Pahami Price Earning Ratio untuk Kurangi Risiko Hasil Buruk Investasi Saham

ulinulin.com – Jika saat ini kamu berniat berinvestasi di instrumen saham, salah satu hal yang harus dipelajari adalah price earning ratio.

Price earning ratio atau biasa disingkat PER menjadi salah satu rasio keuangan yang membantumu untuk memilih saham dengan benar.

Tanpa mempelajari istilah ini dengan baik, ada kemungkinan kamu memilih saham yang salah sehingga berpotensi menuai hasil investasi yang buruk.

Nah, agar tidak terjadi seperti itu, Glints akan menjelaskan mengenai price earning ratio untukmu secara detail.

Yuk, simak pembahasan selengkapnya di bawah ini!

Apa Itu Price Earning Ratio?

© Freepik.com

Supaya mudah dalam memahami rasio keuangan yang satu ini, mari kita bahas pengertiannya terlebih dahulu.

Dilansir dari Corporate Finance Institute, price earning ratio adalah gambaran mengenai rasio harga saham perusahaan dan keuntungan atau laba yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan biasanya disebut sebagai EPS (earning per share).

Pada dasarnya, rasio ini merupakan rasio paling populer yang digunakan oleh investor atau analis dalam memahami nilai sebuah perusahaan.

Bahkan, tidak jarang PER digunakan sebagai bahan pertimbangan saat sedang membeli saham dari perusahaan satu ke perusahaan yang lainnya, khususnya untuk industri yang sejenis.

Dilansir dari Investopedia, jika PER suatu perusahaan nilainya tinggi, berarti saham perusahaan tersebut juga dinilai tinggi.

Sebaliknya, apabila perusahaan sedang mengalami kerugian dan tidak mendapatkan pendapatan, nilai PER-nya tidak ada.

Oleh karena itu, bagi kamu yang hendak terjun ke dunia saham, sebaiknya pelajari rasio yang satu ini dengan baik.

Jangan asal-asalan terjun ke dunia saham, tetapi belum tahu analisis fundamentalnya.

Manfaat Price Earning Ratio untuk Investor

© burst.shopify.com

Sekarang kita sudah tahu bahwa price earning ratio adalah salah satu rasio penting yang harus dipahami dalam dunia saham.

Secara tidak langsung, PER menjadi salah satu pintu gerbang investor saham untuk mendulang profit yang banyak di masa depan.

Dilansir dari The Balance, salah satu manfaat terbesar memahami price earning ratio adalah kamu dapat memprediksi nilai saham di masa mendatang dari perusahaan, apakah cukup menguntungkan atau tidak.

Jadi, kamu lebih berhati-hati dalam memilih saham yang ingin dibeli dan mengambil keputusan dengan bijak.

Selain itu, PER juga membantumu untuk berinvestasi dengan baik, tanpa harus berspekulasi.

Bahkan, melansir Finance Management, rasio ini juga akan membantu investor untuk mengetahui nilai dari investasi mereka.

Cara Menghitung Price Earning Ratio

© Freepik.com

Pada dasarnya, price earning ratio adalah salah satu rasio dengan rumus yang mudah dimengerti oleh semua orang.

Untuk menghitung PER, kamu hanya perlu menggunakan formula di bawah ini:

Harga saham : pendapatan per saham (EPS)

Untuk laba per saham atau EPS, kamu bisa mendapatkannya dengan melakukan penghitungan seperti ini:

(Laba bersih-dividen) : jumlah lembar saham

Tips Mengambil Keputusan Investasi melalui PER

© Pexels.com

Nah, sekarang kita sudah tahu bahwa formula dari price earning ratio adalah harga saham dibagi dengan pendapatan per saham.

Setelah itu, kamu pasti penasaran, kira-kira saham yang seperti apa yang cukup menguntungkan untuk diinvestasikan?

Apakah saham dengan nilai PER yang tinggi atau rendah?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, saham dengan nilai PER yang tinggi bisa dipastikan nilai sahamnya tinggi dan mengalami pertumbuhan.

Banyak investor yang tertarik untuk menanamkan saham dengan nilai PER tinggi.

Kendati demikian, apabila nilai PER-nya terlalu tinggi, ada kemungkinan volatilitasnya juga tinggi.

Alhasil, itu menandakan bahwa nilai saham terlalu tinggi atau overvalued.

Sebaliknya, dilansir dari Corporate Finance Institute, PER dengan nilai rendah sering dianggap sebagai saham bernilai atau value stocks.

Dalam artian lain, harga saham yang diperdagangkan lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar.

Dengan begitu, investor dapat membeli saham tersebut sebelum pasar modal mulai meninjau ulang sahamnya.

Value stocks juga berpotensi mendapatkan nilai fundamental yang tinggi ke depannya.

Demikian penjelasan singkat mengenai price earning ratio beserta formula dalam menghitungnya.

Pada hakikatnya, price earning ratio adalah salah satu rasio penunjang investor dalam mengambil keputusan saat berinvestasi, utamanya dalam saham.

Jadi, rasio ini tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan dalam berinvestasi. Kamu harus belajar lebih dalam mengenai istilah-istilah saham yang lainnya.

Nah, kamu bisa belajar secara gratis mengenai investasi saham dengan mengajak diskusi melalui Glints Komunitas, lho.

Banyak sekali profesional di sana yang ahli dalam bidang finansial. Kamu bisa langsung mengajaknya diskusi agar wawasanmu semakin bertambah terkait investasi.

Sangat menarik, bukan? Jangan sampai ketinggalan, ya, segera gabung ke Glints Komunitas sekarang juga!

Sumber

    Price Earnings Ratio

    Price-to-Earnings Ratio – P/E Ratio

    Using the Price-to-Earnings Ratio as a Quick Way to Value a Stock

    P/E Ratio

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”