Mengenal Inklusi Keuangan dan Perannya dalam Pemerataan Ekonomi

ulinulin.com – Aktivitas ekonomi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dari belanja, layanan kredit, tarik tunai dan lainnya. Hal tersebut adalah bagian dari inklusi keuangan.

Istilah iklusi keuangan mungkin masih asing di telingamu, bukan? Padahal, tanpa sadar kita sudah melakukan aktivitas tersebut setiap harinya.

Jadi, apa sebenarnya inklusi keuangan itu? Yuk, cari tahu di bawah ini.

Apa Itu Inklusi Keuangan?

© Rawpixel.com

Menurut World Bank atau Bank Dunia, inklusi keuangan adalah akses bagi individu dan bisnis untuk menggunakan produk dan layanan keuangan.

Layanan tersebut bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, misalnya transaksi pembayaran, tabungan, kredit, dan asuransi yang dilakukan dengan efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, ada pula definisi inklusi keuangan menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Nomor 76/POJK.07/2016.

Menurut peraturan tersebut, inklusi keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan.

Berbagai jasa keuangan tersebut dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan.

Setelah membaca dua definisi di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa inklusi keuangan adalah keadaan di mana setiap orang yang memiliki akses untuk menggunakan produk atau layanan keuangan.

Misalnya, memiliki asuransi, tabungan, melakukan pinjaman, dan bahkan menggunakan produk transaksi digital seperti mobile banking atau uang elektronik.

Baca Juga: Manfaat Menghitung Pendapatan Nasional dan Caranya

Tujuan Inklusi Keuangan

© Rawpixel.com

Dilansir dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Nomor 76/POJK.07/2016, berikut ini beberapa tujuan dari inklusi keuangan, antara lain:

    Meningkatkan akses masyarakat terhadap lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan PUJK (Pelaku Usaha Jasa Keuangan).

    Supaya penyediaan produk atau layanan jasa keuangan oleh PUJK bisa meningkat.

    Menambah produk atau layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat.

    Meningkatkan kualitas penggunaan produk dan layanan jasa keuangan.

Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa tujuan utama dari inklusi keuangan adalah menghindari ketimpangan ekonomi pada setiap lapisan masyarakat.

Pasalnya, dengan inklusi keuangan setiap masyarakat bisa mendapatkan akses produk atau layanan keuangan secara merata sehingga bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Manfaat Inklusi Keuangan

© Rawpixel.com

Inklusi keuangan juga memiliki beberapa manfaat yang sangat baik bagi setiap unsur masyarakat. Berikut ini penjelasannya.

1. Membantu meningkatkan pemerataan ekonomi

Finca menjelaskan bahwa inklusi keuangan memiliki dampak yang besar karena dapat membantu meningkatkan pemerataan ekonomi di setiap lapisan masyarakat.

Saat setiap orang mampu memanfaatkan produk atau layanan keuangan dengan tepat tentunya akan membantu meringankan masalah ekonomi.

Misalnya, mereka bisa mengajukan pinjaman di bank yang akan digunakan sebagai modal untuk memulai suatu bisnis.

Selain itu, saat menghadapi kesulitan keuangan, mereka bisa menjual aset sehingga bisa menyelamatkan kondisi keuangan.

2. Memberikan pemahaman pada masyarakat untuk mengelola keuangan dengan baik

Saat masyarakat sudah mendapatkan akses untuk menggunakan produk atau layanan keuangan, tentunya hal itu sangan bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Misalnya, mereka akan lebih paham bagaimana cara mengelola keuangan yang baik. Jika ingin menabung, maka bisa membuka rekening di sebuah bank.

Selain itu, saat ingin memiliki passive income mereka bisa mulai mencoba melakukan investasi.

Jadi dengan adanya inklusi keuangan maka akan meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola uangnya secara bijak.

