"/> Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik, Plug-in Hybrid, dan Hibrida

Perbandingan Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik, Plug-in Hybrid, dan Hibrida

ulinulin.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2018/09/30/Ay6TmsFs/ioniq-h-e551.jpg”>

Saat ini ada tiga kelas kendaraan yang dioperasikan sepenuhnya atau sebagian melalui tenaga listrik. Diantaranya hibrida, plug-in hybrid, dan mobil listrik. Kelebihan dan kekurangan mobil listrik bisa dibandingkan dengan mobil hibrida maupun plug-in hybrid. Meskipun masih belum banyak pilihan di Indonesia, mari kita lihat apa saja yang diberikan oleh ketiga kendaraan tersebut.

1. Hybrid

Kendaraan bertenaga hibrida menggunakan mesin bensin konvensional sebagai sumber tenaga utama. Mesin gas ditambahkan dengan tingkat tertentu oleh motor listrik yang didukung oleh baterai self-charging yang memulihkan tenaga dari pengereman dan perlambatan.

Tergantung pada modelnya, motor listrik bisa memberikan dorongan tenaga atau bisa membantu perjalanan selama beberapa kilometer. Penghematan bahan bakar tergantung pada modelnya. Para pemimpin kendaraan hibrid saat ini adalah Hyundai Ioniz dengan perbandingan 57/59 mpg (kota/jalan raya) dan Toyota Prius di 58/53 mpg.

Hyundai Ioniq Hybrid 2018 dengan efisensi bahan bakar 57/59

Kelemahannya adalah bahwa kendaraan hibrida biasanya dihargai lebih tinggi daripada model konvensional yang sebanding. Selain itu biaya maintenance atau perawatan berkala yang terbilang mahal dibandingkan kendaraan konvensional bisa menjadi hambatan.

2. Plug-in hybrid

Juga disebut PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) yang menggunakan baterai yang lebih besar dibandingkan mesin hibrida standar. Tapi pengemudi harus dicas untuk mencapai muatan penuh. Setelah baterai habis, PHEV akan beroperasi seperti hibrida konvensonal dengan motor listrik membantu mesin bensin.

Tidak seperti mobil listrik penuh, pemilik PHEV tidak perlu khawatir terdampar di pinggir jalan ketika baterai mati. Jangkauan operasi elektrik PHEV dan konsumsi energi juga bervariasi berdasarkan model. Contohnya Countryman Mini versi PHEV bisa berjalan 20 kilometer pertama dengan daya baterai. Toyota Prius Prime PHEV bisa berjalan 40 kilometer dan Chevrolet Volt mampu berkendara 85 kilometer sebleum diisi daya.

Toyota Prius Prime PHEV keluaran 2017

Masalahnya, PHEV lebih mahal dibandingkan mesin hibrida standar. Di luar negeri, Prius Prime yang disebutkan di atas mendapatkan harga $ 3.800 atau setara dengan Rp 56 juta dibandingkan versi Prius hibrida standar.

3. Listrik

Kendaraan listrik penuh (EV/Electric Vehicle) menghasilkan nol emisi dan biasanya biaya operasinya lebih rendah dibandingkan kendaraan bertenaga gas. Tetapi rentang operasi EV terbatas dan harus diisi melalui outlet listrik di rumah atau stasiun pengisian publik agar tetap berjalan. Masalahnya mobil akan langsung berhenti berjalan ketika baterai habis. Kebanyakan EV bisa berjalan dari 160 hingga 200 kilometer untuk sekali pengecasan.

Tesla Model S adalah pemenang dalam urusan daya tahan baterai dengan perkiraan maksimum daya tempuh 540 kilometer. Banyak faktor dapat mempengaruhi rentang EV. Mengemudi pada kecepatan lebih tinggi, beroperasi dalam cuaca dingin, dan aksesori lain seperti pemanas dan AC mempengaruhi daya tempuh EV.

Pemenang daya tempuh mobil listrik, Tesla Model S

Meskipun membebaskan kendaraan dari emisi, namun kekurangan mobil listrik terletak pada harganya yang lebih mahal daripada mesin hibrida maupuh PHEV. Sebagai contoh Ford Focus Electric dihargai lebih dari Rp 163 juta dibandingkan versi tenaga konvensional. Yang paling susah adalah mencari ‘pom pengisian’ untuk kendaraan listrik yang masih belum dikembangkan di Indonesia.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website cintamobil.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”