Masjid Gedhe Mataram, Objek Wisata Religi yang Sarat Sejarah di Bantul

ulinulin.com – Rasanya sampai saat ini Jogja masih masuk dalam jajaran tujuan wisata yang favorit. Bukan tanpa sebab karena kota pendidikan ini memang ada banyak tujuan wisata. bagi anda yang gemar mengunjungi tempat bersejarah, Masjid Gedhe Mataram Kotagede bisa dijadikan tujuan. Masjid cantik ini juga dikenal dengan Masjid Gedhe Kauman yang menjadi bangunan penting.

Merupakan milik dari Keraton Jogja dan sudah ada sejak keraton berdiri. Sejarah panjang yang dimilikinya inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk singgah. Anda juga bisa menikmati arsitektur bangunan yang masih dipertahankan sejak dulu. Bagi anda yang ingin lebih mengenal Masjid Kauman Bantul, Jogja ini, anda bisa menyimak ulasan berikut.

Sejarah Masjid Gedhe Mataram Kotagede

Masjid Gedhe Mataram Kotagede ini merupakan masjid yang paling tua dan pertama di kawasan Keraton Jogja. Sehingga wajar jika memiliki sejarah panjang yang membuat banyak orang penasaran. Di bangun pada 1575 sampai 1601 Masehi oleh raja pertama Mataram Islam yang bernama Panembahan Senopati. Dalam proses pembangunnya banyak dibantu etnis Hindu.

Tepatnya mengikuti Ki Ageng Pemanahan yang merupakan ayah dari Panembahan Senopati dalam perjalanan hijrah dari Pajang menuju Mataram. Karena inilah ada beberapa ciri khas dari bangunan yang bentuknya masih berhubungan dengan Hindu. Masyarakat sekitar membangun pada bagian masjidnya, sementara Umat Hindu pada bagian pagarnya.

Konsep tersebut diajarkan oleh Sunan Kalijaga dan sampai saat ini masih dipertahankan. Inilah juga yang menjadi alasan mengapa bentuk bangunan Masjid Gedhe Mataram sampai saat ini tidak diubah. Terutama pada bagian pintu gerbang utara yang belum mengalami renovasi sama sekali.

Mempertahankan bentuk dari bangunan asli ini bukanlah tanpa alasan, melainkan sebagai upaya untuk akulturasi budaya. Pada saat itu masyarakat memang masih belum menerima Agama Islam, dan masjid ini sebagai cara untuk menyebarkan agama Islam. Seiring waktu berjalan bangunan masjid cantik ini mengalami perkembangan.

Masjid yang awalnya sederhana, perlahan sudah ditambahkan serambi dan juga halaman masjid. Dimana perkembangan ini dimulai saat masa Sultan Agung atau saat 1611. Terdapat juga sumber lain yang menyebutkan masjid di Jogja ini dibangun oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Dilihat dari prasasti yang berbahasa Jawa dan ditulis bahasa Arab di halaman Masjid Kotagede.

Daya Tarik yang Dimiliki Masjid Gedhe Mataram

1. Terdapat Pohon Wringin Sepuh

Ada beberapa keunikan yang membedakan Masjid Gedhe Mataram Kotagede ini dengan masjid lainnya. Seperti kehadiran pohon beringin besar yang dikenal dengan Wringin Sepuh. Konon katanya siapa yang bertapa di bawah pohon ini kemudian ada dua dahan jatuh dengan posisi telentang dan telungkup, maka keinginannya akan terwujud.

2. Arsitektur Masjid yang Unik

Arsitektur juga mencuri perhatian dengan gaya jawa tradisional dengan bentuk limasan. Anda bisa melihat bagian atap masjid yang bentuknya limasan dan dibagi menjadi dua ruang. Ruang tersebut terdiri dari bagian inti dan serambi. Di sekitar masjid, wisatawan juga bisa melihat parit yang pada zaman dahulu digunakan untuk tempat wudhu.

Ruangan utama masjid menggunakan pintu masuk yang jumlahnya ada tiga, semua dibuat dari kayu jati. Pada ruang utama masjid, anda akan menemukan empat soko guru yang juga dibuat dari kayu jati. Masjid Gedhe Mataram juga memiliki mihrab dengan tiang semu di bagian atas. ada juga pawestren atau tempat sholat wanita yang dihubungkan ke ruang utama dengan pintu.

