Margarin dan Mentega, Mana yang Lebih Sehat?

ulinulin.com – Margarin dan mentega (butter) merupakan produk makanan yang sama-sama punya dampak bagi kesehatan.

Kedua bahan makanan berbeda ini jamak digunakan untuk memasak, membuat kue, sampai olesan roti.

Di antara mentega dan margarin, manakah yang lebih baik bagi kesehatan?

Perbedaan mentega dan margarin

Melansir Medical News Today, mentega adalah produk susu yang dibuat dengan mengocok krim atau susu untuk memisahkan komponen padat dari cairan.

Sementara itu, margarin dibuat dari minyak nabati seperti minyak sawit, minyak canola, atau minyak kedelai.

Kedua bahan pembuatan yang berbeda dari margarin dan mentega itu menghasilkan komponen yang berbeda, termasuk jenis lemaknya.

Mana yang lebih baik?

Keputusan memilih mentega atau margarin disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan diet setiap individu.

Komunitas medis sempat memberikan label tidak sehat pada mentega. Para ahli menyebut, mentega mengandung banyak lemak jenuh yang tak baik bagi kesehatan.

Namun, bukan berarti margarin yang dibuat dari minyak nabati lebih lebih sehat.

Proses pembuatan margarin melalui proses hidrogenisasi. Proses ini bertujuan mengubah minyak cair menjadi zat padat pada suhu kamar.

Dalam proses tersebut, studi menemukan margarin jadi mengandung lemak trans.

Sehingga, mengonsumsi margarin dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

Mana yang lebih sehat untuk jantung?

Seperti yang sudah dibahas di atas, mentega mengandung lemak jenuh sedangkan margarin mengandung lemak trans.

American Heart Association pada 2017 menyebut, secara umum lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di pembuluh darah.

Akan tetapi, imbas kenaikan kadar kolesterol jahat tersebut tidak signifikan menaikkan kadar lemak trans. Sehingga, kadar kolesterol baik (HDL) masih terjaga.

Lain halnya dengan margarin yang bisa menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL), di sisi lain juga menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam tubuh.

Kendati tidak ada pilihan benar-benar sehat, para ahli menyarankan agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan, penggunaan kedua bahan ini baiknya tidak berlebihan.

Tubuh membutuhkan lemak dalam jumlah kecil agar tetap berfungsi optimal dan mampu menyerap nutrisi.

Lemak dalam jumlah ideal juga memberikan perasaan kenyang, sehingga orang tidak terus-menerus merasa lapar.

Bagi orang yang sedang mengelola penyakit jantung dan kolesterol tinggi, baiknya asupan kolesterol diminimalkan.

Mereka lebih dianjurkan mengonsumsi margarin daripada mentega. Namun ingat, batasi konsumsinya seminimal mungkin.

Alternatif selain margarin dan mentega

Tubuh setiap orang merespons lemak makanan dengan cara berbeda. Hal itu tergantung faktor genetik, status kesehatan, jenis kelamin, dan pola gizi masing-masing.

Opsi paling sehat antara mentega atau margarin adalah mempertimbangkan takaran setiap konsumsinya.

Selain itu, penting untuk tetap memilih jenis margarin atau mentega yang tawar (minim garam) dan rendah lemak.

Jika masih khawatir mengonsumsi margarin atau mentega, Anda disarankan menggantinya dengan minyak zaitun.

Minyak zaitun mengandung lemak tak jenuh tunggal dan kaya antiosidan. Minyak ini dapat mengurangi kolesterol, mencegah peradangan, serta bisa mengontrol gula darah.

Alternatif yang lebih sehat dari minyak, mentega, dan margarin bisa menggunakan alpukat, saus apel, pure labu, yoghurt, atau kacang-kacangan.

Selain sehat, bahan makanan tersebut juga lebih berpotensi meningkatkan nilai gizi makanan.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”