Membedah Fitur Canggih Direct Drive System Pada Koenigsegg Regera

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/11/28/6kDubyiR/koenigsegg-regera-s–1dbe.jpg”>

Sebuah hypercar tak ubahnya seperti perhiasan yang mampu membius setiap orang untuk menatap saat melintas. Bentuk bodi indah dan suara menggelegar adalah hal esensial di dalamnya. Namun, di balik keindahan bodinya, ia juga wajib punya performa yang luar biasa. Seperti Koenigsegg Regera yang diperkenalkan pertama kali pada ajang Geneva Motor Show 2015. Ia punya total tenaga hingga 1.500 dk dan torsi brutal sebesar 2.000 Nm. Menariknya, tenaga dan torsi masif tersebut diterjemahkan langsung ke aspal tanpa perantara transmisi.

Christian Von Koenigsegg menciptakan Koenigsegg Direct Drive System (KDD) dan dikembangkan untuk Regera oleh Koenigsegg Advanced Engineering Team. Sistem ini bekerja sangat efektif dengan mengeliminir fungsi dari transmisi dan memanfaatkan kinerja baterai sebagai mobil elektrik murni. Regera tidak memiliki transmisi bergigi konvensional, ia menggunakan gigi tetap satu percepatan. Sistem ini disebut direct drive dengan rasio gigi akhir 2,73:1, berarti crankshaft (poros mesin) yang bernaung di dalam mesin pembakaran internalnya akan berputar 2,73 kali untuk setiap putaran poros dari mekanismenya.

Koenigsegg Direct Drive System (KDD) diciptakan oleh Christian Von Koenigsegg yang mengoptimalkan kinerja baterai

Saat kecepatan di bawah 50 km/jam, ia akan digerakkan oleh dua motor elektris yang memproduksi tenaga hingga 240 dk terletak di poros roda, pun begitu saat mundur. Sebaliknya saat melampaui 50 km/jam, kecepatan putaran dari mesin sekaligus motor elektris ketiga yang terletak di crankshaft, akan menyesuaikan putaran roda ketika kopling hidraulis mengunci. Koenigsegg telah mengembangkan mekanisme slip pada kopling yang memanfaatkan kopling hidraulis untuk mentransfer torsi pada kecepatan menengah atau tinggi saat berakselerasi cepat. Hal ini memungkinkan mesinnya untuk menambah putaran dan tenaga, otomatis memberikan sensasi perpindahan gigi layaknya transmisi konvensional.

Walaupun tanpa girboks, Paddle shift tetap berada di balik kemudi. Tuas sebelah kiri berfungsi untuk menambah kemampuan regenerative braking untuk mengisi daya baterainya. Kemudian tuas sebelah kanan didaulat untuk mengaktifkan ‘downshift’ kopling hidraulisnya. Produsen asal Swedia ini bekerja sangat keras dalam pengembangan Regera. Sistem KDD ini tak hanya lebih efisien dalam pengurangan bobot berkat hilangnya ‘gelondongan’ transmisi konvensional. Ia juga diklaim mengurangi power loss sebanyak 50% dari transmisi tradisional maupun CVT.

Koenigsegg mengklaim kecepatan maksimal dari Regera sanggup mencapai 400 Km/jam

Selanjutnya ada lagi teknologi baterai termutakhir. Koenigsegg berusaha maksimal untuk membuat baterai dengan performa terbaik dan paling aman untuk Regera. Seluruh riset dan pengujian ini melahirkan baterai dengan daya 4,5 kWh dan 800 volt, menjadikannya mobil pertama di dunia dengan daya baterai sebesar itu. Tak hanya punya kekuatan ekstrem, baterainya pun memiliki bobot yang sangat ringan. Dalam dunia otomotif, performa baterai seperti ini hanya dapat ditemukan dalam mobil balap Formula 1. Punya bobot 75 kg, ia berhasil dibuat lebih ringan 40 kg dari versi konsepnya. KDD tak hanya membuat performanya lebih baik, ia sekaligus menawarkan kehalusan luar biasa saat berkendara.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”