Pengamat: Butuh Waktu Lama Jalur Sepeda Untuk Efektif

ulinulin.com

Sejak September 2019 pengguna sepeda diberikan tempat khusus di beberapa ruas jalan ibu kota sebagai tempat perlintasan. Selain marka hijau bergambar sepeda diserta garis marka sebagai pembatas, pemerintah juga melarang pengguna kendaraan bermotor untuk menggunakannya, apalagi sampai parkir. Sejumlah rambu dipasang sebagai pengingat. Begitu pula CCTV juga dipasang di sejumlah titik untuk mengawasi.

Jalur sepeda kembali digencarkan setelah sebelumnya vakum

Sanksi tegas juga siap diberikan kepada para pelanggar berupa denda maksimal Rp 500 ribu atau penjara dua bulan, sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lantas apakah jalur sepeda saat ini sudah efektif sebagai jalur yang aman untuk pesepeda?

Menurut Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, inisiatif menyediakan jalur sepeda sebagai implementasi amanat Undang-Undang layak diapresiasi. Meski demikian, untuk saat ini penerapannya belum bisa dikatakan efektif dengan alasan jalur sepeda masih jadi satu dengan jalan raya. Potensi pelanggaran dan bahaya kecelakaan tetap ada dan mengintai. Belum lagi lebarnya yang rata-rata hanya 1,5 meter juga kurang nyaman buat mobilitas pesepeda.

“Belum efektif, saya sudah keliling lebarnya hanya 1,5 meter rata-rata. Pokoknya selama di sini jalur sepeda masih seperti itu, tanpa adanya batasan fisik, agak sulit,” tutur Djoko seperti dikutip dari Kompas, (3/12/2019).

Jalur sepeda masih menyatu dengan jalan raya, dianggap berbahaya

Lebih lanjut Djoko menuturkan, mungkin untuk jalur sepeda yang dibangun tahun 2011 silam di Jakarta Selatan setelah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 disahkan, efektivitasnya cukup terasa. Di zaman belum ada ojek online dan otoped listrik serta populasi kendaraan tak sebanyak sekarang. Meski lebarnya tidak lebih dari 1,5 meter sangat nyaman digunakan.

Namun sekarang zaman banyak berubah. Jalur khusus, terpisah dan lebih lebar untuk pesepeda sangat dibutuhkan mengingat populasi kendaraan bermotor semakin banyak. Selain itu perilaku berkendara yang kurang memperhatikan aturan juga perlu mendapat perhatian. “Kendala jalur sepeda ada pada hambatan samping seperti parkir-parkir di sekitarnya juga masih banyak. Belum lagi mobil dan motor yang berhenti di pinggir jalan, itu yang harus dibenahi dulu,” kata Djoko.

Jadi, butuh waktu lama agar jalur sepeda efektif untuk pesepeda sembari terus melakukan sosialisasi meningkatkan kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas.

Masih banyak perilaku pengendara yang perlu dibenahi

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”