Kecam Lesti Kejora, Arist Merdeka Sirait: Anak Butuh Bapak yang Anti Kekerasan

ulinulin.com – Lokal – Nama Lesti Kejora masih menjadi perbincangan akibat pencabutan laporan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan oleh Rizky Billar. Banyak pihak tak sepakat dengan keputusan Lesti Kejora, lantaran mencontoh pelanggaran hukum bagi masyarakat luas.

Eksploitasi Anak

Lesti Kejora dianggap melakukan eksploitasi terhadap anak, lantaran menjadikan Baby L alasan untuk membebaskan pelaku KDRT yang tak lain adalah Rizky Billar. Pada kesempatan berbeda, sikap Lesti Kejora tidak boleh dibenarkan lantaran membebaskan pelaku kekerasan.

Pasalnya, menurut Arist Merdeka Sirait, tidak ada ganjaran yang pas selain hukuman setimpal akibat perlakuan kasar pelaku KDRT. Namun sayangnya, Lesti Kejora membiarkan pelaku kejahatan menghirup udara bebas dan berpotensi mengulang perbuatannya.

Dia meminta Lesti Kejora tidak mengeksploitasi anak dengan menjadikan Baby L sebagai alasan pembebasan Rizky Billar. Seharusnya Rizky Billar menjalankan hukuman yang setimpal.

“Sangat kecewa, karena apa karena alasan yang digunakan adalah anak membutuhkan bapaknya. Itu artinya Lesti diduga melakukan eksploitasi anak,” kata Arist Merdeka Sirait, seperti dilansir , dari Instagram @insta_julid, Jumat, 21 Oktober 2022.

Anak Butuh Ayah Anti Kekerasan

Arist Merdeka Sirait pun kembali buka suara tentang kisruh rumah tangga Lesti Kejora yang kian hangat dengan Rizky Billar. Selain disebut melakukan kebohongan publik, Arist Merdeka Sirait mengatakan anak memang membutuhkan sosok ayah tapi tidak dengan kekerasan.

Menurutnya anak tidak bisa disandingkan dengan orang tua yang punya kecenderungan melakukan kekerasan fisik maupun non fisik. Baginya ayah yang baik adalah yang tidak bernai melakukan kekerasan kepada anggota kekuarganya.

“Anak memang butuh ayah, tapi ayah yang anti kekerasan, yang tidak memukuli istrinya,” ujar Arist Merdeka Siriat.

Menurutnya, Rizky Billar tidak mencerminkan ayah yang baik yang bisa dipertahankan, karena berpotensi menimbulkan kesalahan berulang. Alasan anak sejak awal tidak dibawa saat perlakuan kasarnya terhadap Lesti Kejora, sehingga pembebasannya pun tidak boleh disangkut pautkan dengan anak.

“Anak hanya sekadar bagian dari manipulatif dan eksploitatif,” kata Arist Merdeka Sirait. (bbi)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website intipseleb.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”