Mengenal Trust Fund, Aset yang Dititipkan untuk Dikelola Pihak Ketiga

ulinulin.com – Menitipkan aset finansial yang dimiliki pada pihak ketiga yang legal untuk dikelola bukanlah hal yang tidak lazim. Ini disebut dengan trust fund atau dana amanah.

Sarana ini bekerja cukup mirip dengan wasiat, namun sering dilakukan untuk menghindari pajak dan biaya-biaya lainnya.

Apa yang membuatnya berbeda?

Yuk, baca artikel Glints ini untuk mengetahui jawabannya.

Baca Juga: Perluas Wawasan dengan 6 Rekomendasi Film Tentang Keuangan Berikut

Apa Itu Trust Fund?

© Freepik.com

Smart Asset mendefinisikan trust fund atau dana amanah sebagai entitas legal yang memegang properti atau aset atas nama seseorang, kelompok, maupun organisasi.

Dana yang dititipkan bisa berupa uang, properti, saham, perusahaan atau bisnis, ataupun kombinasi dari keempat hal tersebut.

Menurut Investopedia, dana yang dititipkan atau dipercayakan ini dikelola oleh trustee atau wali amanat.

Wali amanat merupakan pihak ketiga yang bersifat netral dan tidak memiliki kewenangan untuk menggunakan aset yang dititipkan padanya.

Umumnya, dana amanah digunakan sebagai estate planning tool untuk menghindari pajak.

Kelompok yang terlibat dalam trust fund

Pada umumnya, ada tiga pihak yang terlibat dalam pemberian dan penerimaan dana amanah, yaitu pemberi wasiat (grantor), wali amanat (trustee), dan penerima manfaat (beneficiary).

Pemberi wasiat

Pemberi wasiat adalah orang yang memberikan dana untuk dititipkan pada pihak ketiga. Pihak ini pun yang juga menetapkan ketentuan-ketentuan manajemen aset yang akan dikelola wali amanat.

Wali amanat

Wali amanat adalah orang yang dipercaya untuk mengelola trust fund dari penerima wasiat.

Aset yang diterima akan terus dikelola sehingga bisa berguna bagi penerima manfaat sesuai dengan perjanjian yang sudah ditetapkan dengan pemberi amanat.

Penerima manfaat

Penerima manfaat menerima aset yang sudah dititipkan oleh pemberi wasiat pada wali amanat.

Cara Kerja Trust Fund

© Freepik.com

Hal yang penting dari trust fund atau dana amanah adalah penetapan kesepakatan tentang bagaimana uangnya akan diberikan pada penerima manfaat.

Misalnya, orang tua ingin uangnya dijaga agar bisa diberikan pada anaknya ketika ia nanti meninggal.

Nah, ia bisa mempercayai lembaga dana amanah dan membuat kesepakatan dengan wali amanat agar aset yang ia miliki akan dapat diakses oleh penerima manfaat yaitu anaknya pada waktu yang tepat.

Wali amanat tidak hanya mengikuti syarat-syarat yang ditentukan oleh pemberi wasiat, akan tetapi juga hukum yang berlaku.

Dana amanat memang sering dianggap sedikit mirip dengan wasiat.

Akan tetapi, trust fund tidak membutuhkan biaya pengacara dan asetnya bisa diberikan secara langsung pada penerima manfaat.

Baca Juga: Berbagai Tips Manajemen Keuangan di Usia 20-an

Jenis-Jenis Trust Fund

© Freepik.com

Ada banyak jenis dana amanah, namun dua yang paling umum adalah revocable trust dan irrevocable trust.

1. Revocable trust

Revocable trust juga dikenal dengan living trust.

Berdasarkan hukum, selama pemberi wasiat hidup, ia bisa membatalkan atau mengubah keputusan penerima manfaatnya.

Wali amanat dipercaya untuk mengatur aset yang dititipkan selama pemberi wasiat masih hidup.

Trust fund ini menjadi tidak bisa diubah ketika pemberi wasiat sudah meninggal.

2. Irrevocable trust

Irrevocable trust adalah jenis trust fund yang sulit untuk diubah atau dibatalkan.

Jika perjanjian awalnya adalah jenis ini, ketentuan yang sudah disepakati tidak bisa diubah, dibatalkan, dan lainnya tanpa izin penerima manfaat.

Ketika pemberi wasiat sudah memberikan status kepemilikan aset kepada lembaga dan amanah, wewenangnya pun dilepaskan.

3. Blind trust

Blind trust biasanya memberikan wali amanat kendali penuh akan aset yang diberikan pemberi wasiat.

Ia menjadi bertanggung jawab mengatur aset dan juga pemasukan ke dalam aset tersebut.

Pemberi wasiat bisa saja membatalkan keputusannya jika ingin.

Biasanya, hal ini dilakukan oleh orang dengan aset banyak seperti politisi atau pengusaha yang ingin menghindari conflict of interest.

4. Charitable trust

Charitable trust adalah dititipkannya aset untuk dikelola dengan tujuan membangun lembaga amal atau tujuan baik lainnya yang bermanfaat bagi orang banyak.

Salah satu contoh charitable fund besar adalah Bill and Melinda Gates Foundation Trust yang dibangun oleh salah satu pengusaha terkaya di dunia, yaitu pelopor Microsoft Bill Gates.

Trust fund ini akan terus berlanjut hingga 50 tahun setelah Bill dan Melinda Gates meninggal dunia.

Ketika 50 tahun sudah berlalu, aset yang ada akan menjadi sepenuhnya milik lembaga amal tersebut.

Baca Juga: Masalah Perencanaan Keuangan & Tipsnya Untuk Para Fresh Graduate

Jadi, itulah penjelasan mengenai trust fund dari Glints.

Cukup menarik, ya. Apakah kamu berminat mengelola keuanganmu dengan cara ini?

Tak hanya trust fund, ada banyak cara kelola finansial lainnya yang lebih sederhana dan bisa dipelajari lewat artikel-artikel Glints.

Supaya selalu tahu update terbaru, yuk, berlangganan newsletter blog Glints.

Jika sudah berlangganan, kamu akan mendapatkan artikel rekomendasi dari Glints langsung ke kotak masuk emailmu secara gratis.

Jangan lupa buat akun terlebih dahulu, ya!

Sumber

    What Is a Trust Fund?

    Trust Fund

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”