Kisah Sukses Muhammad Yunus, Pengusaha Sosial Bangladesh

ulinulin.com – Mungkin banyak yang belum mengetahui Muhammad Yunus, pria asal Bangladesh yang rendah hati dan gemar menolong orang.

Siapa sangka, sifat mulianya ini membawanya kepada penghargaan perdamaian dan dikenal dunia sebagai pengusaha sosial.

Simak kisah sukses Muhammad Yunus, seorang pengusaha sosial dari Bangladesh.

Selamat membaca dan selamat terinspirasi!

Rubrik Finansialku

Masa Kecil Muhammad Yunus

Muhammad Yunus adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara.

Ia lahir pada tanggal 28 Juni 1940 dari sebuah keluarga berlatar belakang Muslim di desa Bathua, Hathazari, Chittagong, Bangladesh. Masa kecilnya dihabiskan di desa tersebut.

Ayahnya, Hazi Dula Mia Shoudagar, adalah seorang penjual perhiasan, dan ibunya adalah Sufia Khatun.

Pada tahun 1944, keluarganya pindah ke kota Chittagong, sehingga ia pun pindah dari sekolah desa ke Sekolah Dasar Lamabazar di kota tersebut.

Masa Sekolah Muhammad Yunus

Muhammad Yunus lulus ujian matrikulasi dari Chittagong Collegiate School dengan meraih peringkat ke 16 dari 39.000 siswa di Pakistan Timur.

Selama tahun-tahun sekolahnya, Muhammad Yunus adalah seorang anggota pramuka aktif.

Ia pergi ke Pakistan Barat dan India pada tahun 1952, serta ke Kanada pada tahun 1955 untuk menghadiri Jambore.

Kemudian, saat Muhammad Yunus belajar di Chittagong College, ia menjadi aktif dalam kegiatan budaya dan memenangkan penghargaan untuk drama.

Pada tahun 1957, ia mendaftarkan diri di Departemen Ekonomi di Universitas Dhaka dan menyelesaikan gelar Bachelor of Arts (BA) pada tahun 1960 dan MA pada tahun 1961.

Perjalanan Karier Muhammad Yunus

Setelah lulus, Muhammad Yunus bergabung dengan Biro Ekonomi sebagai asisten peneliti untuk penelitian ekonomi Profesor Nurul Islam dan Rehman Sobhan.

Selain itu, Muhammad Yunus juga diangkat menjadi dosen ekonomi di Chittagong College pada tahun 1961.

Di samping kesibukannya dalam mengajar, Muhammad Yunus juga mendirikan pabrik kemasan yang menguntungkan.

Pada tahun 1965, Muhammad Yunus menerima beasiswa Fulbright untuk belajar di Amerika Serikat.

Ia pun memperoleh gelar PhD di bidang ekonomi dari Program Pascasarjana Universitas Pembangunan Vanderbilt dalam Pembangunan Ekonomi (GPED) pada tahun 1971.

Dari tahun 1969 sampai 1972, Muhammad Yunus adalah asisten profesor ekonomi di Middle Tennessee State University di Murfreesboro.

[Baca Juga: Simak 50 Kata-kata Bijak Dale Carnegie Yang Membuat Anda Semakin Sukses Dan Bersemangat]

Muhammad Yunus, Aktivis Perang Pembebasan Bangladesh

Selama Perang Pembebasan Bangladesh pada tahun 1971, Muhammad Yunus bersama warga Bangladesh lainnya mendirikan sebuah komite warga negara dan mengelola Pusat Informasi Bangladesh.

Hal ini ia lakukan untuk meningkatkan dukungan bagi pembebasan.

Selain itu, Muhammad Yunus juga menerbitkan Newsletter Bangladesh dari rumahnya di Nashville.

Setelah perang, dia kembali ke Bangladesh dan diangkat ke Komisi Perencanaan Pemerintah yang dipimpin oleh Nurul Islam.

