Kali Code, Destinasi Wisata Unik di Kaki Gunung Merapi Jogja

ulinulin.com – Rekreasi ke Jogja merupakan ide yang bagus untuk mengisi waktu liburan anda selanjutnya. Karena daerah Yogyakarta memang sudah lama terkenal menyimpan deretan destinasi wisata menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya berkunjung ke Borobudur atau Malioboro saja, namun banyak sekali tempat wisata unik lainnya yang bisa anda nikmati.

Salah satunya yaitu Kali Code Bantul, yang menawarkan sensasi menenangkan sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Apalagi kali ini sendiri menyimpan sisi historis, yang merupakan sungai purba lantaran telah dilalui aliran lahar dingin Gunung Merapi pada masa lampau. Selain itu, sungai yang membelah Kota Yogyakarta menjadi dua ini juga memiliki berbagai keunikan lainnya.

Sejarah Singkat Kali Code

Kali Code yang memiliki panjang kurang lebih 42 meter ini dikenal sebagai sungai purba yang sekaligus menjadi ikon Yogyakarta. Sudah sejak lampau dilalui aliran lahar dingin gunung vulkanik teraktif di dunia, yakni Gunung Merapi, Kali Code membelah Kota Yogyakarta menjadi dua dengan bagian barat dan timur.

Meski sangat ikonik, namun dulunya kawasan sungai tersebut dikenal sebagai kawasan hitam. Itu karena area ini dulunya ditumbuhi oleh pohon pohon besar dan semak semak liar, serta banyak copet dan maling beroperasi di sana. Bahkan tahun 1970-an, sungai ini tidak bisa dimanfaatkan kembali karena telah dipenuhi oleh sampah rumah tangga.

Sehingga pemukiman kumuh yang ada di sekitar sungai pun rencananya akan digusur dan dijadikan sebagai taman hijau oleh pemerintah setempat. Sejarah Kali Code ini memang mempunyai kaitan yang erat dengan kampung yang berada di pinggirnya, yaitu Kampung Code. Karena pemukiman di sana memberi banyak andil terhadap wajah dari sungai tersebut.

Hingga pada tahun 1980-an, kedatangan seorang budayawan Y.B. Mangunwijaya atau lebih akrab dipanggil Romo Mangun, membawa perubahan terhadap Kampung Code dan Kali Code ini. Romo Mangun datang ke sana atas dasar kepeduliannya yang tinggi terhadap kebersihan lingkungan di sekitar sungai.

Pertama kali, Romo Mangun pun tinggal di bantaran kali untuk secara langsung memberi contoh kepada warga sekitar agar dapat menjaga kebersihan Kali Code. Ia bahkan mendirikan rumah dari bambu dengan uangnya sendiri untuk beberapa orang pendatang, yang kala itu menggelandang di sekitaran kali.

Suatu usaha untuk menciptakan lingkungan sungai yang bersih dan indah akhirnya membuahkan hasil. Sejak saat itu, Kali Code berhasil menjadi alternatif tempat wisata bagi masyarakat sekitarnya. Sampai sampai banyak turis lokal dan mancanegara yang turut rekreasi mengunjungi kawasan tersebut.

Upaya pelestarian Kali Code selanjutnya diteruskan oleh para pegiat sosial yang tergabung dalam Yayasan Pondok Rakyat, sepeninggal Romo Mangun. Selain Yayasan Pondok Rakyat, pemerintah Kota Yogyakarta sendiri ikut berpartisipasi dalam menjalankan program pemberdayaan kali ini. Hingga kemudian bantaran Sungai Code itu menjadi sebuah kampung wisata.

Daya Tarik yang Dimiliki Kali Code

1. Kondisi Rumah yang Kian Artistik

Terus dilestarikan sebagai kampung wisata agar memberi manfaat bagi warga sekitar, kondisi rumah rumah yang ada di bantaran Kali Code pun saat ini menjadi kian artistik. Apalagi kampung tersebut sekarang sudah bersih nan humanis, tidak seperti dulu saat daerahnya dikenal sebagai kawasan hitam.

Pada tahun 2015 lalu, Kampung Code bahkan mengalami pemugaran kembali dan dijadikan sebagai kampung warna warni layaknya hunian yang ada di wilayah Rio de Janeiro, Brazil. Tidak heran apabila kampung wisata itu pun semakin menarik banyak minat wisatawan. Inspirasi aksen warna warni ini sendiri datang untuk menunjukkan faktor sosial yang kuat secara emosional di kampung tersebut.

2. Sebagai Objek Wisata Sekaligus Kebutuhan Riset

Kali Code memang cocok menjadi destinasi yang wajib dikunjungi selama berada di Yogyakarta. Bagaimana tidak, lokasi ini sekarang bukan hanya sekadar kampung di bantaran sungai saja. Namun wilayah tersebut sudah menjadi objek wisata yang anti-mainstream sekaligus kebutuhan riset bagi para peneliti.

Biasanya banyak juga mahasiswa yang datang untuk melakukan studi kasus terhadap Kali Code. Sehingga tempat wisata ini sangat pas dijadikan sebagai media pembelajaran yang baik. Anda bisa datang ke sini bersama keluarga untuk mengajarkan kepada putra putri, maupun datang dengan teman dan belajar bersama.

3. Berada di Kaki Gunung Merapi

Letak tempat ini berada di kaki Gunung Merapi. Itulah kenapa sungai ini dapat dilalui oleh aliran lahar dingin dari gunung tersebut ketika meletus. Selain itu, aliran sungai tersebut nantinya juga melintasi beberapa wilayah lainnya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti wilayah Bantul dan Sleman yang paling banyak dilintasi.

