Perhatikan, 7 Alasan Chainsaw Man Tidak untuk Ditonton Anak-Anak

ulinulin.com – Kita selalu menghubungkan serial-serial anime sebagai tontonan anak. Namun sebenarnya tidak jarang ada anime yang ditunjukan untuk penonton dewasa, salah satunya ialah anime viral yang ramai akhir-akhir ini berjudul Chainsaw Man.

Buatmu yang belum tahu, Chainsaw Man sendiri merupakan anime dengan rating dewasa produksi studio Mappa yang terkenal karena animasi Jujutsu Kaisen dan Attack On Titan yang sempat meledak di internet kemarin.

Meski digadang-gadang seru, anime Chainsaw Man ini tidak ditunjukkan untuk anak-anak. Anime yang didaptasi dari manga berjudul sama ini bahkan mendapatkan rating usia 17+ di My Animelist.

Berikut ini akan membahas 7 alasan mengapa anime Chainsaw Man tidak untuk ditonton anak-anak.

1. Anime yang brutal

Kebrutalan atau tindakan kekerasan tidak bisa lepas dari anime ini, bahkan boleh dibilang menjadi estetis Chainsaw Man.

Chainsaw Man dipenuhi dengan pertarungan yang brutal yang kurang cocok untuk dilihat anak-anak. Moral abu-abu yang coba dibawakan ke dalam cerita membuatnya terasa tidak memiliki batasan dalam menunjukkan kekerasan.

Anak-anak yang belum terlalu memahaminya dapat mencontoh tindak kekerasan di anime ini. Berbahaya sekali ya.

2. Penggunaan alkohol dan rokok

Penggunaan alkohol dan rokok lekat kaitannya dengan tingkat kekerasan di anime Chainsaw Man.

Beberapa karakter di anime ini memiliki sifat yang tidak terlalu peduli terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan mereka, termasuk rokok dan alkohol.

Sebagai contoh, ada seorang karakter yang sengaja merokok meski ia tahu bahayanya terhadap kesehatan karena mengetahui usia hidupnya memang tidak lama lagi.

Editors’ Picks

3. Penggunaan senapan dan senjata tajam

Seperti yang kita ketahui ada banyak sekali anime yang menjadikan senjata tajam sebagai salah satu unsur aksi di dalamnya. Tidak jauh berbeda dengan Chainsaw Man.

Namun karena genrenya yang kejam dan banyak darah, penggunaan senjata seperti pedang atau gergaji di sini terlihat sangat nyata (banyak darah) dan di beberapa bagian cukup menjijikan.

Adegan-adegan seperti ini sebaiknya tidak dilihat oleh anak-anak.

4. Adegan bertarung penuh darah

Kebrutalan yang Chainsaw Man tunjukkan bukan hanya dari pertarungannya dan unsur kekerasan saja, tetapi juga adanya darah di setiap pertarungan.

Sebagai anime bergenre gore (kejam) tidak heran jika di anime ini Mama akan menemukan banyak sekali adegan bagian tubuh terpotong penuh darah.

Bahkan karakter-karakter di anime ini pun mengalami mimpi buruk karena pengalaman mengerikan yang perlu mereka lalui.

5. Unsur seksual

Unsur dan tema berbau seksual juga cukup menonjol di anime ini.

Pertama-tama dari karaker utamanya yang terobsesi dengan perempuan. Lalu di manga Chainsaw Man sendiri terdapat adegan yang belum cocok untuk dilihat anak-anak.

6. Bahasa kasar

Karakter dalam Chainsaw Man cukup sering melakukan tindakan bahkan bahasa kasar.

Meski anime Chainsaw Man ini dibuat menggunakan bahasa Jepang tetap saja membiasakan berbicara kasar sangat jauh dari kata baik.

7. Adegan menjijikan dan hantu

Chainsaw Man mengisahkan pertempuran mengenai para pemburu iblis dengan iblis di Jepang. Iblis yang ditampilkan dalam seri ini memiliki bentuk yang mengerikan dan cukup menganggu.

Bahkan ada beberapa iblis yang memiliki tampilan cukup menyeramkan mirip dengan hantu.

Adegan pertarungan antara tokoh utama dengan iblis pun pada beberapa kesempatan berlangsung agak menjijikan karena dipadukan dengan unsur gore Chainsaw Man.

Pastikan Mama membaca 10 alasan mengapa anime Chainsaw Man tidak cocok untuk anak-anak di atas ya. Oh ya pastikan juga anak-anakmu mengkonsumsi anime yang sesuai dengan usianya.

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website popmama.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”