Kelihatan Sederhana, Beli BBM Harus Pakai Perhitungan Tepat

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2020/10/18/XlYbOKmo/beli-bbm-harus-pakai-perhitungan-tepat-d0b9.png”>

Aktifitas mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) bagi pemilik kendaraan sudah menjadi hal biasa dan tak ada yang istimewa hingga seperti tak ada yang perlu dibahas. Tapi tunggu, meski kelihatan sederhana ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Selain berbagai aturan pengisian bahan bakar yang dianjurkan seperti mematikan mesin, tidak bermain HP, tidak merokok dan yang lain, ada satu perilaku pembelian yang layak diperhatikan.

Aktiftas mengisi BBM bukan hal istimewa

Biasanya pembeli akan memilih antara membeli dengan hitungan uang seperti Rp 100.000, Rp 50.000 dan yang lain, atau membeli dengan hitungan liter BBM seperti 10 liter, 20 liter dan yang lain. Pembeli tinggal memilih salah satu diantara dua pilihan tersebut, maka petugas akan segera mengisikan BBM ke tangki kendaraan. Meski kelihatan sederhana ada hal yang perlu diperhatikan sebab masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Menurut penuturan salah satu petugas SPBU di kawasan Ungaran, Jawa Tengah yang dihubungi Cintamobil.com, kebanyakan pengendara memilih membeli BBM dengan hitungan uang. Alasannya lebih cepat dalam hal pembayaran sebab pengemudi biasanya sudah mempersiapkan uang pas seperti Rp 10.000, Rp 20.000, dan seterusnya. Atau kalau memerlukan pengembalian, nominalnya juga cepat didapat. Berbeda dengan membeli dengan hitungan liter. Karena BBM per liter memiliki pecahan kecil, pembayaran bakal sedikit ribet. Seperti ketika uang yang harus dibayarkan Rp 20.800, pembeli harus menyediakan uang Rp 800 atau membayar lebih dan menunggu kembalian dari petugas. Akan makin ribet jika ketersediaan uang receh di SPBU sangat sedikit dan pembeli tidak bisa ‘mengikhlaskan’.

Meski membeli dengan hitungan uang lebih cepat dalam hal transaksi, namun ada kekurangannya juga. Salah satunya, pembeli terkadang kurang tepat dalam memperkirakan jumlah BBM yang harus diisikan ke tangki. Tak jarang nominal uang yang disebutkan lebih besar dari kapasitas tangki sehingga mau tidak mau petugas SPBU harus benar-benar memperhatikan saat pengisian BBM agar tidak meluap.

Perhatikan proses pengisian saat membeli BBM di SPBU

Kekurangan lain membeli BBM dengan hitungan uang yaitu rawan kecurangan. Sebab patokannya adalah uang, jumlah BBM yang diisikan ke tangki tidak bisa bulat dalam jumlah liter. Untuk menghindari hal ini, pengemudi perlu memperhatikan dengan seksama proses pengisian BBM dari awal sampai akhir, lalu meminta struk transaksi untuk memastikan BBM yang diisikan ke tangki sesuai dengan uang yang dibayarkan.

Beda dengan pembelian dengan hitungan liter, jumlah BBM yang masuk ke tangki lebih mudah dipantau. Lalu untuk mempercepat proses pembayaran, akan lebih baik bila pembayaran dilakukan dengan cara non-tunai jika SPBU menyediakan fasilitas ini. Tapi kalau khawatir sulit menemukan SPBU dengan fasilitas pembayaran non-tunai, ada baiknya pengendara menyediakan uang receh dalam jumlah secukupnya dalam mobil.

Akan lebih cepat jika transaksi menggunakan uang non-tunai

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”