Kamu Ambivert? Ini 7 Pilihan Pekerjaan yang Cocok Untukmu

ulinulin.com – Pekerjaan apa yang cocok untuk ambivert? Bagi introvert ataupun ekstrovert, mencari pekerjaan yang cocok untuk mereka tidaklah begitu sulit.

Ekstrovert dapat memilih pekerjaan yang membutuhkan interaksi dengan banyak orang. Sementara introvert dapat memilih pekerjaan yang minim interaksi.

Seperti yang kita tahu, ambivert berada “di antara” ekstrovert dan introvert. Hal ini dikarenakan ambivert memiliki spektrum introversi dan ekstroversi yang seimbang.

Sebagian besar ahli psikologi sepakat bahwa seorang ambivert memiliki kemampuan adaptasi yang baik di berbagai situasi.

Oleh karena itu, ambivert tidak begitu memiliki masalah mengenai kepribadiannya untuk berbagai jenis kehidupan profesional.

Lalu, apa saja pekerjaan yang cocok untuk ambivert? Berikut rekomendasi dari Glints.

7 Pilihan Pekerjaan untuk Ambivert

1. Konselor

© Freepik.com

Ambivert secara natural adalah seorang mediator dan problem solver. Sifat ini membuat mereka dapat menjadi konselor yang baik.

Selain itu, menjadi konselor memberi kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang namun tidak dalam satu waktu sekaligus.

Ambivert juga dapat menikmati waktunya untuk menyendiri dengan melakukan riset atau sekedar membaca referensi mengenai isu terkini.

2. Psikolog klinis

© Freepik.com

Jika peran konselor terbatas pada penanganan masalah yang tidak mengganggu kesehatan mental, psikolog klinis memiliki peran yang lebih luas.

Psikolog klinis dapat melakukan diagnosis psikologis dan memberikan terapi.

Ruang lingkup kerja seorang psikolog meliputi wawancara dan observasi klien. Pada beberapa kasus, psikolog juga memberikan terapi kepada klien. Tentunya ini akan memuaskan sisi ekstroversi dari seorang ambivert.

Selain itu, seorang psikolog juga melakukan pengukuran jika melakukan tes-tes psikologi kepada klien. Ini tentunya akan memberi ruang bagi sisi introversi seorang ambivert untuk menyendiri.

Hal-hal tersebut membuat psikolog bisa menjadi pekerjaan yang cocok untuk ambivert.

Kamu dapat menjadi seorang psikolog dengan menempuh pendidikan S1 psikologi. Setelah itu, kamu harus melanjutkannya dengan menempuh pendidikan magister profesi psikologi.

Barulah setelah menyelesaikan pendidikan S2 tersebut kamu dapat menjadi seorang psikolog.

3. Sales

© Pexels

Banyak yang berpendapat bahwa seorang ekstrovert dapat menjadi sales yang produktif.

Namun, beberapa penelitian yang berhubungan dengan kepribadian ekstrovert dan performa penjualan malah menunjukkan temuan sebaliknya.

Berdasarkan hasil temuan Adam M. Grant yang dirilis oleh Association for Psychological Science, seorang ambivert malah menunjukkan performa sales yang lebih baik dibandingkan ekstrovert.

Menurut Grant, seseorang yang terlalu ekstrovert dapat merusak kinerja penjualan. Menurutnya, seorang ekstrovert dapat menjadi terlalu pemaksa dan dapat menyebabkan pelanggan enggan.

Sebaliknya, ambivert cenderung untuk bersikap tegas dan antusias untuk membujuk, namun dapat mendengarkan pelanggan dengan cermat dan menghindari kesan terlalu percaya diri dan bersemangat.

4. Perawat

© Pexels.com

Perawat memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara teratur dengan pasien sambil melakukan tugas-tugasnya seperti memberikan obat atau membantu tes medis.

Perawat juga memastikan bahwa peralatan medis yang digunakan dokter dan pasien bekerja dengan baik. Mereka juga melakukan pekerjaan administrasi secara teratur sebagai bagian dari tugasnya.

Pekerjaan ini tidak akan hanya menuntutmu untuk berinteraksi dengan orang banyak, namun juga kemampuan untuk melakukan tugas mandiri.

Perawat dapat menjadi pilihan pekerjaan yang cocok untuk ambivert, terutama bagi kamu yang memiliki minat pada dunia medis.

5. Guru

© Pexels.com

The Ladders menyebutkan, guru adalah pekerjaan yang cocok untuk ambivert. Berdiri di depan kelas dan terlibat dengan siswa tentu cocok dengan sisi sosial ambivert.

Di sisi lain, mengajar melibatkan banyak tugas mandiri, seperti merencanakan pelajaran dan menilai makalah. Kombinasi pekerjaan sosial dan mandiri ini akan memuaskan sisi berbeda dari kepribadian ambivert.

Posisi pengajar online di berbagai platform aplikasi belajar juga dapat menjadi pilihan. Pekerjaan ini masih melibatkan interaksi dengan peserta didik tetapi dalam lingkungan yang kurang sosial.

6. Spesialis hubungan masyarakat

© Pexels.com

Spesialis hubungan masyarakat membantu mengembangkan, memelihara, atau mengubah perasaan masyarakat tentang klien mereka.

Pekerjaan ini melibatkan penulisan siaran pers atau pidato, yang akan menarik sisi introvert dari kepribadian ambivert dengan tugas-tugas mandiri.

Spesialis hubungan masyarakat juga membantu klien mempersiapkan diri untuk tampil di depan umum dan berbicara kepada pers, yang merupakan tugas yang memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain.

7. Aktor

© Freepik.com

Jika kamu memiliki minat dengan seni peran, menjadi aktor adalah pekerjaan yang tepat untukmu yang ambivert.

Sebagai aktor, kamu memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan pemeran ataupun kru produksi. Selain itu, kamu juga dapat bekerja sendiri saat membaca naskah atau berlatih

Bahkan, dalam beberapa kesempatan aktor melakukan adegannya seorang diri.

Aktor secara teratur memiliki interaksi sosial dan kesempatan kerja kelompok mandiri atau kecil. Selain itu, meski aktor membutuhkan bakat di bidang akting, mereka tidak perlu gelar untuk bekerja di bidang ini.

Selain beberapa pilihan di atas, masih banyak lagi pilihan pekerjaan yang cocok untuk ambivert. Kamu bisa menemukannya melalui lowongan kerja di Glints. Yuk, lamar pekerjaanmu lewat Glints!

Sumber

    Rethinking the Extraverted Sales Ideal: The Ambivert Advantage

    The 5 best jobs for ambiverts

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”