Kia Carens Hadir Lagi Lewat Generasi Keempat, Berubah Jadi SUV 7-Seater

ulinulin.com – NEW DELHI – Kalau ingat awal mula merek Kia hadir di Indonesia, dua model MPV sangat mendominasi eksistensinya, yaitu Carnival dan Carens. Belum lama ini Carnival lahir generasi terbarunya, yang kemudian disusul oleh kembalinya Carens. Pada generasi barunya, Carens tampil dengan format baru, menjadi bergaya SUV.

Carens terbaru bukan lahir dari Korea Selatan, negara asal Kia, melainkan debut di India yang menjadi salah satu basis produksinya. Mobil ini akan mulai dipasarkan pada tahun 2022, untuk meramaikan pasar yang sudah dihuni oleh Hyundai Alcazar, Mahindra Marazzo, Maruti Suzuki XL6 dan Toyota Innova Crysta. Ya, Kia membuat Carens terbaru menjadi bergaya crossover tiga baris.

Tampilannya kini terbuka lebar menjawab foto mata-mata yang sempat beredar. Persis juga seperti ditampilkan sketsa teaser. Postur tegap gambaran utuh sebuah SUV. Seperti sudah diberitakan sebelumnya, Carens 2022 memakai Kia Seltos sebagai basis utama. Berarti juga berkaitan erat dengan Hyundai Alcazar yang tak lain versi melar Hyundai Creta. Tapi melihat Carens, sama sekali tak menggambarkan versi 7-seater Seltos.

Melihat muka asli tanpa samaran seketika cukup mengejutkan. Memperlihatkan raut desain baru Kia dengan bahasa terbaru berjuluk ‘Opposite United.’ Bentuk headlamp unik dan terkesan rumit, seperti Sportage terbaru tapi sangat berbeda. Lampu belakang sedikit mengikuti pola lampu utama dengan yang saling terhubung oleh garnish tipis. Begitu memperhatikan samping, ada yang janggal. Garis atap rata membuat windshield hingga kaca pilar B tampak begitu besar. Membuat kurang proporsional sebagai SUV.

Belum ada data soal dimensi keseluruhan. Dari penilaian mata, tergolong kompak hampir seukuran Suzuki XL7 di Indonesia. Lingkar roda dan ban juga tidak terlampau besar. Meski tetap tampak jangkung dan area fender diisi cladding hitam khas SUV.

Interior Carens memperlihatkan sisi modernitas Kia masa kini. Tentu saja tampak familiar karena memakai setir dan tuas transmisi bawaan dari Seltos. Panel serbadigital dan monitor infotainment 10,25 inci mengisi area tengah dasbor. Sudah mendukung koneksi Android Auto dan Apple CarPlay. Dentuman suara dijamin kualitasnya oleh audio Bose. Lalu disediakan wireless charging, ambient light 64 warna, koneksi UVO dan tentunya ventilated seat di trim atas. Tawaran 6-seater tentu menarik minat konsumen yang ingin privasi ala bos di jok baris tengah.

Dua pilihan mesin ditawarkan untuk konsumen India. Pertama unit bensin 1.4 liter GDi turbo penghasil daya 140 PS dan tori 242 Nm. Kedua diesel 1.5 liter CRDi bertenaga 115 PS dan 242 Nm. Keduanya sudah akrab lewat Seltos yang juga tersedia di pasar Indonesia. Transmisi tetap ada manual 6-speed. Tapi transmisi otomatis untuk bensin pakai DCT 7-speed, sedangkan diesel jenis konvensional 6-speed. Termasuk juga mode berkendara Eco, Normal dan Sport.

Soal peranti keselamatan tak ada yang istimewa. Belum punya sistem canggih seperti Toyota Safety Sense dan Honda Sensing. Penumpang cukup dilindungi 6 airbag, ABS+EBD, Electronic Stability Control, Hill-Start Assist, Downhill Brake Control dan kamera 360 derajat.

Keseriusan Kia India mendagangkan Carens terlihat dari jumlah varian ditawarkan. Total ada 6 trim: L, LX, EX, EX+, TX dan TX+. Tipe L sendiri dibagi lagi dalam trim HTP dan HT, sementara tipe LX hanya ada varian Premium. Belum lagi kasta atas EX dan EX+ yang punya opsi prestige dan Prestige+. Sama seperti TX dan TX+ terdiri dari trim Luxury dan Luxury+. Sungguh membingungkan. Harga baru diumumkan menjelang masa penjualan tahun depan. Apakah cocok juga dijual di Indonesia?ANINDIYO PRADHONO / WH

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”