Keindahan Air Terjun Lembah Anai

ulinulin.com – Lokasi: Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat 27282Map: Klik DisiniHTM: Senin – Jumat Rp.40.000, Sabtu Rp.50.000, Minggu dan Hari Libur Rp.60.000Buka Tutup: 07.00 – 17.30

Nama Lembah Anai tentu sudah tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia, karena objek wisata ini menjadi ikon pariwisata Sumatera Barat. Hanya saja, image sebagian besar orang saat mendengar kata Lembah Anai, akan terbawa pada gambaran sebuah air terjun yang indah.

Padahal apa yang disuguhkan Lembah Anai tidak hanya sebuah air terjun, melainkan tiga air terjun ditambah sebuah telaga serta pemandangan alam yang indah di tengah kawasan hutan lindung yang dipenuhi berbagai satwa dan tanaman langka.

Bagi masyarakat Sumatera Barat sendiri, keberadaan Lembah Anai menjadi bagian dari sejarah panjang wilayah yang mereka tempati, karena kawasan ini sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi sekaligus dijadikan sebagai jalur perlintasan kereta api dengan dibangunnya rel dan terowongan di sepanjang tebing Lembah Anai.

Mereka yang naik kereta api dan melintas di Lembah Anai, akan dapat menikmati pemandangan yang indah dari hijaunya pepohonan di kawasan hutan, hingga dahulu pernah ada sebuah lagu populer yang dibawakan Elly Kasim berjudul “Malereang Tabiang” yang bercerita tentang keindahan Lembah Anai.

Selayang Pandang

Selama ini Lembah Anai lebih dikenal sebagai nama Air Terjun, karena dalam gambar maskot pariwisata Sumbar yang lebih ditonjolkan memang objek wisata waterfall yang oleh masyarakat setempat disebut aia tajun atau aia mancua sedang di Jawa Barat disebut Curug.

Lembah Anai sebenarnya merupakan kawasan konservasi alam yang terhampar di atas area seluas 221 hektar. Pemanfaatan hutan di kawasan ini sebagai cagar alam sudah dilakukan sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda.

Karena merupakan kawasan konservasi alam, hutan yang menyelimuti lembah dan ngarai yang ada di sini kaya akan flora dan fauna langka. Beberapa jenis flora langka yang tumbuh di sini diantaranya adalah: Madang, Sapek, Cangar, Siapi-api, Madang Babulu, Cubadak Cempedak Air dan Bunga Bangkai.

Sedang jenis satwa langka yang hidup di kawasan lembah Anai diantaranya adalah: Harimau Sumatera, Kancil, Rusa, Beruk, Siamang, Kera Ekor Panjang, Biawak, Tapir dan Trenggiling.

Hewan-hewan tersebut tidak hanya berada di dalam hutan, sebagian diantaranya, terutama beruk, kera ekor panjang dan siamang, ada yang bermain hingga di pinggir jalan raya atau di pepohonan yang ada di tepi jalan.

Selain itu kawasan cagar alam ini juga menjadi habitat hidup dari sejumlah jenis burung, seperti Elang, Balam, Punai dan Puyuh, serta menjadi rumah bagi spesies kupu-kupu yang jumlahnya sekitar 60 jenis kupu-kupu.

Rute Menuju Lokasi

Lokasi Lembah Anai tidak sulit untuk dijangkau, karena siapapun yang menempuh perjalanan dari Padang ke Bukit tinggi atau sebaliknya, pasti akan melewati destinasi wisata ini.

Untuk menandai bahwa perjalanan sudah sampai di kawasan Lembah Anai cukup mudah, yaitu jika sudah menjumpai sebuah air terjun yang mengalir deras dari atas sebuah tebing dan terletak di tepi jalan raya.

Secara administratif, alamat cagar alam ini berada di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, 27282. Jaraknya dari Kota Padang sekitar 60 km sedang dari Kota Batusangkar sekitar 38 km dengan jalan yang berkelak-kelok dan dihiasi pemandangan yang menawan.

