Merasa Sulit Bahagia? Hati-hati Terjebak Hedonic Treadmill!

ulinulin.com – Sudah memiliki apa yang kamu inginkan, tapi masih terasa tak cukup dan belum bahagia? Bisa jadi kamu mengalami hedonic treadmill.

Tak jarang, pada awalnya kamu berharap untuk dapat bekerja dan memiliki gaji tertentu agar bisa lebih bahagia. Ketika hal tersebut tercapai, kamu tetap saja merasa ada yang kurang dan perlu dikejar.

Pada akhirnya, kamu tidak bisa benar-benar bahagia dan puas dengan apa yang kamu capai selama ini.

Memang, apa sebenarnya hedonic treadmill ini? Dan bagaimana cara melepas diri dari masalah ini?

Baca Juga: Merasa Kurang Puas dalam Bekerja? Lakukan 6 Cara Ini

Pengertian Hedonic Treadmill

© Freepik.com

Bersumber dari Positive Psycology, istilah hedonic treadmill pertama kali ditemukan oleh Brickman dan Campbell (1971) dalam bukunya yang berjudul Hedonic Relativism and Planning the Good Society.

Di buku tersebut, istilah ini masih disebut sebagai hedonic adaptation. Kemudian pada tahun 90-an, Michael Eynick menyamakan konsep ini seperti treadmill. Sedari itu istilah ini menjadi dikenal dengan hedonic treadmill.

Apabila diartikan tiap katanya, hedonic berarti kegiatan bersenang-senang, atau mencari bahagia. Sedangkan treadmill adalah alat fitness yang sering digunakan untuk olahraga lari di tempat.

Bisa diartikan bahwa hedonic treadmill adalah sebuah tendensi level emosi kebahagiaan seseorang yang cenderung kembali ke asal, tidak berubah, tetap atau berada di tempat meskipun mencapai kesuksesan.

Pada intinya, hedonic treadmill adalah orang yang berlari dan mengejar sesuatu namun tetap berada di tempat.

Banyak sekali orang yang terjerumus dan meyakini bahwa meningkatkan standar hidup dari hari ke hari akan semakin meningkatkan rasa bahagia mereka.

Pada kenyataanya, hal tersebut hanyalah kebahagiaan semu, dan membuat kita tidak kemana-mana.

Penyebab Hedonic Treadmill

© Freepik.com

Bersumber dari Develop Good Habit, perasaan ini terjadi karena kamu merasa akan lebih senang atau bahagia jika memiliki sesuatu.

Biasanya, saat kamu melihat apa yang dimiliki orang lain, apa yang dicapai orang lain, kamu akan terpacu juga untuk memiliki atau mencapainya.

Kamu kemudian berpikiran bahwa jika kamu memiliki sesuatu, mencapai suatu titik, kamu akan bisa lebih menikmati hidup.

Namun, kala kamu berada di titik tersebut, kamu tetap tidak bisa memaknai hidupmu. Kamu tetap merasa kurang dan perlu mencapai atau memiliki hal baru lainnya.

Baca Juga: Gaji Tidak Sesuai dengan Usahamu? Ini yang Bisa Kamu Lakukan

Cara Agar Terlepas dari Hedonic Treadmill

© Freepik.com

1. Sadari bahwa kamu memang terjebak

Cara pertama agar kamu bisa terlepas dari jeratan hedonic treadmill adalah kamu harus menyadari bahwa kamu memang sedang terjebak.

Setelah kamu menyadari ini, maka kamu akan merefleksi diri, bahwa apa yang kamu miliki dengan dalih mendapat kebahagiaan ternyata hanya semu belaka.

Dengan begitu, kamu akan lebih mempertimbangkan ketika akan memiliki sesuatu, dan lebih bersyukur ketika mendapatkan sesuatu.

2. Tentukan tujuan keuanganmu

Selain secara psikologis, hedonic treadmill juga dipengaruhi oleh kondisi finansial. Sangat banyak yang ketika penghasilan bertambah, tetap saja tidak memiliki tabungan.

Untuk itu, kamu perlu lebih memperhitungkan pengeluaranmu dan menentukan tujuan keuanganmu.

Dengan begitu, kamu akan meminimalisasi semua hal yang tidak memberikan nilai lebih.

3. Perbanyak interaksi sosial

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah kamu perlu memperbanyak interaksi sosial dengan sekitar. Temukan lingkungan baru yang bisa memberikan hal positif.

Interaksi sosial tersebut juga dapat membuatmu lebih bersyukur dengan apa yang kamu miliki. Kamu akan menemukan mereka yang dapat bahagia dengan hidup sederhana.

4. Praktikkan mindfulness

Hal lain yang dapat kamu lakukan adalah mempraktikkan mindfullness. Mindfullness sendiri adalah keadaan mental di mana kamu sepenuhnya sadar akan apa yang terjadi, apa yang sebenarnya diri kamu inginkan, juga mengakui dan menerima perasaan dan pikiran yang dimiliki.

Intinya, kamu dapat menemukan arti lebih dari apa yang ada di sekitarmu. Mempraktikkan mindfullness juga dapat membuatmu lebih segar dan rileks.

5. Terapkan gaya hidup minimalis

Selain mindfullness, gaya hidup minimalis membuatmu untuk dapat memaksimalkan hal-hal yang kamu miliki. Ini berarti, kamu dipaksa untuk memiliki barang sesedikit mungkin, namun memiliki fungsi yang dapat memenuhi berbagai keperluan.

Dengan begitu, kamu akan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, dan terlepas dari jebakan hedonic treadmill.

Baca Juga: 6 Tanda bahwa Kamu belum Mencapai Work-life Balance

Hedonic treadmill menjadi penghalang bagi seseorang untuk hidup lebih baik. Padahal, setiap orang butuh dan harus berkembang. Setiap individu akan melangkah maju dan menjadi pribadi yang berbeda setiap harinya.

Pernahkah kamu atau orang-orang sekitarmu mengalami Hedonic treadmill? Yuk bagikan caramu tersebut melalui Glints Komunitas.

Di sana, kamu akan bertemu dengan berbagai pengguna profesional lainnya yang dapat saling berbagai wawasan dan pengetahuan khususnya tentang perkembangan karier.

Yuk, bagikan pengalamanmu di Glints Komunitas sekarang!

Sumber

    What Is the Hedonic Treadmill? (and How Hedonic Adaptation Prevents Lasting Happiness)

    The Hedonic Treadmill – Are We Forever Chasing Rainbows?

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”