Karakter iklim yang dimiliki Kali Code Jogja sendiri yaitu sabana tropis dengan rata rata cuaca kurang lebih 24 derajat celcius, meskipun alirannya menjadi bagian dari kaki Merapi. Untuk suasana yang ditawarkan pada Kampung Code yang ada di bantaran sungai, mengacu pada suasana pinggir sungai yang ada di kota besar seperti di negara Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Wisata Kali Code berlokasi di Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantaran sungainya membujur dari Jembatan Tungkak, Jembatan Sayidan, Juminahan, Gondolayu, Sardjito, Blunyah, Ring Road Utara, Jembatan Dayu, dan Jembatan Plumbon.

Jadi dari atas jembatan jembatan tersebut anda bisa menikmati keindahan dari Kali Code. Apabila ingin melihat lebih dekat, maka bisa turun ke kampung yang ada di bantaran kali dan sekaligus berinteraksi dengan warga setempat. Akan tetapi jalan masuk menuju perkampungan yang dibangun oleh Romo Mangun termasuk cukup sulit ditemukan.

Meskipun kampungnya sudah legendaris, ternyata banyak orang yang kesulitan menemukannya. Itu karena pintu masuk ini memang hanya berupa sebuah gang kecil dengan gapura kayu yang juga kecil. Jadi disarankan untuk bertanya ke warga lokal ketika sudah mendekati lokasi, sebab peta digital mungkin tidak begitu banyak membantu untuk menemukan pintu masuk berupa gang kecil tersebut.

Jam Operasional dan Tiket Masuk

Meskipun sudah dijadikan sebagai kampung wisata, tidak ada jam operasional maupun harga tiket masuk tetap yang diberlakukan untuk mengunjungi Kali Code Jogja. Itu berarti anda bisa bebas datang kapan pun jika mau. Dan dengan kata lain harga tiket masuknya tanpa biaya sepeserpun alias gratis.

Mungkin anda hanya perlu menyiapkan biaya parkir saja, meski tarif parkir ini pun masih belum ada yang resmi. Jadi secara keseluruhan hampir tidak ada biaya yang perlu dikeluarkan apabila ingin menikmati keindahan Kali Code. Namun sekarang beberapa program wisata sudah ditawarkan jika anda ingin menikmati lebih banyak keseruan di sana.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Kali Code

1. Mengunjungi Museum Romo Mangun

Sebagai apresiasi atas jasa Romo Mangun, di Kampung Kali Code sudah dibangun Museum Romo Mangun. Museum tersebut terletak di pojok kampung dan terdiri atas dua lantai. Bangunannya dicat berwarna warni serta diberi sentuhan berbagai kata mutiara pada bagian dindingnya.

Meski luas bangunannya tidak terlalu besar, ada cukup banyak koleksi buku yang bisa ditemukan di sini. Jadi lumayan membantu jika anda ingin menambah wawasan. Bahkan ada juga majalah tempo dulu dan buku komik yang mungkin bisa menghibur. Sekadar informasi, Museum Romo Mangun dibuka bebas untuk umum tanpa perlu membayar tiket masuk terlebih dahulu.

2. Jelajah Kampung

Mulai lebih fokus dijadikan sebagai kampung wisata, kawasan Kali Code pun kini menghadirkan paket paket wisata andalan untuk para pengunjung yang ingin menikmati lebih banyak keseruan. Jadi jika menghendaki fieldtrip, anda akan diajak jelajah kampung dengan trekking sepanjang 3 kilometer menggunakan rute dari Kewek sampai Kampung Jetisharjo.

Untuk yang ingin jelajah kampung dan jelajah sungai dengan lebih serius, ditawarkan pula paket menginap dua sampai tiga hari. Sehingga selama tiga hari tersebut para peserta akan sekaligus diberikan materi teoritis dan praktis terkait sungai ini. Yang mana sudah disediakan homestay sebagai tempat menginap pengunjung.

3. Menikmati Wisata Kuliner

Jangan buru buru pulang apabila anda sudah datang ke Kali Code. Karena pada malam hari, suasana kampung di sekitar sungai ini justru makin syahdu dan indah. Lampu lampu menerangi jalan dan menampilkan kesan yang romantis. Bahkan di malam hari ada banyak kuliner menarik yang dapat anda cicipi.

Hampir di setiap titik Kali Code anda bisa menemukan penjual angkringan pada malam hari. Ada banyak sekali menu makanan yang tersedia di sana, terutama nasi kucing khas Jogja. Jadi apabila anda berasal dari luar daerah, jangan lewatkan kesempatan tersebut. Namun suasana seperti ini hanya bisa ditemukan pada malam hari. Karena di siang hari hanya segelintir saja penjual yang dapat ditemukan.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Wisata

Berbicara mengenai fasilitasnya, sebenarnya tidak banyak yang dapat disebutkan. Namun infrastruktur sudah cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan anda selama berkunjung ke lokasi. Mulai dari toilet umum, warung yang menjual makanan dan minuman ringan, mushola, dan lahan kosong sebagai tempat parkir.

Wisata Kali Code adalah destinasi yang tepat apabila anda ingin menikmati rekreasi di Jogja dengan cara yang anti-mainstream. Karena kampung wisata ini menawarkan keseruan yang tidak biasa, dan mungkin tidak dapat anda temukan di tempat lain. Apalagi biaya yang dikeluarkan untuk menikmatinya tergolong sangat terjangkau dan ramah di kantong.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website javatravel.net. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”