Namun, ia merasa pekerjaan itu membosankan dan tidak sesuai dengan passion-nya.

Oleh sebab itu, Muhammad Yunus memutuskan untuk mengundurkan diri dan bergabung dengan Universitas Chittagong sebagai kepala departemen Ekonomi.

[Baca Juga: Tak Ada Kesuksesan yang Instan dan Mudah, Yuk, Ketahui 5 Hal Untuk Meraih Kesuksesan!]

Aktivitas Sosial Muhammad Yunus

Pada masa kelaparan tahun 1974, Muhammad Yunus terlibat dalam pengentasan kemiskinan dan membentuk program ekonomi pedesaan sebagai salah satu proyek penelitian.

Pada tahun 1975, Muhammad Yunus mengembangkan sebuah Nabajug (Era Baru) Tebhaga Khamar (tiga peternakan saham) yang diadopsi pemerintah sebagai Program Masukan Kemasan (Package Input Programme).

Agar proyek ini lebih efektif, Muhammad Yunus dan rekan-rekannya mengusulkan program Gram Sarkar (pemerintah desa).

Diperkenalkan oleh Presiden Ziaur Rahman pada akhir 1970-an, Pemerintah Bangladesh membentuk 40.392 pemerintah desa sebagai lapisan keempat pemerintahan pada tahun 2003.

Namun pada tanggal 2 Agustus 2005, untuk menanggapi sebuah petisi dari Lembaga Bantuan dan Bantuan Hukum Bangladesh (BLAST), Pengadilan Tinggi menyatakan bahwa pemerintahan desa adalah ilegal dan inkonstitusional.

[Baca Juga: Bagaimana Cara Resign Kerja, Hidup Sejahtera, Mencapai Financial Freedom dan Bekerja Karena Passion?]

Muhammad Yunus juga mengembangkan Program Kewirausahaan Sosial Infolady dengan konsep kredit mikro untuk mendukung inovator di berbagai negara berkembang.

Pada bulan Desember 1976, ia mendapat pinjaman dari pemerintah Janata Bank untuk memberikan pinjaman kepada orang miskin di Jobra.

Lembaga tersebut terus beroperasi, mengamankan pinjaman dari bank lain untuk proyek-proyeknya.

Pada tahun 1982, ia pun memiliki 28.000 anggota.

Pada tanggal 1 Oktober 1983, proyek percontohan tersebut mulai beroperasi sebagai bank beroperasi penuh bagi orang-orang miskin Bangladesh dan diganti namanya menjadi Grameen Bank (Bank Desa).

Muhammad Yunus dan rekan-rekannya menghadapi segala hal mulai dari kaum radikal hingga pemuka agama konservatif yang mengatakan kepada wanita bahwa mereka akan ditolak pemakaman Muslim jika mereka meminjam uang dari Grameen.

Pada bulan Juli 2007, Grameen telah mengeluarkan US$6.38 miliar sampai US$7.4 juta untuk para peminjam.

Untuk memastikan pembayaran kembali, bank menggunakan sistem “kelompok solidaritas”.

[Baca Juga: Mengenal Franchise Bakmi Paling Tua yang Berdiri Sejak 1979, Bakmi Naga Resto]

Kelompok informal kecil ini mengajukan bersama untuk pinjaman dan anggotanya bertindak sebagai penolong pelunasan dan mendukung usaha satu sama lain untuk kemajuan ekonomi sendiri.

Pada akhir 1980-an, Grameen mulai melakukan diversifikasi dengan mengunjungi kolam pemancingan dan pompa irigasi seperti sumur tabung dalam.

Pada tahun 1989, kepentingan diversifikasi ini mulai tumbuh menjadi organisasi yang terpisah. Proyek perikanan menjadi Grameen Motsho “Grameen Fisheries Foundation” dan proyek irigasi menjadi Grameen Krishi “Grameen Agriculture Foundation“.