3. Setiap orang bisa mempersiapkan rencana keuangan dengan baik

Selain mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara mengelola keuangan, inklusi keuangan juga punya manfaat lainnya.

Manfaat tersebut yaitu memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mempersiapkan rencana keuangan yang matang.

Contoh sederhananya, orang tua yang ingin mempersiapkan dana pendidikan untuk anak bisa membuka tabungan di bank atau dengan ikut asuransi.

Kemudahan untuk mengakses layanan keuangan tersebut memang akan memudahkan setiap orang untuk menyiapkan rencana keuangan untuk masa depan.

Dengan menyiapkan rencana keuangan yang sebaik-baiknya, tentunya akan menguntungkan kita di masa depan.

Oleh karena itu, selalu cari tahu apa produk atau layanan keuangan yang bisa membantu kita untuk mempersiapkan rencana keuangan yang tepat.

4. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara

Manfaat selanjutnya dari inklusi keuangan adalah untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.

Hal itu disebabkan, kegiatan ekonomi akan meningkat sehingga sistem keuangan bisa stabil.

Selain itu, cukup banyak masyarakat yang bisa mendapatkan modal untuk memulai bisnis yang bisa menyerap tenaga kerja.

Jadi, pengangguran pun bisa ditekan saat ada cukup banyak peluang kerja yang diciptakan oleh para pebisnis baru.

Saat tingkat pengangguran berkurang dan tidak ada kesenjangan sosial, tentunya perekonomian negara akan menjadi lebih kuat.

Baca Juga: Pahami Dulu Apa Itu Pasar Modal Sebelum Mulai Investasi

Apa Kaitan Inklusi dan Literasi Keuangan?

© Rawpixel.com

Selain inklusi keuangan, ada istilah lain yang perlu kamu pahami yaitu literasi keuangan. Dua hal ini sangat berkaitan satu sama lain.

Literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk mengambil keputusan soal keuangan.

Meskipun sudah disediakan beragam layanan keuangan, tapi tanpa literasi keuangan yang mumpuni tentunya akan tetap kesulitan untuk mengatur keuangan.

Pasalnya, literasi keuangan ini memiliki hubungan dengan pemahaman masyarakat mengenai cara mengatur keuangannya.

Misalnya, seseorang yang ingin melakukan investasi tapi tidak memiliki pemahaman tentang jenis investasi tentu akan kesulitan untuk mencobanya.

OJK pernah melakukan Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) pada tahun 2019 lalu.

Hasilnya menunjukkan indeks literasi keuangan pada angka 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%.

Angka tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan hasil survei yang pernah dilakukan oleh OJK di tahun 2016 lalu.

Saat itu indeks literasi keuangan hanya sebesar 29,7% dan indeks inklusi keuangan ada di angka 67,8%.

Saat masyarakat memiliki literasi keuangan yang baik, tentunya dapat memilih layanan keuangan yang paling tepat untuknya.

Jadi mereka dapat memanfaatkan layanan serta produk keuangan yang paling sesuai dengan kebutuhannya guna menghindari risiko seperti terlilit utang atau penipuan.

Baca Juga: 5 Daftar Pinjaman Online OJK yang Terpercaya dan Aman

Setelah membaca rangkuman di atas, bisa dikatakan bahwa inklusi keuangan adalah salah satu kunci penting untuk menumbuhkan perekonomian.

Selain informasi seperti di atas, ada beragam tips dan informasi lain yang bisa kamu peroleh saat berlangganan newsletter dari Glints.

Tips perkembangan diri atau informasi seputar dunia kerja yang paling update bisa kamu dapatkan langsung ke inbox-mu setiap minggunya.

Segera buat akunmu dulu ya untuk berlangganan!

Sumber

    Financial Inclusion

    SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 76 /POJK.07/2016

    5 Reasons Why Financial Inclusion Matters

    Siaran Pers Survei OJK 2019 Indeks Literasi Dan Inklusi Keuangan Meningkat

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”