3. Terdapat Kompleks Makam

Area masjid di Kotagede ini memang sangat luas, di bagian selatan masjid terdapat juga kompleks makam dari keluarga Keraton Mataram Islam. Kompleks makam sendiri dibagi menjadi tiga bagian yakni Prabayaksa di bagian depan, Witana di tengah dan Tajug di bagian belakang. Bangunan di belakang masjid cantik ini saat ini dikelola langsung oleh Keraton.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Secara administratif Masjid Gedhe Mataram berada di Jalan Watu Gilang, Kotagede, Yogyakarta. Untuk sampai di lokasi anda tidak akan kesulitan untuk menemukannya, jaraknya juga hanya sekitar 7 km dari pusat kota. Setidaknya anda membutuhkan waktu selama 30 menit jika dari pusat kota.

Lokasinya dekat dengan Pasar Kotagede yang memang sudah terkenal. Untuk menuju lokasi, anda tidak akan kesulitan. Anda bisa memanfaatkan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seperti ojek, becak atau trans jogja. Apabila bila anda kesulitan, anda juga bisa memanfaatkan maps yang terpasang di smartphone anda atau bisa juga memanfaatkan jasa tour.

Mengingat masjid ini merupakan tempat umum dan tempat ibadah, maka wisatawan yang datang tidak perlu menyiapkan biaya tiket masuk. Memasuki kawasan masjid, anda hanya perlu menyiapkan budget untuk biaya parkir. Biaya parkir sekitar Rp 2 ribu untuk motor dan untuk mobil sekitar Rp 5 ribu. Tentu saja harga parkir ini bisa berubah sewaktu waktu.

Sementara untuk jam operasional Masjid Gedhe Mataram, anda bisa berkunjung kapanpun. Mulai dari hari Senin sampai dengan hari Minggu dan buka selama 24 jam. Namun untuk memastikan jika semua area tidak dikunci, ada baiknya anda datang saat waktu sholat. Karena pada saat itu selain bisa berjamaah, sudah pasti masjid terbuka untuk beribadah.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Masjid Gedhe Mataram

1. Wisata Religi dan Sejarah

Jika anda sedang ingin wisata religi, anda bisa singgah Masjid Gede Kotagede ini. Tempat ibadah yang berada di Jogja ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Anda bisa menikmati keindahan arsitektur dari peninggalan Kerajaan Mataram Islam. Anda juga bisa ziarah di Makam yang berada di belakang dari masjid.

2. Menikmati Keindahan Masjid

Seperti yang disebutkan sebelumnya, di Masjid Gedhe Mataram Kotagede anda bisa menikmati arsitekturnya. Karakteristik khas Jawa yang kental bisa anda temukan pada bangunannya. Anda juga bisa melihat adaptasi gaya arsitektur Budha dan Hindu. Seperti pada Gapura Masuk pada masjid yang memperlihatkan kerukunan umat beragama saat itu.

Di halaman masjid, anda juga bisa menemukan prasasti yang bentuknya bujur sangkar dan terdapat mahkota. Terdapat juga Bedug yang dihadiahi oleh Nyai Pringgit dari Desa Dondong. Bedug tersebut hingga kini konon masih digunakan, sementara mimbarnya yang unik sudah disimpan yang asli. Saat ini yang ada di Masjid menawan ini hanyalah tiruan.

3. Jalan jalan di Kawasan Kotagede

Tidak hanya mengunjungi masjidnya, anda juga bisa berkeliling Kotagede. Kawasan Kota Tua ini memiliki beberapa bangunan tua yang menarik untuk dijelajahi. Anda bisa memulai dari Pasar Kotagede, kemudian berburu souvenir perak. Atau bisa juga mengunjungi kedhaton ataupun reruntuhan benteng sisa masa lalu.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Masjid

Di Masjid Gedhe Mataram, anda bisa menemukan fasilitas yang terbilang lengkap. Seperti area parkir yang begitu luas untuk kendaraan pengunjung. Karena masih digunakan untuk beribadah, anda bisa menemukan fasilitas seperti tempat ganti dan juga toilet. Di sekitar area masjid, anda juga bisa menemukan beberapa warung berjajar,

Apabila anda lelah menyusuri keindahannya, anda bisa beristirahat di bangsal. Terdapat juga toko yang menyediakan cinderamata yang bisa anda jadikan buah tangan untuk keluarga di rumah. Souvenir yang disediakan mulai dari blangkon, baju adat, kain batik sampai kaos. Anda juga bisa dengan mudah menemukan penginapan yang dekat dengan Masjid Gedhe Mataram.

Liburan ke Jogja, tepatnya di kawasan Kotagede Bantul tidak lengkap jika tidak singgah di Masjid Gedhe Mataram. Selain beribadah, anda juga bisa sekalian wisata religi ataupun mengagumi arsitekturnya. Jejak islam pada masa lampau begitu terlihat di masjid yang khas bangunan jawa ini. Ada banyak hal menarik yang lainnya di sekitar masjid cantik ini.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website javatravel.net. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”