Jika Terealisasi, 3 Produk Daihatsu Berpotensi Masuk Kriteria Mobil Rakyat

ulinulin.com – JAKARTA – Dalam beberapa hari terakhir memang ada isu menarik di kalangan industri otomotif Indonesia. Kementerian Perindustrian Indonesia belakangan ini menggaungkan konsep mobil rakyat. Memang konsepnya belum dijabarkan dengan jelas, namun mobil yang nantinya memenuhi persyaratan atau masuk kriteria akan bebas dari Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) selamanya.

Definisi sementara dari mobil rakyat baru disampaikan oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang. Yaitu mobil yang harganya di bawah Rp 240 juta, memiliki tingkat kandungan lokal dalam negeri (TKDN) minimal 80 persen, dan berkubikasi tak lebih dari 1.500 cc.

“Bagaimana kita bisa mendefinisikan apa yang disebut barang mewah sehingga dia harus dikenakan pajak. Mobil rakyat itu yang harganya Rp240 juta. Itu bukan merupakan barang mewah, jadi kami sudah mengajukan penghapusan PPnBM untuk mobil rakyat itu,” ucap Agus dalam jumpa pers Kinerja Sektor Industri 2021 dan Outlook 2022, belum lama ini.

Menanggapi wacana tersebut, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku pemegang merek mobil Daihatsu di Indonesia menyatakan masih menunggu keputusan final dan turunan yang detail terkait rencana mobil rakyat dari Menperin.

“Update perkembangan terakhir soal mobil rakyat sampai sekarang kami juga masih menunggu realisasinya seperti apa. Saya tidak bisa banyak jawab soal itu, begitu juga untuk model-model Daihatsu yang akan memenuhi persyaratan tersebut,” kata Budi Mahendra, Marketing Product Planning Division Head PT ADM, saat bincang virtual pada Kamis (13/1/2022).

Dirinya juga belum bisa memastikan model mobil Daihatsu apa saja yang sekiranya akan menikmati rencana aturan tersebut. Saat ini hal yang dilakukan ADM adalah terus berkomunikasi dengan Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) dan berharap program tersebut bisa segera diwujudkan.

“Daihatsu berharap, semoga program Mobil Rakyat dapat segera diwujudkan dan pasar otomotif Indonesia dapat terus tumbuh,” katanya lagi.

Di kesempatan yang sama, Marketing Director & Corporate Planning & Communications Director PT ADM Amelia Tjandra juga memberikan komentarnya soal wacana ala Menperin tersebut. Saat ini, menurutnya syarat dan kriteria yang dijabarkan belum spesifik alias belum jelas.

“Pada dasarnya ada banyak hal yang kita tanyakan pada Gaikindo. Pertama yang dimaksud harga itu yang mana, on the road, off the road atau banderol Desember yang tanpa PPnBM. Sampai sekarang kita belum tahu kriteria itu yang mana. Kemudian jika di dalam model ada varian, itu kan banyak, ada yang bawah dan atas kalau yang atas tidak kena bagaimana? Kita masih menunggu penjelasan yang detail supaya implementasi di lapangan bisa lebih jelas,” kata Ibu Amel, panggilan akrabnya.

Produk Daihatsu yang Berpotensi Masuk Kriteria Mobil Rakyat

Mari coba kita bedah produk Daihatsu mana saja yang sekiranya akan mendapatkan relaksasi tersebut. Kita ambil dari harga terbaru Januari 2022 dan klaim TKDN dari ADM.

Pertama adalah Daihatsu Sigra, dari laman resmi ADM mobil ini punya banderol mulai dari Rp125 jutaan sampai 162 jutaan OTR. Pabrikan pernah mengatakan jika mobil ini memiliki kandungan lokal sampai 85 persen.

Kedua adalah Daihatsu Ayla, harganya dijual tak lebih dari Rp170 juta OTR. Sementara TKDN dari mobil ini mencapai 85 persen juga. Kemudian terakhir adalah all new Daihatsu Xenia, per Januari ini dia ditawarkan dengan banderol paling murah Rp212,2 juta OTR. Adapun klaim TKDN mobil tersebut di atas 80 persen.

Diskon PPnBM Manjur Genjot Penjualan Mobil

Kebijakan PPnBM ditanggung pemerintah (DTP) sudah berakhir pada akhir Desember 2021 lalu. Aturan ini terbukti manjur memulihkan sektor ekonomi dari otomotif. Ini terlihat dari terdongkraknya penjualan mobil baru secara retail mencapai 863 ribu unit atau naik 49,2 persen dibandingkan tahun 2020 sekitar 578 ribu unit.

Daihatsu juga jadi salah satu pabrikan yang merasakan efek positif dari PPnBM DTP, penjualan ritelnya mengalami kenaikan 151 ribu unit atau terkerek 51,5 persen dibandingkan tahun 2020 yang hanya sekitar 100 ribu unit. (BANGKIT JAYA/EK)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”