Kesalahan Penggunaan DRL dan Foglamp Mobil yang Sering Dilakukan

ulinulin.com

Hampir sebagian besar mobil modern kini sudah dilengkapi foglamp (lampu kabut). Bahkan jika belum tersedia, para pemilik mobil pun bisa memasang lampu tambahan yang biasanya terletak di bemper depan tersebut.

Selain foglamp, beberapa pemilik mobil juga sudah familiar dengan Daytime Running Light (DRL). Sebuah lampu yang biasanya terdiri atas lampu jenis LED, yang akan menyala ketika mesin kendaraan dihidupkan.

Meskipun kedua jenis lampu ini sudah begitu dikenal, ternyata masih banyak orang yang salah dalam menggunakan DRL dan foglamp mobil. Padahal kedua jenis lampu ini punya karakter dan fungsi yang amat berbeda.

1. Fungsi Kedua Lampu Berbeda

Gunakan foglamp hanya saat berkendara di hujan lebat atau berkabut

Sama seperti namanya, fungsi foglamp mobil adalah membantu pencahayaan ketika berkendara di tengah hujan lebat atau daerah berkabut. Hal ini karena sorotan lampu foglamp lebih tajam dan fokus pada satu arah. Berbeda dengan lampu utama (headlamp) yang lebih bersifat menyebar jauh ke arah depan.

Sementara itu lampu DRL pertama kali diterapkan pada mobil-mobil di Eropa. Tujuannya membantu alat komunikasi antar kendaraan di jalan saat siang hari. Dengan lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup inilah, maka pengguna jalan lain akan mengetahui jika didekatnya ada kendaraan. Walau pun saat itu kondisi cuaca sedang panas terik.

2. Jangan Nyalakan Keduanya Bersamaan

DRL berguna sebagai alat komunikasi dengan pengguna jalan lainnya

Sesuai fungsinya, DRL cenderung memiliki pancaran warna yang cukup terang. Oleh sebab itu, banyak DRL yang menggunakan lampu jenis LED. Karena sifat lampu ini memiliki pancaran lebih terang namun dengan daya listrik yang lebih rendah dibanding lampu halogen atau HID.

Namun menyalakan DRL dan foglamp mobil secara bersamaan sebaiknya dihindari. Karena hal tersebut justru akan menyilaukan pengguna jalan lain dari arah depan. Karena foglamp yang cenderung menyorot ke satu arah, ditambah DRL yang menyilaukan, ini malah bisa menimbulkan bahaya kecelakaan lalu lintas. Sebabnya, pengemudi kendaraan lain pandangannya terhalang pancaran sinar dari kedua lampu tersebut yang diaktifkan bersamaan.

Oleh sebab itu, aktifkan foglamp hanya pada saat jalan berkabut atau hujan sangat deras. Sementara ketika malam hari, cukup aktifkan lampu utama tanpa perlu dibantu foglamp.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”