Merah-merah, Apakah IHSG Aman di Level 7.000an?

ulinulin.comJakarta, CNBC Indonesia– IndeksHarga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi pada penutupan perdagangan sesi I Rabu (2/11/2022).

Indeks acuan Tanah Air ditutup di zona merah dengan koreksi 0,43% atau 30,59 poin, ke 7.021,72.

Para pelaku pasar saat ini tengah fokus menanti pengumuman kebijakan moneter The Fed pada Kamis (3/10/2022) dini hari waktu Indonesia.

Bank sentral palingpowerfuldi dunia ini diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin menjadi 3,75% – 4%.

Pasar sudah jauh-jauh hari mengantisipasi kenaikan tersebut, jika The Fed juga memberi kejutan, tentunya akan berdampak positif ke pasar finansial global, termasuk Indonesia. Pun, jika tidak ada kejutan, pasar akan melihat bagaimana proyeksi kenaikan ke depannya, apakah akan dikendurkan juga, mengingat pendapat para pejabat The Fed sudah terbelah.

Melansir FedWatch, sebanyak 87,2% analis memprediksikan Fed akan menaikkan suku bunga acuan 75 bps dan mengirim tingkat suku bunga ke 3,75%-4%. Sementara 12,8% memproyeksikan kenaikan 50 bps.

Analisis Teknikal

Pergerakan IHSG dianalisis berdasarkan periode waktu jam (hourly) dan menggunakan indikator Boillinger Band (BB) untuk menentukan area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat level penutupan IHSG dan indikator BB sesi I, indeks bergerak dekat batas bawah BB di level 7.002.

Pergerakan IHSG juga dilihat dengan indikator teknikal lain yaitu Relative Strength Index (RSI) yang mengukur momentum.

Perlu diketahui, RSI merupakan indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu.

Indikator RSI berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20. Posisi RSI terakhir berada di 41 mendekati level oversold.

Melihat berbagai indikator teknikal yang ada, support IHSG selanjutnya berada di level 7.000 yang merupakan BB bawah serta support psikologis sementara apabila ingin bergerak naik perlu menembus resistance di 7.052.

TIM RISET CNBC INDONESIA