Untuk menuju ke lokasi dapat dilakukan dengan menggunakan mobil pribadi, kendaraan rental atau dengan sarana transportasi umum yaitu bus.

Wisatawan yang keluar dari Bandara Minangkabau yang ada di Ketaping dapat langsung naik bus menuju ke lokasi dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam serta biaya sebesar Rp.25.000 – Rp.30.000.

Wisatawan yang berangkat dari Kota Bukittinggi juga dapat menggunakan bus di Terminal Bukit Tinggi dengan tarif sebesar Rp.20.000 – Rp.25.000.

Selain bus, sarana transportasi umum lainnya adalah Kereta Api Wisata dengan harga tiket sebesar Rp.15.000 untuk kelas ekonomi dan Rp.25.000 untuk kelas eksekutif.

Namun, Kereta Wisata ini hanya beroperasi pada setiap hari Minggu dan dengan jadwal pemberangkatan yang sudah ditentukan, sehingga tidak dapat diakses sewaktu-waktu.

Yang Mempesona

Kecantikan Lembah Anai sepintas lalu sudah dapat dinikmati oleh mereka yang melintasi Jalan Raya Padang – Bukittinggi ketika sampai di Kecamatan Koto, Kabupaten Tanah Datar melalui air terjunnya yang berada di tepi jalan. Air terjun yang besar tersebut adalah bagian dari aliran Sungai Batang Lurah Dalam yang bermata air di Gunung Singgalang.

Dalam kondisi normal, pesona dari Air Terjun Lembah Anai tidak terbantahkan. Namun pada saat curah hujan sangat tinggi dan debet air meningkat tajam, curahan air dari air terjun tersebut dapat membuat banjir daerah sekeliling, bahkan dapat membuat jebol jembatan. Pada saat itulah penduduk sekitar menyebutnya Lembah Anai sedang “mengamuk”.

Sebenarnya, air terjun yang ada di kawasan cagar alam ini tidak hanya berada di satu lokasi, melainkan ada di 3 titik ditambah satu telaga yang memiliki air berwarna kebiru-biruan. Hanya saja untuk dapat menikmati ketiga air terjun dan telaga tersebut, wisatawan harus memasuki lokasi Lembah Anai dengan membayar tiket seharga Rp.3.000.

Dengan HTM yang sangat murah tersebut, wisatawan dapat menjelajah seluruh kawasan cagar alam untuk melihat berbagai macam flora dan fauna yang belum tentu dapat ditemukan di tempat lain, karena sebagian diantaranya merupakan tanaman dan satwa langka yang dilindungi.

Trekking menjelajah Lembah Anai meski cukup menguras tenaga akan memberikan kenikmatan tersendiri karena keindahan panorama alam yang disuguhkannya.

Wisatawan yang ingin menikmati ketiga air terjun dan telaga yang dikelilingi lebatnya hutan juga tidak butuh waktu lama untuk menempuh perjalanan, karena dari satu air terjun ke air terjun yang lain serta ke telaga, hanya butuh waktu berjalan kaki selama 15 menit.

Selama menjelajah kawasan hutan lindung itulah wisatawan dapat melihat kera ekor panjang, beruk dan siamang yang bermain di antara dahan-dahan pepohonan, serta beberapa satwa liar lainnya seperti rusa, kancil, biawak, tapir serta trenggiling.

Sesekali juga terlihat harimau Sumatra, meski kemungkinan untuk melihat raja hutan ini relatif kecil karena populasinya yang semakin berkurang.

Setelah menikmati keindahan alam di kawasan hutan lindung dan bermain dengan segarnya air tejun serta air telaga, jika masih belum puas, wisatawan dapat menuju ke Kolam Pemandian Mega Permai yang jaraknya sekitar 1 km dari lokasi hutan lindung.

Meski kolam ini terkesan sederhana dan tidak dilengkapi dengan berbagai wahana permainan sebagaimana waterpark-waterpark pada umumnya, namun pengunjung dipastikan akan dapat menikmati segarnya air kolam, karena air yang mengisi kolam tersebut benar-benar alami tanpa menggunakan alat dan bahan penjernih.