Kanker Kandung Kemih: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

ulinulin.com – Kanker kandung kemih adalah kondisi ketika sel di dalam kandung kemih tumbuh tidak normal atau tidak terkendali, sehingga membentuk sel kanker.

Kandung kemih merupakan organ yang berfungsi menampung urine sebelum dibuang dari tubuh.

Kanker kandung kemih dilaporkan tiga kali lipat lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita.

Meski dapat terjadi pada usia berapa pun, kanker kandung kemih biasanya lebih mungkin menyerang orang dewasa yang lebih tua.

Gejala kanker kandung kemih

Melansir Mayo Clinic, tanda dan gejala kanker kandung kemih , antara lain dapat berupa:

  • Darah dalam urin (hematuria)
  • Buang air kecil yang menyakitkan
  • Nyeri panggul

Jika Anda mengalami hematuria (kencing darah), urine Anda mungkin akan tampak berwarna merah terang atau berwarna cokelat.

Terkadang, urine mungkin tidak terlihat berbeda, tetapi darah dalam urine dapat dideteksi selama pemeriksaan mikroskopis urine.

Pada sebagian orang dengan kanker kandung kemih, dapat pula memiliki darah dalam urine tetapi tidak merasakan sakit saat buang air kecil.

Maka dari itu, Anda perlu mewaspadai gejala kanker kandung kemih lainnya.

Orang dengan kanker kandung kemih juga mungkin akan mengalami:

  • Sakit punggung
  • Sering buang air kecil
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Nyeri tulang

Tapi perlu diingat, gejala ini sering terjadi juga karena sesuatu selain kanker kandung kemih.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda memiliki darah dalam urine, lebih baik segera buat janji dengan dokter untuk memeriksanya.

Selain itu, buat janji juga dengan dokter jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang mengkhawatirkan mengenai gejala kanker kandung kemih.

Penyebab kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih berkembang ketika sel-sel di kandung kemih mulai tumbuh secara tidak normal.

Alih-alih tumbuh dan membelah secara teratur, sel-sel ini mengembangkan mutasi yang menyebabkan mereka tumbuh di luar kendali dan tidak mati.

Sel-sel abnormal ini membentuk tumor.

Penyebab kanker kandung kemih, antara lain meliputi:

  • Merokok atau penggunaan tembakau
  • Paparan bahan kimia, terutama yang bekerja di industri kimia
  • Paparan radiasi masa lalu
  • Iritasi kronis pada lapisan kandung kemih
  • Infeksi parasit, terutama pada orang-orang yang berasal dari atau telah melakukan perjalanan ke daerah-daerah tertentu

Tidak selalu jelas apa yang dapat menyebabkan kanker kandung kemih, dan beberapa orang dengan kanker kandung kemih tidak memiliki faktor risiko yang jelas.

Namun,Yayasan Kanker Indonesia, mengungkap 50 persen kasus kanker kandung kemih ditimbulkan oleh kebiasaan merokok.

Orang yang merokok dijelaskan empat kali lebih berisiko mengalami kanker kandung kemih dibandingkan orang yang tidak merokok.

Jenis kanker kandung kemih

Melansir Health Line, berbagai jenis sel dalam kandung kemih dapat menjadi kanker.

Berikut ini adalah 3 jenis dari kanker kandung kemih yang dibedakan menurut jenis sel tempat kanker tumbuh:

1. Karsinoma sel transisi

Karsinoma sel transisional adalah jenis kanker kandung kemih yang paling umum terjadi.

Kanker ini tumbuh dimulai pada sel-sel transisi di lapisan dalam kandung kemih (sel urothelial).

Sel transisional adalah sel yang berubah bentuk tanpa menjadi rusak ketika jaringan diregangkan.

2. Karsinoma sel skuamosa

Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker kandung kemih yang cukup langka.

Kanker ini tumbuh dimulai ketika sel-sel skuamosa yang tipis dan datar terbentuk di kandung kemih setelah infeksi jangka panjang atau iritasi pada kandung kemih.

3. Adenokarsinoma

Adenokarsinoma juga termasuk jeni kanker yang langka.

Kanker ini tumbuh dimulai ketika sel-sel kelenjar terbentuk di kandung kemih setelah iritasi dan peradangan kandung kemih jangka panjang.

Sel-sel kelenjar adalah sel yang membentuk kelenjar penghasil lendir di dalam kandung kemih.

