Penjualan Daihatsu Naik 33,6 Persen, Optimistis Menghadapi Tahun 2022 Ke Depan

ulinulin.com – JAKARTA – Pabrikan Astra Daihatsu Motor (ADM) menghadapi tahun 2022 dan ke depan dengan penuh rasa optimistis. Pasalnya, capaian penjualannya pada kuartal pertama 2022 sangat menggembirakan.

Berapa penjualan retail Daihatsu selama Kuartal 1 2022?

Terios memimpin angka penjuala Daihatsu selama Maret 2022

Berdasarkan perhitungan penjualan retail, total lebih dari 238 ribu unit kendaraan terjual atau naik sebesar 33,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai informasi, tahun lalu kuartal 1 mencatatkan angka sekitar 178 ribu unit.

“Capaian ini menandakan bahwa penjualan otomotif semakin mendekati era sebelum pandemi. Saat itu kuartal 1 2019 ada di angka 260 ribu lalu di tahun berikutnya di 219 ribu sebelum kemudian ada virus pertama di Indonesia. Capaian penjualan ini juga berkat kehadiran kebijakan PPnBM DTP pada 2021 lalu yang kemudian lanjut di 2022 meski dengan skema berbeda,” ucap Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) dalam konferensi pers, Kamis (13/4/2022).

Secara merek, Daihatsu menempati posisi kedua pada capaian penjualan ritel hingga kuartal 1 2022. Sebanyak 46 ribu unit kendaraan berhasil terjual dengan market share naik menjadi 19,7 persen. Capaian ini meningkat sekitar 2,7 persen dibanding periode yang sama 2021 yang hanya mencapai 30 ribu unit dengan market share 17 persen. Toyota menjadi pemuncak daftar market share, disusul Mitsubishi di tempat ketiga, Honda dan Suzuki di tempat keempat dan kelima.

Ada tiga model yang menjadi penyumbang terbesar peningkatan penjualan. Pertama ada Terios yang pada Maret berhasil terjual sebanyak 2.339 unit atau naik 218 persen dibanding Februari yang terjual 1.072 unit. Model berikutnya adalah Xenia yang berhasil terjual 2.313 unit pada Maret atau naik 175 persen dibanding bulan sebelumnya yang terjual 1.321 unit. Pada posisi ketiga ada model Rocky yang terjual 1.245 unit pada Maret atau naik 116 persen dibanding bulan sebelumnya yang terjual 1.069 unit.

Ketiga model ini mendapat diskon PPnBM terutama dengan skema kendaraan di bawah Rp250 juta. Dalam aturan relaksasi PPnBM terbaru, model-model ini mendapatkan potongan 50 persen PPnBM hingga akhir Maret 2022. Selanjutnya konsumen wajib membayar PPnBM secara penuh alias 100 persen.

Model Ayla juga menjadi penyumbang penjualan di posisi keempat. LCGC tersebut terjual 1.500 unit atau naik 101 persen dari capaian bulan sebelumnya yakni 1.479 unit. Ada model Sigra yang terjual 3.311 unit atau naik sekitar 92 persen dibanding Februari yang terjual 3.614 unit.

Gran Max Pick up berhasil terjual 3.615 unit atau naik sekitar 118 persen dibanding Februari yang terjual 3.071 unit. Gran Max Minibus berhasil terjual 1.462 unit atau naik sekitar 124 persen dari capaian Februari yang hanya 1.178 unit. Sisanya ada model Daihatsu lain seperti Luxio dan Sirion yang capaian Maret sebesar 533 unit atau naik sekitar 168 persen dibanding bulan sebelumnya yang hanya terjual 318 unit.

Hendrayadi mengungkapkan dirinya merasa momen Lebaran juga akan membuat pasar mengalami kenaikan yang membuat daya beli masyarakat lebih terjaga. Pemerintah juga memperbolehkan aktivitas mudik, yang membuat adanya perputaran uang menjelang hari raya.

“Saya merasa pada April ini, meski insentif PPnBM sudah tidak ada kecuali LCGC, lalu PPN naik satu persen dan harga BBM naik, tingkat penjualan masih akan naik jelang Lebaran. Momen mudik mendorong konsumen untuk beli mobil baru,” ucap Hendrayadi.

Meski demikian, untuk waktu yang lebih jauh, Hendrayadi belum bisa memberikan gambaran karena banyak faktor yang memengaruhi pasar. Namun dirinya mengaku optimis terhadap pasar otomotif Tanah Air karena punya potensi tumbuh yang masih besar. Ini juga terlihat dari banyaknya merek non Jepang yang sudah berani berinvestasi di Indonesia. (SETYO ADHI/EK)

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”