Kesaksian Bibi Brigadir J: dari Awal Sudah Janggal! Harus Dibongkar Kasus Pembunuhan Sadis Ini

ulinulin.com – Bibi Brigadir J , Rohani Simanjuntak tampak menggebu-gebu saat memberikan kesaksian mengenai kasus pembunuhan sang keponakan.

Dia menuturkan bahwa sejak awal terjadi, kasus kematian Brigadir J ini sudah dipenuhi oleh kejanggalan.

Oleh karena itu, Rohani Simanjuntak meminta agar kasus yang diduga didalangi oleh Ferdy Sambo ini diusut tuntas.

“Mau pemakaman lah ini, acara dari gereja ini kan karena masih pagi, diwawancarai oleh media,” ucapnya di PN Jaksel, Selasa, 1 November 2022.

“Habis itu, karena kejanggalan tadi juga, awalnya Pak Leonardo mengungkapkan bahwasanya secara kedinasan dimakamkan. Ternyata tidak ada,” tutur Rohani Simanjuntak menambahkan.

Akibat berbagai kejanggalan itu, dia menuturkan bahwa keluarga Brigadir J semakin memberontak dan tidak mau berita kematian ini ditutupi.

“Jadi kami juga tambah hati memberontak, saya tak akan mau berita ini ditutup dalam-dalam, harus dibongkar ini kasus, ini pembunuhan ini sudah sadis ini,” kata Rohani Simanjuntak .

“Jadi itu pikiran saya (sebagai) seorang ibu ya pak,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Keluarga Brigadir J menemukan kejanggalan pada surat tanda serah terima, karena tidak ditemukan kalimat yang menyatakan bahwa Brigadir J mengalami luka tembak dan hanya tertulis “luka lain”.

“Kalau isi apanya tuh saya baca juga. Kan ada dibuat di situ akibat mati, ada tulisannya, gak diisi. Cuma kesimpulan di bawah ada luka lain. Jadi saya awam juga, ada luka lain maksudnya ini apa gak jelas ya,” kata Bibi Brigadir J , Sangga Sianturi.

Dia juga curiga jika surat hasil autopsi itu bukan dikeluarkan oleh rumah sakit, tetapi dibuat pribadi.

Bahasa yang tertera pun seperti bukan bahasa medis, sehingga surat tersebut akan dibawa sebagai bukti pada persidangan.

Ketika akhirnya diizinkan untuk membuka peti jenazah, seluruh keluarga Brigadir J ingin melihatnya. Namun, yang diperbolehkan melihat hanya keluarga inti.

“Tapi karena edaku ( Rohani Simanjuntak ) ini live, kami nonton di luar sama masyarakat banyak,” tutur Sangga Sianturi.

Rohani Simanjuntak sebenarnya dilarang melakukan siaran langsung oleh para polisi yang mengantar jenazah Brigadir J .

Meski sempat melawan, dia akhirnya mematikan siaran langsung.

Akan tetapi, Rohani Simanjuntak tak menyerah, karena dia merekam proses dibukanya peti jenazah dan melihat luka dan bekas jahitan di leher keponakannya.

Selain itu, Leonardo Simatupang awalnya mengizinkan ketika Kakak Brigadir J minta adiknya dimakamkan secara militer.

Selain itu, dia juga meminta Keluarga Brigadir J datang ke Jakarta bila merasa ada kejanggalan.

Hingga hari menjelang subuh, ada anggota Propam yang memantau jenazah Brigadir J . Rohani Simanjuntak menduga pemantauan itu supaya jenazah Brigadir J tak dilucuti pakaiannya.

“Ada tiga orang itu yang Propam ya, pakai (seragam) dinas tuh, sejam dia nengok apakah dibuka bajunya almarhum,” ucapnya.

“Satu jam dia nengok, berdiri orang itu bolak-balik. Setiap orang itu datang terbangun aku terus. Sampai jam lima pagi dia berusaha juga datang lagi, ditengok lagi, apakah dibuka bajunya kayak gitu. Mungkin memastikan orang itu jangan sampai pakaian si almarhum kami buka,” kata Rohani Simanjuntak menambahkan.***