Kabin dan Fitur Infotainment Mitsubishi Pajero Sport Mengusir Kebosanan Sepanjang Mudik

ulinulin.com – JAKARTA – Salah satu kenikmatan mengendarai Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 4×2 yang dirasakan selama Lebaran Drive 2022 ini adalah kabinnya yang lapang. Seluruh varian New Pajero Sport – yang model terbarunya dirilis pada awal 2021 – memiliki dimensi panjang 4.825 mm, lebar 1.815 mm dan tinggi 1.835 mm dengan wheelbase 2.800 mm.

Berapa dimensi Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate?

Berapa dimensi layar sentuh yang terletak di tengah dashboard Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate?

Dengan panjang nyaris 5 meter tersebut plus wheelbase yang tepat, kabin New Pajero Sport terasa lega untuk mobil 7 penumpang di segmennya. Legroom, headroom dan shoulder room terasa lapang bagi pengemudi, penumpang depan maupun penumpang di jok baris kedua. Pada waktu mengeliling kota Bandung, jok baris ketiga yang diisi oleh penumpang dengan tinggi badan 164 cm masih cukup terasa nyaman.

Namun, jika diisi oleh penumpang dengan tinggi badan 162 cm, dari Jakarta – Bandung, dirasa agak crowded. Ya karena jok baris ketiga memiliki legroom kurang luas dibandingkan baris kedua. Jok baris ketiga lebih enak jika diisi oleh penumpang untuk tujuan keliling kota dan perjalanan jarak dekat misalnya Jakarta – Bogor atau Jakarta – Puncak . Atau oleh penumpang dengan tinggi badan 153 cm ke bawah.

Saya sebagai penyuka SUV, merasakan posisi duduk jok berbahan kulit terasa pas. Commanding dengan pandangan luas ke ragam sudut. Posisi setir bisa diatur ketinggian dan sudut kedekatannya dengan tubuh, dikombinasikan dengan kursi untuk pengemudi yang bisa diatur secara elektrik. Dengan pengaturan yang tepat, minim sekali blind spot baik pada saat mobil menikung maupun ketika melaju. Apalagi didukung dengan fitur ‘sudut buta’ (Blind Spot Warning) sehingga menambah kenyamanan dan keselamatan pada saat mobil hendak melakukan manuver ke kiri maupun ke kanan.

Kelapangan kabin dipadukan oleh warna hitam pada trim dashboard dan pintu dengan warna beige pada jok. Kombinasi tersebut membuat kabin menjadi lebih terang dan nyaman. Yang paling mengasyikkan lagi, pada baris kedua terdapat charging port dengan bentuk USB dan AC power outlet. Anak-anak kami tidak kerepotan untuk masalah pengecasan smartphone ataupun peranti gadget lainnya. Bahkan kami bisa mengoperasikan coolbox kecil untuk mendinginkan minuman.

Untuk pengemudi disediakan pula charging port di bagian depan. Agar titik charging lebih banyak lagi, cigarette lighter di bagian depan saya ganti dengan USB charging port sehingga bisa ada dua colokan. Baterai smartphone menjadi selalu terisi sehingga bisa terus memantau kondisi arus lalu-lintas atau pun mengikuti rute yang telah ditunjukkan oleh Google Maps. Juga memudahkan saya sebagai pengemudi mencari rute terbaik ketika melewati traffic kota Bandung ataupun mencari alamat saudara -saudara di Kota Purwokerto karena tidak terkendala oleh kondisi low battery.

Oh iya, jok baris kedua juga bisa diatur kemiringannya secara manual sehingga anak-anak bisa beristirahat sepanjang perjalanan. Legroom di baris kedua juga terbilang cukup lega sehingga anak-anak tetap nyaman. Kami semua menikmati mudik ke Bandung dan berlanjut ke Purwokerto dengan suka cita.

Sistem Infotainment Mitsubishi Pajero Sport Dakar

Sistem infotainment Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 4×2 yang canggih juga mengusir kebosanan anak-anak ketika melakukan perjalanan jauh. Anak-anak bisa mengoneksikan smartphone dengan ‘headquarter’ sistem infotainment di layar sentuh 8 inci yang terpasang di dashboard. Tinggal memilih menu, musik pilihan di Youtube langsung mengalir jernih dan jelas melalui 6 speaker bawaan pabrik.

Sistem audio pun bisa diatur, apakah ingin difokuskan ke bangku belakang, depan atau samping kiri maupun samping kanan. Anda tinggal pilih saja. Kita juga bisa memilih menu musik melalui USB sehingga infotainment bisa terus mengalir sesuai pilihan favorit kita.

Ketika perjalanan malam hari menuju Bandung, saya lebih suka suara dari audio difokuskan ke depan sehingga tidak mengganggu anak-anak saya yang tertidur lelap di belakang. Pada siang hari, tentunya kami memilih surround ke seluruh ruangan kabin.

Bagaimana dengan sistem infotainment berupa roof monitor yang terletak di kabin tengah tepatnya di atas langit-langit jok baris kedua? Anak-anak hanya menyalakannya sesekali. Pasalnya, mereka sibuk dengan gawainya masing-masing jika kondisi jalanan macet. Kami memang melarang mereka memainkan gadget dan smartphonenya pada saat kendaraan melaju, untuk menghindari rasa pusing kepala. Pada saat mobil melaju, mereka lebih suka mendengarkan musik sambil nyanyi-nyanyi.

Lantas kondisi bagasi bagaimana? Lapang bin lega. Saya memakai layout 5+1, di mana satu jok di baris ketiga saya rebahkan dan satunya lagi ‘aktif’ untuk mengangkut 1 penumpang dengan tinggi badan 163 cm. Muat untuk mengakomodasi 1 koper medium, 1 koper model luggage, dua tas tangan berukuran medium, dua tas laptop, bola basket, sepatu-sepatu dan sandal. Sangat lapang. Pulang pun begitu, tapi tentunya tidak perlu membawa buah tangan yang banyak agar kapasitas bagasi tetap terukur dan beban mobil tidak berlebih.

Jujur perjalanan mudik kami yang pertama dalam dua tahun ini dirasakan sangat menyenangkan. Pasalnya, pada tahun 2020 dan 2021 kami tidak mudik karena pandemi COVID-19 yang memaksa kami menghabiskan Liburan Lebaran di rumah. Sekarang kami sekeluarga melampiaskannya dan didukung dengan kendaraan yang sangat mumpuni. Semoga perjalanan ini menjadi mudik yang berkesan bagi keluarga. (EKA ZULKARNAIN)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”