Pemilik Mobil Listrik Disarankan Tidak Isi Penuh Daya Baterai

ulinulin.com

Dalam daftar spesifikasi mobil listrik selalu disebutkan mobil bisa menempuh perjalanan sekian ratus mil atau kilometer dalam satu pengisian daya penuh. Iklan semacam ini menimbulkan ketertarikan tersendiri bagi konsumen untuk membeli mobil listrik karena ekspektasi di atas. Lantas benarkah pengisian daya baterai 100 persen ini yang terbaik?

Mobil listrik butuh daya baterai yang mencukupi

Menurut para peneliti dan beberapa produsen mobil listrik, pengisian daya baterai 100 persen sangat tidak disarankan. Hal ini berhubungan dengan hasil penelitian bahwa baterai lebih aman dan umurnya juga lebih panjang manakala pemilik mengisinya hingga sekitar 80 persen. Terlalu sering mengisi daya baterai hingga 100 persen justru memperpendek usia baterai dan penggantian membutuhkan biaya mahal.

Mengantisipasi hal tersebut (kebiasaan mengisi baterai 100 persen) beberapa pabrikan memilih menyiasatinya dengan cara lain. Seperti Audi dan VW, keduanya memilih menyediakan baterai cadangan bawaan pada mobil listrik yang tidak dapat digunakan pada Audi e-Tron dan VW e-Golf. Artinya saat pemilik mengisi daya hingga 100 persen, baterai sebenarnya tidak terisi 100 persen.

Disarankan untuk mengisi daya baterai kurang dari 100 persen

Bjørn Nyland, progammer dan youtuber asal Thailand yang fokus mereview mobil listrik Tesla bahkan mulai mencoba meyakinkan para pengguna mobil listrik untuk mengisi daya baterai hingga 60 persen saja. Dan kampanye Nyland disambut oleh Elon Musk. Bos Tesla tersebut bakal menyarankan secara bertahap agar konsumennya tidak mengisi daya baterai hingga 100 persen, tapi cukup 90 persen hingga 95 persen.

It’s not a big deal. Charge to 90% to 95% & you’ll be fine. At 100% state of charge, regen braking doesn’t work, because the battery is full, so car is less energy efficient.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”