Permu"/> Kenali Jenis Pola Tapak Ban Mobil

Kenali Jenis Pola Tapak Ban Mobil

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2019/04/04/z4XgHune/4-fe9d.jpg”>

Permukaan jalan yang bervariasi menuntut pemakaian ban untuk segala kondisi. Produsen ban pun kian berlomba-lomba menghadirkan berbagai jenis pola tapak ban mobil sesuai dengan kebutuhan konsumen mobil.

Meskipun bentuknya beragam dari satu produsen ke yang lainnya, kita bisa menggolongkannya ke dalam empat kategori. Penting untuk paham jenis-jenis ini, terlebih bila kita hobi menjelajahi daerah dengan berbagai kualitas jalan supaya tetap berkendara dengan nyaman.

1. Simetris

Kembangan ban simetris paling umum dipakai

Jenis pola tapak ban mobil simetris paling kerap dijumpai pada mobil penumpang. Meski dipisahkan oleh garis vertikal ban, bentuknya cenderung mengalir dari sisi luar ke dalam, membentuk sebuah corak segaris. Pola tapak simetris memiliki beberapa kelebihan seperti tidak menimbulkan getaran berlebih saat dipacu dalam kecepatan tinggi, serta paling mudah untuk dirotasi untuk menjaga keawetan ban. Namun daya cengkeramnya tidak sebaik pola asimetris.

2. Asimetris

Permukaan ini punya grip lebih baik

Pola ban ini memiliki ciri guratan berbeda di sisi dalam dan luar. Pun demikian, garis-garis di setiap bagian masih sama, dengan bagian dalam umumnya memiliki alur lebih kecil ketimbang luar yang menghasilkan daya cengkeram lebih baik untuk kondisi jalan kering dan tergenang. Dengan grip lebih unggul, pola ban ini enak diajak melewati jalanan berkelok-kelok. Dengan pola beragam, perhatikan pula saat hendak merotasi set ban.

3. Satu Arah (Uni-Directional)

Kemampuan menyibak airnya paling baik

Pola kembangan ban satu arah sangat mudah dikenali, yakni gurataan sisi dalam dan luar yang mengarah ke pola vertikal tunggal, mirip huruf V. Bentuk satu arah ini sekaligus menjadi petunjuk arah rotasi ban. Tapi kalau masih belum yakin, Anda bisa cek anak panah di dinding ban.

Dibanding dua jenis pola tapak ban mobil yang disebut sebelumnya, kembangan satu arah lebih baik dalam hal menyibak air untuk mencegah aquaplanning. Namun karena bentuknya satu arah, Anda tidak bisa merotasinya sefleksibel dua jenis kembangan sebelumnya.

4. Tapak Tinggi

Cocok untuk yang hobi menjelajah daerah gunung/ perbukitan

Dari bentuknya saja kita bisa membayangkan jenis mobil pemakai ban tapak tinggi. Selain tebal, tapak ban lebih lebar dibanding kendaraan untuk kebutuhan sehari-hari. Pola kembangan yang dipakai biasanya masih mengacu pada tiga poin yang telah disebut sebelumnya.

Keunggulan jenis ini adalah mampu menerjang kawasan nonaspal, baik pasir, batu, hingga jalanan banjir berkat bentuk pola tapaknya. Dengan diameter serta tapak lebar, kita tidak bisa sembarangan memakainya ke sembarang mobil. Semisal ingin mengajak keluarga menjelajah daerah tidak rata dengan Avanza, perlu modifikasi di bagian kaki-kaki, bahkan sistem penggerak roda supaya bisa mendapat pengalaman serupa dengan mengemudikan mobil off-road.

BONUS: Tapak Ban Balap

Sangat berbahaya memakainya untuk keseharian

Biasa disebut dengan ban slick, atau ban kering. Jenis pola tapak ban mobil ini sangat tidak dianjurkan untuk kegiatan sehari-hari, mengingat ketiadaan kembangan dengan tujuan meningkatkan kestabilan mobil saat digeber. Gunakan ban dengan pola ini hanya di lintasan sirkuit, saat track day atau untuk mengikuti kejuaraan balap resmi.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”