Pahami 4 Ketentuan dan 4 Alasan Mengapa Cuti Berkabung Penting

ulinulin.com – Saat ditinggal oleh orang yang sangat dicintai, seseorang mungkin harus mengajukan cuti berkabung atau cuti berduka.

Cuti ini penting untuk memberi orang tersebut kesempatan untuk pulih dari kesedihan setelah ditinggal kerabat yang dikasihi.

Lantas, bagaimana peraturan soal cuti ini di Indonesia? Selain itu, apa saja manfaat dari cuti berkabung?

Nah, Glints sudah merangkum informasinya, hanya untukmu.

Ketentuan Cuti Berkabung

© Freepik.com

Dirangkum dari Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 dan Hukum Online, ketentuan hak cuti berduka di antaranya:

1. Kapan cuti berkabung boleh diambil?

Cuti berduka boleh diambil apabila salah satu di antara orang ini meninggal dunia:

    suami

    istri

    anak

    menantu

    orang tua

    anggota keluarga dalam satu rumah

2. Berapa lama durasinya?

Nah, ketentuan durasi cuti berkabung adalah:

    dua hari untuk meninggalnya suami, istri, orang tua, mertua, dan anak

    satu hari untuk meninggalnya anggota keluarga dalam satu rumah

3. Bagaimana cara mengajukannya?

Nah, aturan soal bagaimana cara mengajukan cuti berduka tidak diatur di dalam undang-undang.

Oleh karena itu, ketentuan ini merupakan aturan dan kebijakan yang boleh diatur sendiri oleh perusahaan.

4. Bagaimana hak atas upahnya?

Seseorang tetap berhak atas gaji apabila mengajukan cuti berduka.

Pelanggaran kewajiban upah oleh perusahaan dapat dikenakan sanksi pidana.

Sanksinya adalah penjara paling singkat 1 bulan dan paling lama 4 tahun, dan/atau denda paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 400 juta.

Hal yang perlu kamu ingat adalah, peraturan di atas hanya merupakan batas minimal dari ketentuan cuti ini.

Maksudnya, apabila ternyata perusahaan memberikan hak cuti berduka lebih banyak daripada aturan ini, tidak apa-apa. Meski demikian, perusahaan tidak boleh menguranginya.

Alasan Pentingnya Cuti Berkabung

© Freepik.com

Setelah mengetahui dasar hukum dan ketentuan cuti berduka, mungkin kamu bertanya, mengapa cuti ini penting?

Dirangkum dari Forbes, The Balance Careers, dan Mind, inilah alasannya:

1. Adanya waktu untuk mengurus pemakaman

Saat ada kerabat yang meninggal, seseorang tentu disibukkan dengan pengurusan pemakaman.

Beberapa budaya bahkan memiliki tradisi bertamu untuk mengucapkan belasungkawa.

Nah, dengan adanya cuti berduka, orang tersebut memiliki waktu luang lebih banyak untuk mengurus semua itu.

2. Adanya waktu untuk memproses kesedihan

Setelah salah satu kerabatnya meninggal, seseorang akan merasakan kesedihan dan kehilangan.

Bahkan, dalam beberapa kasus ekstrem, seseorang bisa mengalami depresi dan gelombang kesedihan yang besar.

Cuti berkabung memberi kesempatan orang tersebut untuk menghadapi berbagai perasaan tersebut.

3. Keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi

Di kala orang tersayang dalam kehidupan pribadi meninggal, seseorang tentu ingin memberi perhatian lebih pada kehidupan pribadinya.

Hal ini juga penting untuk menjaga work-life balance alias keseimbangan karier dan kehidupan.

Melalui cuti berduka, keseimbangan ini akan lebih mudah diraih.

4. Lebih produktif di kantor

Saat ditinggal orang terdekat, seseorang bisa menjadi tidak fokus. Pikirannya tertuju pada orang yang meninggal tadi.

Nah, melalui cuti berduka, orang tersebut diberi kesempatan untuk fokus pada orang terdekatnya saja, tanpa pikiran dari pekerjaan.

Saat kembali ke kantor, pikirannya sudah kembali jernih dan pemecahan fokus tak perlu terjadi. Dengan begini, kerja pun bisa lebih produktif.

Obrolan Seputar Cuti Berkabung

© Freepik.com

Dilansir dari BBC, obrolan seputar cuti berduka telah meluas ke berapa lama durasi yang baik dan saat siapa saja meninggal cuti boleh diajukan.

Beberapa orang merasa bahwa durasi cuti berduka ini kurang. Butuh waktu lebih banyak untuk mengurus kepergian orang tersayang.

Selain itu, beberapa orang juga membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses kesedihan.

Tak hanya soal durasi cuti berkabung. Beberapa orang juga berpendapat bahwa cuti berkabung juga bisa diberikan kala hewan peliharaannya meninggal.

Pasalnya, kesedihan yang mereka rasakan hampir sama dengan saat ditinggal oleh orang terdekat.

Ada pula orang yang tak memiliki orang tua atau jauh dengan keluarganya, dan ditinggal oleh pengasuhnya.

Menurut mereka, cuti sebaiknya juga diberikan apabila pengasuh mereka meninggal dunia.

Demikian informasi soal cuti berkabung. Dengan mengetahui dasar hukum dan manfaatnya, tentu lebih mudah bagimu untuk menuntut hak ini.

Apabila kamu ingin mendapat lebih banyak informasi terkait dengan pekerjaan, karier, dan pengembangan diri, kamu bisa mendapatkannya lewat newsletter blog Glints.

Langganan sekarang, ya!

Sumber

    Undang-undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 Ketenagakerjaan

    Aturan Hukum Tidak Masuk Kerja karena Anggota Keluarga Meninggal Dunia

    Why More Firms Should Adopt The Facebook Bereavement Policy

    Bereavement Leave Sample Policy

    Bereavement

    Should everybody get paid bereavement leave?

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”