Diagnosis kanker kandung kemih

Dokter dapat mendiagnosis kanker kandung kemih menggunakan satu atau lebih metode berikut:

  • Tes urine
  • Pemeriksaan internal dengan dokter memasukkan jari bersarung tangan ke dalam vagina atau dubur untuk merasakan benjolan yang mungkin menunjukkan pertumbuhan kanker
  • Sistoskopi, di mana dokter memasukkan selang kecil yang memiliki kamera kecil di atasnya melalui uretra untuk melihat ke dalam kandung kemih
  • Biopsi, di mana dokter memasukkan alat kecil melalui uretra dan mengambil sampel kecil jaringan dari kandung kemih untuk menguji kanker
  • CT scan untuk melihat kandung kemih
  • Pielogram intravena (IVP)
  • X-rays

Dokter dapat menilai kanker kandung kemih dengan sistem pementasan yang berlangsung dari stadium 0 hingga 4 untuk mengidentifikasi seberapa jauh kanker telah menyebar.

Tahap-tahap kanker kandung kemih berarti sebagai berikut:

  • Kanker kandung kemih stadium 0 belum menyebar melewati lapisan kandung kemih.
  • Kanker kandung kemih stadium 1 telah menyebar melewati lapisan kandung kemih, tetapi belum mencapai lapisan otot di kandung kemih.
  • Kanker kandung kemih stadium 2 telah menyebar ke lapisan otot di kandung kemih.
  • Kanker kandung kemih stadium 3 telah menyebar ke jaringan yang mengelilingi kandung kemih.
  • Kanker kandung kemih stadium 4 telah menyebar melewati kandung kemih ke area tubuh yang berdekatan.


Cara mengobati kanker kandung kemih

Dokter bakal berkomunikasi dengan pasien untuk memutuskan perawatan apa yang akan diberikan berdasarkan jenis dan stadium kanker kandung kemih , gejala, serta melihat kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Berikut ini beberapa pengobatan kanker kandung kemih yang bisa dilakukan:

Pengobatan kanker kandung kemih stadium 0 dan stadium 1

Perawatan untuk kanker kandung kemih stadium 0 dan stadium 1 dapat meliputi:

  • Lembedahan untuk mengangkat tumor dari kandung kemih, kemoterapi, atau imunoterapi dengan minum obat agar sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel kanker

Pengobatan kanker kandung kemih stadium 2 dan stadium 3

Perawatan untuk kanker kandung kemih stadium 2 dan stadium 3 dapat meliputi:

  • Pengangkatan bagian kandung kemih di samping kemoterapi
  • Pengangkatan seluruh kandung kemih, yang merupakan kistektomi radikal, diikuti dengan pembedahan untuk menciptakan cara baru bagi urin untuk keluar dari tubuh
  • Kemoterapi, terapi radiasi, atau imunoterapi yang dapat dilakukan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi, membunuh sel-sel kanker yang tersisa setelah operasi, atau mencegah kanker dari kekambuhan

Pengobatan kanker kandung kemih stadium 4

Penanganan kanker kandung kemih stadium 4 dapat meliputi:

  • Kemoterapi tanpa operasi untuk menghilangkan gejala dan memperpanjang hidup
  • Kistektomi radikal dan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya, diikuti dengan pembedahan untuk menciptakan cara baru agar urine keluar dari tubuh
  • Kemoterapi, terapi radiasi, dan imunoterapi setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa atau untuk meringankan gejala dan memperpanjang hidup
  • Obat uji klinis

Tingkat kelangsungan hidup penderita kanker kandung kemih

Tingkat kelangsungan hidup pasien kanker kandung kemih bergantung pada banyak variabel, termasuk jenis dan stadium kanker.

Menurut American Cancer Society, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun secara bertahap adalah sebagai berikut:

  • Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk orang-orang dengan kanker kandung kemih stadium 0 adalah sekitar 98 persen.
  • Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk orang dengan kanker kandung kemih stadium 1 adalah sekitar 88 persen.
  • Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk orang dengan kanker kandung kemih stadium 2 adalah sekitar 63 persen.
  • Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk orang-orang dengan kanker kandung kemih stadium 3 adalah sekitar 46 persen.
  • Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun untuk orang dengan kanker kandung kemih stadium 4 adalah sekitar 15 persen.

Ini hanya gambaran, namun bisa menjadi pertimbangan bahwa deteksi dini kanker kandung kemih penting dilakukan untuk meningkatkan angka harapan hidup.


”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”