Penyebab dan Faktor Risiko Radang Tenggorokan

ulinulin.com – Radang tenggorokan kerap menjadi penyakit yang dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia di masa pergantian musim.

Seperti namanya, radang tenggorokan adalah kondisi di mana tenggorokan mengalami peradangan akibat infeksi.

Dalam istilah medis, penyakit ini disebut faringitis yang berarti terjadi radang di bagian faring atau belakang tenggorokan.

Peyebab infeksi tersebut bisa virus maupun bakteri. Oleh karena itu, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat kita perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab dari radang tenggorokan.

Penyebab

Penyebab radang tenggorokan paling umum adalah virus. Tapi, dalam beberapa kasus tertentu, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh bakteri.

Infeksi virus

Merangkum dari Healthline, beberapa virus yang dapat menyebabkan faringitis di antaranya:

  • Selesma (batuk pilek)
  • Influenza
  • Mononukleosis
  • Campak
  • Cacar air
  • Batuk rejan
  • Croup (infeksi pernapasan anak)

Pada radang tenggorokan akibat infeksi virus, tidak diberikan antibiotik. Selain itu, pengobatan hanya diperlukan untuk membantu meringankan gejala saja.

Infeksi bakteri

Sejumlah bakteri bisa menyebabkan radang tenggorkan. Salah satu yang paling umum penyebab kondisi ini adalah Streptococcus pyogenes (Streptokokus grup A).

Dikutip dari Medical News Today, infeksi bakteri lain yang dapat menyebabkan radang tenggorokan termasuk:

  • Streptokokus grup C dan G
  • Klamidia
  • Gonorea
  • Mycoplasma pneumoniae

Untuk kasus radang tenggorokan akibat infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk pengobatan.

Penyebab lain

Menurut Mayo Clinic, selain infeksi virus dan bakteri, radang tenggorokan juga bisa disebabkan oleh hal-hal lain seperti:

  • Alergi
  • Iritasi
  • Otot tegang
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)
  • Udara kering
  • Tumor

Faktor Risiko

Selain sebab di atas, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena radang tenggorokan.

1. Usia

Anak-anak dan remaja lebih besar kemungkinannya mengalami rasang tenggorokan.

Pada anak-anak usia 3 hingga 15 tahun, radang tenggorokan biasanya terkait dengan infeksi bakteri.

2. Paparan asap tembakau

Menjadi perokok aktif maupun pasif meningkatkan risiko terkena radang tenggrokan. Itu karena asap rokok bisa mengiritasi tenggorokan.

Selain itu, rokok juga meningkatkan risiko kanker mulut, tenggorokan, dan pita suara.

3. Alergi

Reaksi alergi biasanya meningkatkan risiko radang tenggorokan. Apalagi jika alergi yang terjadi berkepanjangan.

4. Iritasi bahan kimia

Partikel udara sari bahan bakar fosil dan bahan kimia rumah tangga juga bisa menyebabkan iritasi tenggorokan.

5. Infeksi sinusitis kronis

Pengeringan hidung bisa mengiritasi tenggorokan serta menyebarkan infeksi.

6. Imun Lemah

Ketika sistem imun atau kekebalan tubuh melemah, maka virus maupun bakteri dengan mudah menginfeksi.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website kompas.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”