Melihat dari Dekat BYD e6, Mobil Listrik yang Digunakan Blue Bird

ulinulin.com – Dalam ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Blue Bird Group turut berpartisipasi dengan memamerkan dua unit mobil listriknya. Satu unit yang dipajang di dalam area indoor GIIAS 2019, merupakan mobil listrik besutan Tesla untuk armada Silver Bird, dan satu unit lainnya merupakan mobil listrik besutan BYD Auto untuk armada Blue Bird yang dihadirkan di area outdoor.

Untuk mobil listrik Tesla X 75D, pengunjung GIIAS 2019 hanya bisa melihat dan memperhatikan fitur-fiturnya. Sedangkan untuk unit mobil listrik BYD e6, pengunjung bisa mendaftar test drive dan merasakan bagaimana menumpangi sebuah mobil listrik.

Saat berada di dalam kabin mobil listrik BYD, penumpang akan dijelaskan mengenai apa saja fitur yang tersedia dan bagaimana cara mengoperasikan mobil listrik. Ketika berada di dalam kabin, penumpang bisa langsung mengenali apa saja perbedaannya dibanding taksi konvensional Blue Bird. Salah satu komponen yang langsung menyita perhatian ketika duduk di bangku depan mobil ini adalah tuas transmisinya. Mobil listrik BYD yang digunakan Blue Bird menggunakan transmisi otomatis yang bentuknya tak seperti transmisi otomatis konvensional.

Untuk mengoperasikannya, pengemudi cukup menggeser tuas transmisi ke posisi yang diinginkan. Nantinya, posisi tuas transmisi sedang berada di gigi berapa, akan terlihat di layar MID, apakah sedang masuk posisi D, R, N, atau P. “Karena setiap digeser, posisi tuas kembali ke tengah,” ujar Syahrul, pengemudi mobil listrik Blue Bird saat ditemui momobil.

Hal menarik berikutnya yakni hilangnya tanda pengenal pengemudi taksi yang biasa terpajang di bagian dashboard. Tanda pengenal berikut argo taksi, kini menjadi disatukan dalam satu layar digital. Dalam layar tersebut, tertera identitas pengemudi beserta fotonya, dan argo yang harus dibayarkan penumpang. “Biaya argonya masih sama, mulai dari Rp6.500 sejak membuka pintu dan Rp4.100 per kilometer,” kata Syahrul.

Di BYD e6, pengemudi juga tak akan menemukan tuas rem tangan. Untuk menggunakan rem tangan, pengemudi cukup menggunakan tombol P yang berada di bagian handrest. Pengemudi juga tak perlu khawatir lupa menurunkan rem tangan. Karena saat memindahkan gigi ke posisi D, rem tangan akan otomatis tidak aktif. Di luar itu, BYD e6 juga sudah mengadopsi fitur-fitur pada mobil kekinian seperti keyless entry dan tombol power untuk menyalakan mesin.

Bergeser ke bagian luar, Syahrul menunjukkan lokasi baterai di BYD e6. Letak baterai tersebut berada di kolong mobil, dan membentang dari bagian kap hingga bagasi. Lalu, bagaimana jika terpaksa melintasi banjir? Syahrul mengaku kurang memahami apakah baterai BYD e6 sanggup bertahan jika diajak menerjang banjir. Namun seperti dilansir Daily Social, pengemudi mobil listrik Blue Bird harus bisa memperkirakan apakah sebuah genangan bisa diterobos atau harus mencari rute lain ketika batas air melewati 30 cm.

Mobil BYD e6 juga disebut Syahrul lebih irit dan tentunya ramah lingkungan. Saat ini ia juga tak harus mengeluarkan uang ketika mengisi ulang baterai karena belum dipungut biaya di tempat-tempat tertentu seperti di gedung BPPT.

Adapun saat ini Blue Bird Group telah membeli lima unit Tesla X 75D dan 25 unit BYD e6. Berapa harga pasti per unitnya, pihak Blue Bird belum bisa membukanya kepada publik. Namun berdasarkan laporan CNBC, harga BYD e6 di pasaran berkisar US$35 ribu hingga US$74 ribu. Sedangkan Tesla X 75D, harga paling murahnya dibanderol sekitar US$200 ribu.

Penulis: Danang Setiaji

Sumber gambar: momobil

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website momobil.id. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”