Mengenal Wisata Alam Curug Bugbrug, Air Terjun Tersembunyi di Cisarua Bandung

ulinulin.com – Lokasi: Kertawangi, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40551, IndonesiaMap: KlikDisiniHTM: –Buka/Tutup: 09.00-16.00Telepon:

Sahabat traveler! Ada satu lagi nih destinasi wisata alam yang masih belum tersentuh tangan-tangan manusia. Lokasinya masih tersembunyi dan alami menjadikan tempat ini layak dikunjungi traveler, terutama para pecinta curug.

Ya, Curug Bugbrug namanya. Keindahan air terjun di tengah hutan ini tak kalah dibanding air terjun terkenal lainnya di wilayah Lembang seperti Curug Pelangi atau Curug Cimahi, Curug Lalay dan yang lainnya.

Nama Bugbrug berasal dari suara air yang jatuh dari atas dan sangat kencang ketika debit air sedang tinggi. Terdengar seperti suara bug..brug…bug…brug. Juga dalam Bahasa Sunda ngabugbrug berarti bertumpuk-tumpuk.

Hijaunya pemandangan sekitar air terjun dan beningnya air kolam dibawahnya akan selalu membuat mata anda menjadi segar. Semua kepenatan rutinitas sehari-hari akan sirna dalam sekejap.

Air kolam Curug Bugbrug sangat bening dan lumayan dingin jika bersentuhan dengan kulit. Hal ini membuat setiap orang yang melihatnya ingin segera menceburkan diri kedalam kolam alami dibawah air terjun.

Namun sebenarnya pengunjung tidak disarankan untuk berenang, karena kolam tersebut cukup dalam. Dengan kedalaman antara 3 sampai 4 meter. Juga pusaran air ditengah kolam lumayan kuat. Takut terjadi apa-apa.

Aliran air yang ada di Curug Bugbrug berasal dari Curug Pelangi, jadi masih satu aliran sungai. Berada di ketinggian 1.050 meter dipermukaan laut menjadikan alam sekitar curug sangat sejuk.

Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dari puncak hingga permukaan air kolam. Jika diperhatikan lebih seksama, sebenarnya tebing yang dialiri air terjun ini masih satu jalur dengan Patahan Lembang yang terkenal.

Apabila dilihat dari segi sejarah geologi, tebing yang dialiri air Curug Bugbrug berasal dari aliran lava yang membatu gunung api purba jutaan tahun silam.

Sehingga, ketika kita berkunjung ke sana, sebenarnya kita juga melakukan wisata sejarah geologi terbentuknya Patahan Lembang.

Dimana menurut penelitian, jika terjadi pergeseran Patahan Lembang, maka akan terjadi gempa dahsyat yang dapat meluluhlantakkan Bandung dan sekitarnya.

Disarankan bagi para traveler untuk datang di musim kemarau. Karena akses menuju curug ini masih berupa tanah, maka ketika hujan turun akan berubah menjadi tanah basah, licin dan becek.

Jika pun terpaksa bepergian disaat hujan turun, sangat dianjurkan untuk memakai perlengkapan kaki seperti sepatu boot atau sandal gunung anti selip. Supaya perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman.

Kegiatan menyenangkan selain bermain air di pinggiran kolam apalagi kalau bukan berfoto ria. Mengambil gambar dengan slfie berlatar air terjun wajib hukumnya.

Para pecinta photography pasti senang mengunjungi tempat ini. Selain itu anda juga bisa ambil video dan share video tersebut melalui chanel di Youtube. Agar orang lain yang nonton mau datang berkunjung ke sana.

Apalagi jika kita membawa properti berfoto seperti hammock, kain etnik yang lagi tenar, kacamata hitam dan lainnya. Pasti gambar hasil jepretan akan terasa lebih sempurna.

Ada spot strategis untuk mengambil gambar di Curug Bugbrug, yaitu di sebelah timur. Disana ada bebatuan besar untuk berpose.

Tak perlu kuatir jika kamu menginginkan spot-spot lain untuk disambangi yang masih satu kawasan dengan Curug Bugbrug dan lokasinya masih berdekatan.

Diantaranya adalah Curug Pelangi, Villa Istana Bunga jika ingin menginap bersama teman-teman, juga ada fasilitas outdoor Ciwangun Indah Camp dan tempat makan romantis Dusun Bambu.

Sebelumnya, Curug Bugbrug sempat ditutup lantaran pihak pengelelola sedang membangun dan membenahi infrastruktur yang ada berupa gazebo-gazebo dan toilet.

Hal ini sempat menjadi misteri di kalangan traveler tentang kenapa air terjun ini ditutup. Namun pada awal tahun 2022 curug ini kembali di buka untuk umum.

Lokasi dan rute menuju Curug Bugbrug

Objek wisata ini susah-susah gampang untuk di cari. Karena aksesnya masih melewati rumah-rumah penduduk serta ladang dan kebun sayur milik penduduk sekitar.

Lokasi tepatnya berada di alamat Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Masih satu jalur dengan Taman Bunga Cihideung di Parompong, Lembang. Jika kita berkendara dari Kota Bandung.

Dari Kota Cimahi maupun Kota Bandung, maka kita harus berkendara menuju daerah Cisarua di utara. Jika naik angkot yang menjadi patokan adalah terminal Ledeng.

Kemudian lanjut angkot jurusan Cisarua dan turun di Jl.Masturi. Dari situ lanjut ke jalan kecil masuk area Ciwangun Indah Camp.

Air terjun ini sebenarnya bisa di akses dari tiga jalur. Pertama anda bisa berjalan kaki sejauh kurang lebih 300 meter dari Curug Pelangi.

Kemudian apabila kebetulan sedang menginap di Villa Istana Bunga maka tinggal berjalan kaki dari belakang villa.

Jalur yang paling umum adalah melalui Jalur Komando. Tempat post pendakian ke Gunung Burangrang dekat dengan Dusun Bambu.

Dari sana bisa memarkirkan motor di rumah penduduk atau di area masjid. Sediakan uang parkir untuk motor Rp.2.000,- dan untuk mobil Rp.5.000,-. Kemudian lanjut berjalan kaki selama kurang lebih 30 menit.

Jangan lupa GPS selalu siaga di tangan, atau bisa juga bertanya ke penduduk sekitar. Mereka akan memberitahu lokasi curug dengan ramah.

Jam Operasional dan Fasilitas Objek Wisata

Sebenarnya tidak ada jam operasional resmi untuk menikmati objek wisata air terjun ini. Karena belum ada pengelola resmi. Namun, rata-rata pengunjung menghabiskan waktu antara jam 09.00-16.00 di area curug.

Karena tergolong masih alami dan belum ada pengelolaan secara profesional. Maka jangan berharap lebih untuk fasilitas penunjang kenyamanan pengunjung sebagaimana tempat wisata lain yang sudah dikelola.

Di sebelah barat air terjun terdapat beberapa saung sederhana untuk pengunjung beristirahat sejenak. Juga ada toilet dan musholla untuk sholat dengan kondisi seadanya.

Tidak ada warung makan ataupun kedai-kedai yang menjajakan aneka ragam panganan disini. Namun anda bisa tetap bersantap di tempat makan Dusun Bambu yang masih berdekatan lokasinya.

Tidak ada tarif tiket masuk ke area Curug Bugbrug. Jadi semua pengunjung bisa bebas masuk kapan saja. Bisa juga mendirikan tenda untuk nge-camp disekitar air terjun. Pastinya akan seru bermalam di alam liar seperti ini.