Metaverse Shiba Inu (SHIB) Akan Tiba, Tanah Virtual Segera Tersedia

ulinulin.com – Metaverse Shiba Inu (SHIB) memang belum bisa Anda cicipi, tetapi tanah virtual segera tersedia untuk dibeli. Namanya Shiba Lands, terkait dengan token LEASH.

Apapun proyek kripto-nya, penerapan metaverse tetap jadi acuannya. Mungkin ini adalah racikan kekinian agar bisnis tetap langgeng, walaupun mudah ditafsirkan sekadar ikut hype sesaat.

Itu mungkin yang sedang terjadi pada ekosistem Shiba Inu saat ini, dengan label “meme crypto” masih melekat padanya, walaupun terus bertahan di 20 besar kripto versi Coinmarketcap. “Prestasi” ini juga tak jadi patokan hingga tak dilirik oleh Grayscale sebagai bagian dari produk investasinya.

Metaverse Shiba Inu Dimulakan, Tanah Virtual Segera Ditawarkan

Metaverse Shiba Inu, disebut Shiberse sebenarnya bagian terpadu dalam road map proyek kripto ini. Menyebut program lainnya yang sudah terlaksana adalah ShibaSwap, NFT Shiboshi hingga kelak adalah Protokol Layer 2, Shiberium. Patut dicatat, bahwa NFT ini akan menjadi bagian sentral pula di metaverse, baik sebagai avatar hingga digital item.

Pada 8 Februari 2022 lalu, pengembang Shiba Inu yang anonim seperti Sathoshi Nakamoto itu mengumumkan bahwa tak lama lagi tanah virtual untuk metaverse Shiba Inu (Shiberse) segera tersedia untuk dibeli.

Tanah virtual itu pada prinsipnya sama seperti tanah virtual di metaverse Decentraland dan The Sandbox yang harganya super mahal. Tanah virtual di Shiberse, mereka menyebutnya Shiba Land. Ini kelak bisa digunakan untuk beraneka kebutuhan, mulai dari brand awareness ala toko Samsung, hingga pameran fesyen seperti Dolce & Gabbana.

“Beberapa metaverse platform terbesar yang punya tanah virtual adalah Sandbox dan Decentraland. Kami memahami potensi, perluasan, dan evolusi kinerja yang dibawa metaverse jenis ini kepada komunitas. Karenanya kami memperkenalkan Shiba Lands, tanah virtual untuk Shiberse. Ini segera tersedia untuk dibeli lewat sistem lelang,” sebut pengembang di blog-nya.

Mereka juga menerangkan, pihak yang berhak ikut serta dalam pelelangan tahap pertama Shiba Lands hanyalah bagi mereka para hodler token LEASH.

“Setelah tahap pertama itu selesai, maka akan terbuka secara umum,” sebut pengembang, seraya mengatakan metaverse Shiberse akan dirilis secepatnya pada bulan ini juga.

Bicara Metaverse, Bicara Persaingan Super Ketat

Tentang persaingan tingkat tinggi di bisnis metaverse sudah kami bahas sebelumnya di artikel ini. Ini adalah logika paling tinggi untuk mengukur kelanggengan metaverse yang lain.

Metaverse Shiba Inu Cukup Tangguh Bersaing?

Pertama begini. Istilah metaverse ini sebenarnya adalah “stok lama barang baru”, sekadar pengembangan lebih baik dari dunia virtual reality dan game yang dipadukan dengan unsur hiburan. Lihatlah metaverse Decentraland dibuat menggunakan game engine Unity yang sudah sangat lazim membuat game-game interaktif berkelas.

Metaverse sendiri digaungkan oleh Mark Zuckerberg pada akhir Oktober 2021 lalu, sebagai awal masuknya mereka ke dunia baru ini. Jadilah nama perusahaan Facebook menjadi Meta Platform, dengan anak perusahaan Oculus menjadi penopangnya.

Bagi Zuckerberg metaverse jauh lebih baik dari dunia realitas virtual biasa, yakni interaksi seperti dunia nyata, termasuk menggunakan media sosial, bisa dihadirkan di dalamnya. Rapat virtual, bermain game dan lain sebagainya ada di sana.

Masalahnya Meta sendiri masih mengembangkan lebih lanjut platform-nya, memberikan ruang lebih banyak bagi metaverse bernuansa blockchain-kripto ini dan semakin sering digunakan.

Pun lagi, metaverse menjadi lebih hype lagi, ketika beberapa waktu lalu Microsoft membeli perusahaan game Activision Blizzard senilai lebih dari Rp900 triliun.

Bos Microsoft pun mengakui bahwa metaverse menjadi program utama mereka. Kedua perusahaan ini, termasuk berikutnya adalah Apple, jelas-jelas punya modal besar dan koneksi lebih besar dan lebih berpengalaman untuk urusan game dan perangkat realitas virtual.

Jadi, persaingan maha berat ini perlu dijawab lugas oleh pengembang Shiba Inu, mumpung perusahaan besar tradisional belum punya platform yang jelas.

Dan akan bertambah seru lagi ceritanya, jikalau metaverse dari perusahan senior, juga kelak menyematkan blockchain, kripto dan NFT di dalamnya, persis sama dengan Decentraland saat ini. Pun bisa jadi, Microsoft akan ‘membeli’ perusahaan di balik Decentraland itu. [ps]