Peretas Sikat Kripto Setara Rp63 Miliar di Aplikasi Ini

ulinulin.com – Peretas sikat kripto setara Rp63 miliar dari aplikasi ini, yang menghubungkan aset kripto lintas blockchain yang berbeda. Kripto ETH dan wBTC langsung dicuci lewat Tornado Cash.

Peretasan lagi-lagi menghantui pasar kripto, ketika mulai menguat pasca ambrol besar. Kali ini menimpa aplikasi The Meter Passport.

Dilansir dari Cointelegraph, Selasa (8/2/2022), The Meter Passport mengalami kerugian hingga US$4,4 juta, setara Rp63 miliar. Peretasan itu juga merugikan aplikasi terkait, yakni Hundred Finance senilai US$3,3 juta.

Karena The Meter Passport adalah aplikasi yang menghubungkan antar blockchain yang berbeda, peretasan ini turut berdampak terhadap smart contract Moonriver (berbasis Kusama Polkadot). Sedangkan Hundred Finance, platform pinjaman kripto berbasis Compound Finance.

Peretas Sikat Kripto Senilai US$4,4 Juta

Peretasan itu terjadi pada 5 Februari 2022, pukul 14.00 UTC lewat beberapa transaksi, nilai totalnya adalah US$4,4 juta yang terdiri dari kripto Binance Coin (BNB) dan Wrapped ETH (wETH).

“Token itu diterbitkan secara tidak sah di aplikasi The Meter Passport, karena seolah-olah ada kripto ETH yang disetorkan ke dalam smart contract,” sebut tim pengembang di Twitter. Disebutkan juga, bahwa BNB curian dijual di Sushiswap.

Pihak pengembang The Meter Passport sudah memastikan adanya peretasan itu akibat kelemahan penerapa kode smart contract di aplikasi. Mereka, lewat Twitter juga mengatakan akan mengganti semua kerugian menggunakan kripto MTRG.

Perusahaan keamanan blockchain PeckShield memperkirakan bahwa secara total, sebanyak 1.391 ETH dan 2,74 wBTC digondol oleh peretas. Dan semuanya dicuci lewat layanan Tornado Cash untuk menyamarkan transaksi. wBTC adalah kripto yang ditokenisasi berdasarkan nilai Bitcoin (BTC) di blockchain Ethereum. 1 wBTC setara dengan 1 BTC.

Modus Peretasan Seperti terhadap Wormhole

Modus ini hampir serupa dengan modus pada peretasan terhadap aplikasi Wormhole, 3 Februari 2022 lalu, yang mengakibatkan kerugian US$321 juta.

Dilansir dari Cointelegraph, peretasan terjadi pada pukul 18:24 UTC pada 2 Februari 2022. Peretasa menerbitkan 120.000 WETH (WETH) di blockchain Solana, kemudian menukarkan menjadi 93.750 WETH dengan ETH senilai US$254 juta ke blockchain Ethereum pada pukul 18:28 UTC.

Dugaan sementara adalah peretasan mampu menggunakan celah, di mana mereka bisa menerbitkan WETH tanpa perlu meng-lock ETH di dalam aplikasi Wormhole itu. [ps]