Pada masa itu, Grameen tumbuh menjadi kelompok usaha menguntungkan dan non-profit yang beragam, seperti Grameen Trust, Grameen Fund, Grameen Software Limited, Grameen CyberNet Limited, Grameen Knitwear Limited, serta Grameen Telecom, yang memiliki saham di Grameenphone (GP), sebuah perusahaan telepon pribadi terbesar di Bangladesh.

Sejak awal Maret 1997 sampai 2007, proyek Telepon Village GP telah membawa kepemilikan telepon seluler ke 260.000 masyarakat miskin pedesaan di lebih dari 50.000 desa.

Usaha yang Menginspirasi Negara Tetangga

Keberhasilan model keuangan mikro Grameen mengilhami upaya serupa di sekitar 100 negara berkembang dan bahkan di negara maju termasuk Amerika Serikat.

Banyak proyek kredit mikro mempertahankan penekanan Grameen untuk memberi pinjaman kepada wanita.

Lebih dari 94% pinjaman Grameen diberikan kepada perempuan, yang menderita kemiskinan.

Atas keberhasilannya bersama Grameen, Muhammad Yunus dinobatkan oleh Ashoka, lembaga internasional yang bergerak di bidang masalah sosial, sebagai Innovator for Public Global Academy Member pada tahun 2001.

Dalam buku Grameen Social Business Model, Rashidul Bari menunjukkan bagaimana model bisnis sosial Grameen (GSBM) telah berubah dari teori menjadi inspirasi.

Sebuah praktik yang diadopsi oleh universitas terkemuka (misalnya, Glasgow), pengusaha (misalnya, Franck Riboud) dan perusahaan (misalnya, Danone) di seluruh dunia.

[Baca Juga: 25+ Kata-kata Motivasi Dave Ramsey, Seorang Ahli Perencana Keuangan Pribadi]

Melalui Grameen Bank, Rashidul Bari mengklaim bahwa Muhammad Yunus menunjukkan bagaimana Grameen Social Business Model dapat memanfaatkan semangat kewirausahaan untuk memberdayakan perempuan miskin dan meringankan kemiskinan mereka.

Salah satu kesimpulan dari konsep Muhammad Yunus adalah bahwa orang miskin itu seperti “pohon bonsai”. Mereka dapat melakukan hal-hal besar jika mereka mendapatkan akses ke bisnis sosial yang berpotensi memberdayakan mereka untuk menjadi mandiri.

Belajar Kewirausahaan dari Muhammad Yunus

Muhammad Yunus telah dikenal sebagai pelopor dalam dunia kewirausahaan sosial, dan barangkali adalah wajah yang sangat dikenal dalam dunia bisnis wirausaha.

Muhammad Yunus terkenal sebagai pendiri Grameen Bank, sebuah lembaga keuangan mikro yang mengangkat jutaan orang Bangladesh keluar dari kemiskinan dengan memberi mereka akses ke pinjaman kecil tanpa agunan.

Atas semua upaya dan kerja kerasnya, Muhammad Yunus dianugerahi Hadiah Nobel untuk perdamaian pada tahun 2006.

Melanjutkan kesuksesannya, dia terlibat dengan Grameen Foundation, Grameen Phone, Grameen Danone dan banyak institusi lainnya yang bereputasi tinggi.

Anda sebagai pebisnis atau wirausaha, berikut ini pembelajaran penting yang dapat kita ambil dari kisah sukses Muhammad Yunus.

Sebelum itu, ingatlah untuk memisahkan uang pribadi dan hasil usaha. Ingin tahu caranya? Download e-book gratis dari Finansialku!

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

#1 Fokus pada Pasar yang Belum Terlayani atau Kurang Terlayani

Muhammad Yunus memulai perjalanannya dengan meminjamkan US$27 kepada 42 wanita di pedesaan Bangladesh. Ini adalah pasar yang tidak ditangani oleh bank.

Muhammad Yunus menciptakan pasar baru, dengan memberi pinjaman kepada wanita-wanita miskin tanpa jaminan.

