Reksa Dana Campuran, Pilihan Investasi untuk Maksimalkan Keuntungan Investor

ulinulin.com – Investasi reksa dana pada dasarnya memiliki risiko lebih kecil dibanding investasi saham. Namun, tetap saja mitigasi risiko merupakan hal yang penting. Nah, salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan memilih investasi reksa dana campuran.

Apa itu reksa dana campuran? Lalu, apa bedanya dengan reksa dana jenis lainnya?

Tenang, Glints akan jawab semua pertanyaanmu di artikel ini.

Jadi, simak baik-baik sampai akhir, ya.

Apa Itu Reksa Dana Campuran?

© Inc.com

Menurut ING, reksa dana campuran adalah reksa dana yang dalam portofolionya memiliki beberapa jenis produk finansial.

Ini adalah upaya investor untuk meminmalkan risiko investasi dengan melakukan diversifikasi portofolio.

Untuk strategi reksa dana ini, ekuitas atau instrumen yang harus dipilih seorang investor adalah saham, surat utang/obligasi, dan pasar uang.

Nah, melansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maksimal investasi untuk ketiga instrumen tersebut adalah 79%.

Tujuan dari berinvestasi dengan cara ini adalah untuk meminimalkan risiko saat investasi.

Pasalnya, dengan cara ini, profil risikomu sebagai seorang investor tersebar ke beberapa instrumen aset.

Bayangkan saja, misalnya salah satu instrumen investasimu mengalami kerugian.

Dengan reksa dana jenis ini, kamu bisa lebih tenang karena masih memiliki aset lain yang grafiknya naik, sehingga kamu tetap bisa mendapat keuntungan.

Kalau kamu menanam uang di satu tempat saja, danamu akan hilang seluruhnya jika tempat itu rugi.

Tipe Reksa Dana Campuran

© Lumenlearning.com

Menurut The Balance, reksa dana campuran terbagi atas dua tipe.

Tipe investasi campuran yang pertama adalah balanced funds atau reksa dana berimbang dan reksa dana target waktu.

1. Berimbang

Dalam reksa dana berimbang, ada tiga klasifikasi lagi yang perlu kamu ketahui.

Klasifikasi reksa dana berimbang adalah konservatif, moderat, dan agresif.

Nah, dalam portofolio reksa dana konservatif, biasanya ada lebih banyak aset obligasi dibanding saham.

Dengan strategi ini, tidak banyak risiko yang perlu dikhawatirkan.

Hanya saja, keuntungannya pun tidak besar.

Sementara, jika pilihanmu adalah moderat, akan ada risiko yang lebih tinggi dibanding konservatif.

Keuntungannya pun lebih besar.

Biasanya, portofolionya lebih seimbang antara obligasi dan saham.

Lalu, untuk tipe agresif, keuntungan adalah fokus utamanya.

Oleh karena itu, akan terlihat lebih banyak investasi di reksa dana saham dibanding obligasi.

Risikonya paling besar dan keuntungannya pun bisa semakin banyak.

2. Target waktu

Investor yang memilih reksa dana jenis target waktu adalah orang-orang yang cenderung tidak takut mengambil risiko.

Dengan strategi ini, investor akan memperhatikan tanggal yang paling dekat dengan tanggal tujuan investasi yang sudah ditetapkan di awal rencana investasi.

Semakin dekat kamu dengan tanggal tersebut, alokasi aset semakin tidak berisiko dan berubah menjadi konservatif.

Jadi, investor ini akan lebih banyak berinvestasi di obligasi alih-alih saham pada waktu tersebut.

Cara ini cocok untuk investasi yang diniatkan sebagai dana pensiun.

Keunggulan Reksa Dana Campuran

© Freepik.com

1. Lebih aman

Kalau kamu tipe investor yang lebih suka cari aman, reksa dana campuran adalah pilihan yang tepat.

Karena risiko investasimu tersebar di berbagai aset, kerugian yang dialami akan masih bisa ditutupi oleh keuntungan dari aset lainnya.

2. Lebih untung dibanding reksa dana pendapatan tetap

Reksa dana pendapatan tetap yang berisi sebagian besar investasi di obligasi ternyata adalah investasi yang menghasilkan keuntungan lebih kecil dibanding campuran.

Reksa dana ini bisa menghasilkan keuntungan hingga 15% setiap tahunnya.

Memang ini menggiurkan, tetapi risikonya pun tetap harus dipertimbangkan, ya.

Risiko Investasi Reksa Dana Campuran

© Freepik.com

1. Fluktuasi pasar

Risiko yang sangat perlu diwaspadai investor termasuk investor yang memilih strategi ini adalah fluktuasi pasar.

Setiap hari, pasar saham bergejolak, kadang naik dan kadang turun.

Tentu ini memengaruhi nilai keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi reksa dana jenis tersebut.

Tak jarang juga ada yang mengalami kerugian besar akibat salah menilai tempat investasi yang tepat.

2. Manajer investasi yang tidak kompeten

Saat berinvestasi di reksa dana, akan ada seorang manajemen investasi yang membantumu mengelola uang yang diinvestasikan.

Kadang, sebuah ekuitas tidak memiliki manajer investasi yang cukup baik, sehingga kerugian terjadi.

Oleh sebab itu, penting untuk melakukan analisis untuk mengetahui mana tempat investasi yang potensial dan mana yang tidak.

Demikianlah pemaparan Glints soal reksa dana campuran.

Apakah kamu salah satu orang yang memilih strategi ini saat berinvestasi? Apakah menurutmu reksa dana ini adalah strategi yang kurang bagus?

Apa pun opinimu, yuk, diskusikan di Glints Komunitas.

Di sana, ribuan pengguna telah menunggumu untuk ikut berdiskusi tentang berbagai topik, termasuk keuangan dan investasi.

Seru, kan? Yuk, langsung daftar dan gabung obrolannya.

Sumber

    What Are Hybrid Funds?

    What is a mixed fund?

    Yuk, Berinvestasi di Reksa Dana!

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”