Pertempuran Imbal Hasil Bitcoin versus Emas Kian Tegas

ulinulin.com – Pertempuran imbal hasil antara Bitcoin (BTC) versus emas kian tegas, setelah kripto itu mencetak imbal hasil 133 persen pada tahun ini, sedangkan emas turun 4 persen.

Di sisi lain, pecinta emas kian mengakui keunggulan aset pendatang baru itu. Bahkan beberapa di antaranya menilai Bitcoin dan emas akan berjalan beriringan sebagai store of value.

“Saya pikir sangat mungkin bagi kedua aset ini untuk hidup berdampingan di pasar, karena kedua-duanya punya sektor dan pangsa berbeda,” kata George Milling-Stanley, Kepala Strategi Emas di SPDR ETF State Street, kepada CNBC, Senin lalu.

SPDR Gold Trust (GLD) adalah ETF terbesar di dunia yang didukung oleh emas fisik, akan memasuki tahun ke-17-nya di pasar umum pada 18 November mendatang.

Masalahnya adalah nilai emas dunia merosot. Pada tahun ini saja, turun hampir 4,5 persen dan sampai sekitar 281 persen sejak diluncurkan pada tahun 2004. ETF emas ini adalah sejenis reksadana yang diperdagangkan di bursa efek.

“Secara historis emas menjanjikan dua hal kepada investornya, yakni dalam jangka panjang, emas dapat meningkatkan imbal hasil dan menekan risiko akibat volatilitas harga di pasar,” sebut Milling-Stanley.

Ia membandingkan dengan kripto seperti Bitcoin yang sangat volatil, walaupun imbal hasilnya jauh lebih besar daripada emas di jangka waktu serupa.

“Itu sebabnya inflasi yang panjang kemungkinan akan membuat emas kembali menarik,” katanya.

“Saat ini, kita mengalami inflasi sekitar 5 persen selama mungkin tiga atau empat bulan [di AS-Red], tetapi harga emas belum merespons angka inflasi ini,” ujarnya.

Bitcoin versus Emas dan Inflasi

Bitcoin dan kripto lainnya, secara fakta menarik modal yang sebelumnya ada di pasar emas, baik fisik maupun ETF. Bitcoin secara khusus terkesan bisa menggantikan peran emas sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi.

“Dengan kapitalisasi pasar bitcoin dan kripto lainnya yang meningkat, tentu saja, aset itu kian menarik modal dari pasar emas,” kata Will Rhind Pendiri dan CEO GraniteShares.

Prediksi Harga Puncak Bitcoin, Kraken: Kemungkinan Besar di US$96 Ribu

Namun baginya, trader dan investor yang membeli kripto lebih pada motif spekulasi, lengkap dengan risiko tinggi yang dihadapinya. Sedangkan emas lebih pada motif defensif dalam jangka yang lebih panjang. [red]

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website blockchainmedia.id. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”