Dalam percakapan dengan TED, Muhammad Yunus menjelaskan bagaimana dia membuat wanita miskin menjadi pemilik bank.

Dengan berbuat demikian, dia menunjukkan bahwa wanita dan orang miskin dapat dipercaya untuk mengurus nasib mereka sendiri.

Yang mereka butuhkan hanyalah sedikit modal, dan uang akan membuat semuanya berbeda.

#2 Bermimpi Besar

Muhammad Yunus memulai usaha dari yang kecil, tapi dia terus maju dan terus bertambah besar. Visinya untuk Grameen Bank tidak pernah goyah.

Kembali pada tahun 1983, ketika Bank Grameen menjadi entitas independen, Muhammad Yunus memiliki 86 kantor cabang dan 58.000 peminjam.

Hebatnya, pada tahun 2010 ada 2.800 cabang dan lebih dari tujuh juta peminjam.

Dia tak hanya ingin mengeluarkan ribuan orang dari kemiskinan, tapi ia terobsesi untuk membantu jutaan orang.

Bukan orang-orang di negara asalnya, Bangladesh, tetapi juga di seluruh orang di dunia.

#3 Kolaborasi adalah Kunci Pertumbuhan

Grameen Bank mengandalkan bantuan luar negeri dan hibah untuk mengembangkan bisnis dan membuktikan modelnya.

Ini tidak mungkin terjadi jika Muhammad Yunus tidak setuju untuk bermitra dan berkolaborasi dengan banyak mitra.

Setelah Grameen Bank, Muhammad Yunus memulai banyak inisiatif lainnya, namun yang terpenting dan mengesankan adalah dengan kerja sama dengan MNC Danone Prancis.

Muhammad Yunus berusaha untuk memenuhi salah satu mimpi besar lainnya, yaitu untuk mengubah wajah kapitalisme selamanya dengan mengenalkan konsep bisnis sosial.

Muhammad Yunus bekerja dengan Iqbal Z. Quadir untuk meluncurkan Grameen Phone, penyedia telekomunikasi yang kemudian menjadi penyedia layanan mobile terbesar di negara itu.

[Baca Juga: 25+ Kata-kata Bijak David Ogilvy Ini Memberikan Pelajaran Dalam Bisnis dan Iklan]

#4 Diversifikasi Bila Diperlukan

Muhammad Yunus tidak hanya duduk tegak setelah sukses dengan Grameen Bank, dia malah berusaha untuk melakukan diversifikasi.

Pada akhir 1980an, Grameen mulai melakukan diversifikasi proyek lain, yang kini tumbuh menjadi organisasi terpisah seperti Grameen Motsho, Grameen Krishi, Grameen Trust, Grameen Fund, Grameen Software Limited, Grameen CyberNet Limited, dan Grameen Knitwear Limited.

Salah satu entitasnya, yakni Grameen Telecom, memiliki saham di perusahaan telepon pribadi terbesar di Bangladesh, Grameenphone.

#5 Memelihara, Mengerami dan Membantu Orang lain

Yunus Social Business (YSB), sebuah sumber penghasilan tambahan dari The Grameen Creative Lab, membantu menciptakan bisnis sosial di seluruh dunia.

Kerja sama Muhammad Yunus, Saskia Bruysten, Sophie Eisenmann dan Hans Reitz lewat YSB memberikan layanan konsultasi kepada perusahaan, pemerintah, yayasan dan LSM.

Selain YSB, Yunus membantu menciptakan Yayasan YY (Yunus + You), untuk membantu pengusaha sosial muda di bawah usia 25 tahun untuk menjalin jaringan dan mengembangkan gagasan bisnis sosial mereka.

#6 Bersiap untuk Para Kritikus

Untuk semua pekerjaan baiknya, Muhammad Yunus telah dikritik di berbagai bidang.

Peneliti dari Lab Aksi Kemiskinan MIT mempertanyakan apakah pembiayaan mikro benar-benar bekerja, terutama di negara-negara seperti India.

