Penyebab Diabetes Melitus dan Faktor Risikonya

ulinulin.com – Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme yang membuat kadar gula darah tinggi.

Gula darah atau glukosa adalah sumber energi yang penting untuk membentu otot dan jaringan, serta sumber bahan bakar utama otak.

Apabila kadar gula darah melonjak, penderita bisa merasakan beberapa gejala diabetes melitus .

Di antaranya kerap kehausan walaupun sudah cukup minum, sering kencing, mudah lapar, berat badan turun tanpa sebab jelas, lelah, pandangan kabur, sampai luka susah sembuh.

Penyebab diabetes melitus bisa beragam, tergantung tipe penyakit dan kondisi kesehatan penderitanya. Berikut beberapa di antaranya:

Penyebab diabetes melitus tipe 1

Melansir Mayo Clinic, penyebab diabetes melitus tipe 1 yang pasti hingga kini belum diketahui.

Namun, sejumlah penderita diabetes tipe 1 mengalami gangguan sistem daya tahan tubuh (imun).

Sistem imun yang semestinya bekerja melawan bakteri atau virus, justu menyerang sel penghasil insulin penderita diabetes melitus tipe 1.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan kelenjar di pankreas. Hormon ini memungkinkan gula masuk ke sel tubuh sekaligus menurunkan gula di aliran darah.

Gangguan sistem imun pada penderita diabetes melitus tipe 1 ini membuat produksi insulin minim atau tidak ada sama sekali.

Imbasnya, gula tidak bisa diangkut ke dalam sel tubuh dan menumpuk di aliran darah, sehingga kadar gula darah melonjak.

Kendati penyebab diabetes melitus tipe 1 yang pasti belum diketahui, tapi ada beberapa faktor risiko penyakit ini, antara lain:

  • Orangtua atau saudara kandung mengidap diabetes melitus tipe 1
  • Infeksi virus atau bakteri
  • Terdapat autoantibodi atau sistem imun yang merusak sel penghasil insulin

Kebanyakan penyakit diabetes melitus tipe 1 disebabkan kombinasi faktor genetik dari keluarga dan faktor lingkungan seperti infeksi virus.

Penyebab diabetes melitus tipe 2

Pada diabetes melitus tipe 2, sel tubuh penderitanya sudah resisten terhadap insulin.

Pankreas tidak dapat membuat insulin yang cukup untuk mengontrol gula darah.

Alih-alih masuk ke sel tubuh yang membutuhkan energi, gula darah justru menumpuk di aliran darah penderita diabetes melitus tipe 2.

Seperti pada diabetes melitus tipe 1, penyebab diabetes melitus tipe 2 yang pasti juga belum diketahui.

Namun, faktor genetik dan gaya hidup berkontribusi besar dalam memicu penyakit ini.

Penderita penyakit diabetes melitus tipe 2 umumnya memiliki berat badan berlebih.

Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko diabetes melitus tipe 2, yakni:

  • Tubuh memiliki banyak jaringan berlemak
  • Kurang aktif bergerak
  • Berasal dari keluarga penderita diabetes melitus tipe 2
  • Bertambahnya usia, tapi tidak menutup kemungkinan anak-anak dan remaja menderita penyakit ini
  • Pola makan tidak sehat

Penyebab diabetes gestasional

Selama hamil, plasenta wanita menghasilkan hormon untuk mendukung kehamilan.

Hormon ini membuat sel tubuh lebih kebal pada insulin.

Biasanya, pankreas ibu hamil merespons kondisi ini dengan memproduksi hormon insulin lebih banyak.

Namun, pankreas ibu hamil dengan diabetes gestasional tidak bisa menghasilkan insulin ekstra untuk mengontrol kelebihan gula ini.

Akibatnya, glukosa yang masuk ke sel tubuh minim, glukosa masuk ke darah, dan kadar gula darah melonjak.

Ibu hamil dengan diabetes gestasional lebih berisiko terkena penyakit diabetes melitus tipe 2 di kemudian hari.

Ibu hamil yang melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari empat kilogram juga lebih berisiko terkena penyakit diabetes melitus tipe 2.

Penyebab diabetes melitus lainnya

Selain penyebab diabetes melitus di atas, ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang seseorang menderita penyakit gangguan metabolisme gula darah ini.

Melansir laman resmi Diabetes.co.uk, kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan penyakit diabetes melitus antara lain:

  • Penyakit radang pankreas
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Sindrom cushing
  • Penyakit glukagonoma

Selain beberapa penyakit di atas, diabetes juga bisa disebabkan efek samping penggunaan obat jenis glukokortikoid dalam jangka panjang.