Lakukan 8 Hal Ini, Sebelum dan Saat Perjalanan Libur Akhir Tahun

ulinulin.com – JAKARTA — Libur telah tiba. Yap, jargon ini memang sangat terkenal saat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Akhir tahun banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pergi berlibur ke berbagai tempat yang menyenangkan bersama dengan orang-orang tersayang. Meski masih harus menjalani protokol kesehatan yang ketat, perjalanan bersama keluarga sangat dinantikan.

Sebelum melakukan perjalanan, Anda sebaiknya melakukan sejumlah persiapan kendaraan. Cek kondisi kendaraan Anda apakah siap diajak melakukan perjalanan jauh. Hal ini dimaksudkan agar para penumpang merasakan perjalanan yang aman dan menyenangkan, serta meminimalisir resiko timbulnya kendala selama perjalanan.

Nah, apa saja yang harus dilakukan? DFSK membagikan panduan untuk perawatan kendaraan yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan:

Hal pertama yang bisa dilakukan oleh pemilik kendaraan adalah melakukan pengecekan oli mesin. Pemilik kendaraan bisa mengecek melalui dipstick oli yang ada di ruang mesin kendaraan.

Apabila oli mesin yang tidak mencapai batas minimal di dipstick oli, pemilik kendaraan bisa menambahkan dengan oli yang sama. Selain itu, bisa di cek juga di bagian kolong mesin, apakah ada kebocoran atau tidak.

Tekanan angin harus sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh pabrikan. Jangan sampai tekanan angin di ban kekurangan ataupun kelebihan. Pemilik mobil bisa mengecek tekanan angin yang sudah ditetapkan oleh pabrikan melalui stiker yang ada di dalam pintu mobil pengemudi. Dan di beberapa kendaraan seperti Glory i-AUTO sudah terdapat TPM (tire pressure monitor) untuk memudahkan pengecekan tekanan angin pada ban.

Sebuah kendaraan bisa dikendarai secara maksimal dan optimal berkat sejumlah cairan yang ada di dalamnya. Jadi, jangan lupa untuk memeriksa cairan radiator, minyak rem, dan air wiper. Apabila sudah berkurang, pemilik kendaraan bisa menambahkan cairan yang sesuai dengan spesifikasinya.

Sebelum melakukan perjalanan, jangan lupa untuk membersihkan kabin kendaraan agar nyaman untuk ditumpangi. Kebersihan harus dijaga dan jangan sampai banyak sisa makanan yang berserakan karena bisa mengundang hewan untuk datang seperti semut, kecoa, atau bahkan tikus.

“Selain melakukan pemeriksaan sendiri di rumah, konsumen bisa datang ke bengkel resmi DFSK yang tersebar di hampir seluruh daerah di Indonesia. Seluruh mekanik kami yang sudah terlatih dan tersertifikasi akan memeriksa kondisi kendaraan konsumen, sehingga kendaraan tersebut siap untuk digunakan bepergian akhir tahun bersama dengan orang-orang tersayang ke berbagai lokasi yang menyenangkan,” ungkap PR & Media Manager PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi.

Selain persiapan kendaraan yang lengkap, jangan lupa juga untuk menerapkan safety driving alias tata cara berkendara yang aman selama perjalanan. Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh pengemudi selama perjalanan untuk meminimalisir resiko kecelakaan lalu lintas

Pengemudi wajib untuk mematuhi berbagai rambu-rambu lalu lintas yang sudah disediakan seperti wajib berhenti saat lampu merah, jangan berhenti di daerah terlarang, dan memperhatikan area-area pejalan kaki. Mematuhi rambu-rambu lalu lintas membuat perjalanan Anda akan semakin tertib dan bisa meminimalisir resiko kecelakaan.

Batasi kecepatan maksimal di jalan raya, termasuk di jalan tol. Biasanya jalan tol memiliki batas kecepatan maksimal di 80-100 kilometer per jam. Semakin tinggi kecepatan kendaraan maka akan semakin tinggi juga percepatan mobil sehingga mobil akan semakin sulit untuk dikendalikan.

Menjaga jarak antar kendaraan perlu diperhatikan agar pengemudi bisa mengantisipasi beragam kejadian yang ada di depan, termasuk kecelakaan beruntun. Pengemudi sebaiknya menjaga jarak antar kendaraan di jalan tol sekitar 5 detik. Selain itu, apabila ingin berhenti di belakang kendaraan lain, pastikan memberikan jarak yang cukup agar kendaraan Anda bisa bermanuver saat dibutuhkan.

Jangan lupa istirahat yang cukup apabila melakukan perjalanan jarak jauh. Pengemudi sebaiknya beristirahat sekitar 15-30 menit setelah melakukan perjalanan sejauh 2-3 jam perjalanan. Kembali pulihkan tenaga agar tidak mengantuk untuk menghindari kecelakaan karena kelelahan saat mengemudi. (RAJU)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”