Di Bangladesh, kepala partai yang berkuasa menyerang Yunus yang mengatakan bahwa dia mendapatkan keuntungan dari “mengisap darah” dari orang miskin.

Banyak wartawan juga mempertanyakan kemanjuran kredit mikro yang menjadi gagasannya.

Yang lebih parah, dia juga diminta turun sebagai managing director Grameen Bank, institusi yang ia ciptakan.

Menanggapi semuanya itu, ia hanya bekerja yang terbaik dan membiarkan para kritikus tersebut melihat hasil dari buah karyanya.

Karier Mendunia dan Penghargaan Muhammad Yunus

Dari tahun 1993 sampai 1995, Muhammad Yunus adalah anggota Kelompok Penasihat Internasional untuk Konferensi Dunia Keempat tentang Wanita, sebuah jabatan yang diangkat oleh sekretaris jenderal PBB.

Dia telah bertugas di Komisi Global untuk Kesehatan Wanita, Dewan Penasihat untuk Pembangunan Ekonomi yang Berkelanjutan, dan Kelompok Pakar untuk Perempuan dan Keuangan PBB.

Muhammad Yunus juga adalah salah satu anggota dewan Yayasan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Muhammad Yunus saat menerima Nobel Prize atas inovasi Grameen Bank

Atas gagasan dan upayanya, ia pun berhasil menerima berbagai penghargaan internasional, antara lain:

    Mohamed Shabdeen Award for Science (1993)

    Sri Lanka: Humanitarian Award (1993)

    CARE, USA: World Food Prize (1994), World Food Prize Foundation, USA: lndependence Day Award (1987)

    Penghargaan tertinggi di Bangladesh: Penghargaan Kepemimpinan Kemanusiaan Hussein Raja (2000), Yayasan Raja Hussien

    Yordania: Volvo Environment Prize (2003), Volvo Environment Prize Foundation

    Swedia: Nikkei Asia Prize for Regional Growth (2004),

    Jepang: Nihon Keizai Shimbun

    Belanda: Franklin D. Roosevelt Freedom Award (2006), Roosevelt Institute of the Netherlands.

    Korea: Seoul Peace Prize (2006), Seoul Peace Prize Cultural Foundation, Seoul, Korea.

Berbuat Kebaikan Seperti Muhammad Yunus

Seluruh pencapaian Muhammad Yunus yang menakjubkan itu merupakan buah dari sifatnya yang ingin membantu orang miskin.

Dengan memberi tanpa pamrih, ia akhirnya meraih kesuksesan yang tidak bisa ia bayar dengan apapun.

Anda dapat membagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan atau kenalan Anda yang membutuhkan.

Jika Anda memiliki saran, tanggapan atau pertanyaan, Anda dapat menuliskannya pada kolom yang telah tersedia di bawah ini. Terima kasih!

Sumber Referensi:

    The Noble Foundation 2006 – Muhammad Yunus – Biographical. Nobelprize.org – https://goo.gl/K2iLUX

    Nelson Vinod Moses. 6 lessons for young social entrepreneurs from Muhammad Yunus. Yourstory.com – https://goo.gl/cbD9wu

    Matthew Tukaki. 20 Mei 2014. Muhammad Yunus: The original social entrepreneur: his story and lessons learnt. Linkedin.com – https://goo.gl/JwcrH9

Sumber Gambar:

    Muhammad Yunus – https://goo.gl/tj26v2

    Muhammad Yunus 2 – https://goo.gl/b6qRMz

    Muhammad Yunus 3 – https://goo.gl/fdMDFh

    Muhammad Yunus 4 – https://goo.gl/pZVze5

    Muhammad Yunus 5 – https://goo.gl/2seD51

    Muhammad Yunus 6 – https://goo.gl/ybRQH9

    Grameenphone – https://goo.gl/jUrwcU

    Penghargaan untuk Muhammad Yunus – https://goo.gl/pXESnu

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website finansialku.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”