar kota dan memaksimalkan kecepatan. Mungkin istilah yang sering kita pahami adalah reyen.

Mobil baru sebaiknya diperlakukan dengan ‘manja’ jangan malah diajak untuk kebut-kebutan

Tapi tahukah Anda bahwa hal tersebut sangat tidak direkomendasikan untuk dilakukan? Ya, semua pabrikan otomotif menganjurkan agar Anda mengendarai mobil baru sehalus mungkin dan tak perlu terburu-buru. Dilansir dari TUV SUD Germany, ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan terhadap mobil baru. Mari kita simak bersama cara mengendarai mobil baru di 1.000 Km pertama.

Perhatikan Batas RPM Di Setiap Kilometer

Dari pernyataan resminya, TUV SUD Germany mengatakan bahwa ada dua tipe mesin yakni mesin bensin dan mesin diesel. Untuk mesin bensin, pastikan Rotation Per Minute (RPM) tak lebih dari 2.500, khususnya di 1.000 Km pertama. Setelahnya, Anda bisa menaikkan ke angka 3.000 Rpm hingga mencapai 1.500 Km. Lakukan setiap tahapnya secara berlanjut, hingga meraih jarak tempuh 2.500 Km.

Begitu juga pada mesin diesel, yang tak boleh digeber lebih dari 2.200 Rpm di 1.000 Km pertama. Nah, ketika hendak mencapai 1.500 Km, barulah Anda boleh meningkatkan putaran di kisaran 2.500 hingga 2.800 Rpm. Lakukan peningkatan semacam itu hingga berhasil menyentuh jarak 2.500 Km.

Batasi Rpm seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya

Mengapa begitu Anda perlu perhatikan batas Rpm di setiap kilometer? Alasannya dikarenakan setiap mobil punya masa Running-In. Fenomena tersebut adalah ketika mesin dan komponen lainnya, membutuhkan waktu untuk beradaptasi secara optimal. Tak terkecuali, mesin, transmisi, Bearings dan hal lainnya, masuk dalam proses adaptasi di 1.000 Km pertama.

Jangan Melakukan Akselerasi Dan Pengereman Secara Tiba-Tiba

Intinya adalah jangan memberikan tekanan lebih kepada setiap komponen mobil. Terutama jangan melakukan akselerasi dan pengereman secara tiba-tiba, yang tentu saja memberi beban lebih nantinya. Seperti yang dianjurkan oleh semua perusahaan otomotif, sebisa mungkin kendalikan dan kendarai mobil dengan mulus, tak usah terburu-buru. Alangkah baiknya, apabila Anda juga membawa mobil baru di kondisi jalanan yang mulus tanpa menghadapi kemacetan.

Jangan asal injak pedal gas dan pengereman terlalu dalam

Penggantian Oli Mesin Di 1.000 Km

Mesin mobil baru butuh waktu beradaptasi. Khawatir serpihan metal dari kerja mesin baru bermunculan dan bercampur dengan oli. Tentu, hal tersebut akan membuat oli mesin mobil baru menjadi sangat kotor dan dapat menggores ruang pembakaran. Maka dari itu, disarankan untuk melakukan penggantian oli mesin di 1.000 Km pertama.

Ganti oli mesin di 1.000 Km, sesuai anjuran servis berkala dari pabrik otomotif

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”