Kerja Injektor Mesin Diesel Common-Rail

ulinulin.com

Mesin diesel common-rail sudah menjadi standar baru bagi setiap mobil bermesin diesel yang hadir di Indonesia. Dengan teknologi common-rail, injektor mampu menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan sangat tinggi, demi mendapatkan efisiensi volumetrik lebih baik pada ruang bakar. Tujuannya demi mendapatkan performa lebih baik, konsumsi bahan bakar lebih efisien dan karakter mesin diesel yang lebih halus.

Tekanan dan kepresisian tinggi dari teknologi common-rail membutuhkan kualitas solar yang baik

Namun di balik kelebihannya tersebut, mesin diesel dengan teknologi common-rail membutuhkan solar berkualitas. “Idealnya mesin dengan diesel common-rail membutuhkan solar dengan kandungan cetane minimal 50 dan kandungan sulfurnya di bawah 300 ppm,” ujar Dana Hermanto, pemilik bengkel spesialis diesel di bilangan Taman Mini, Jakarta Timur. Hal tersebut akan menjadi masalah jika diesel common-rail kerap dipaksa mengkonsumsi solar berkualitas rendah, lantaran akan beresiko menimbulkan kerusakan pada komponen dan mengganggu kerja mesin.

Filter solar menjadi kommponen mesin pertama yang terdampak ketika menggunakan diesel kualitas rendah

Konsekuensi pertama ketika kerap dipaksa minum solar berkualitas rendah adalah kandungan sulfurnya yang bisa mengganggu kerja injektor. “Common-rail menggunakan injektor tekanan tinggi, jauh di atas injektor diesel konvensional. Ketika terbiasa minum solar kualitas jelek, maka kandungan sulfur bisa menghambat kerja injektor dan membuat kerusakan dalam jangka waktu yang lama,” ujar Dana. Padahal, harga untuk injektor diesel common-rail sangat tinggi, bahkan menyentuh angka jutaan per injektornya.

Injektor pada mesin diesel common-rail rentan terganggu kerjanya akibat penggunaan solar dengan kandungan sulfur tinggi

Selain itu, jika terbiasa menggunakan solar dengan cetane di bawah 50, maka saat proses pembakaran akan menghasilkan jelaga lebih banyak, sehingga akan menimbulkan kerak dan merusak komponen seperti catalytic converter. Tak hanya itu, kerja diesel common-rail yang tak ideal akibat kualitas solar rendah akan mengakibatkan polusi semakin tinggi dan konsumsi bahan bakar lebih boros.

Penggunaan diesel berkualitas tinggi tak hanya memperpanjang mesin diesel common-rail namun juga membuatnya lebih optimal

Sehingga, sangat penting bagi Anda pemilik mobil dengan mesin diesel common-rail untuk tetap mengkonsumsi solar dengan kualitas baik. Namun jika dalam keadaan terpaksa, diesel common-rail masih bisa dipaksa minum solar berkualitas rendah, namun tentu ada syaratnya. Pertama, percepat penggantian filter solar. “Jika menurut buku manual penggantian setiap 10 ribu km, ketika sering pakai solar jelek, maka penggantian filter solar dimajukan hingga setiap 5 ribu km,” tambah Dana. Selain itu, lakukan kalibrasi injektor secara berkala untuk menjaga kemampuan nosel injektor.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”