Review Samsung Galaxy Tab S7: Alternatif Laptop untuk Produktivitas

ulinulin.com – Sejauh ini hanya ada dua produsen yang masih gencar menghadirkan perangkat komputer tablet kelas premium, Apple dan Samsung. Konsistensi Samsung kembali dibuktikan dengan menghadirkan generasi perangkat komputer tablet terbaru melalui Galaxy Tab seri S7.

Samsung Galaxy Tab seri S7 sendiri hadir dalam dua varian yaitu Tab S7 dan Tab S7+. Perbedaan mendasar terdapat pada ukuran layarnya. Samsung Galaxy Tab S7 (SM-T875) yang kami uji kali ini memiliki ukuran lebih kecil, yaitu 11 inci. Panel layarnya juga lebih sederhana dibanding Tab S7+. Tab S7 menggunakan panel LTPS LCD dengan resolusi 2.560 x 1.600 piksel, berbeda dengan Tab S7+ yang menggunakan AMOLED berukuran 12,4 inci dan beresolusi 2.800 x 1.752 piksel.

Meski lebih sederhana, tetapi kualitasnya sudah cukup nyaman untuk berbagai aktivitas, mulai dari gim, multimedia, sampai produktivitas. Penggunaan refresh rate 120 Hz membuat tampilan jadi lebih mulus dan lancar. Tidak ketinggalan, teknologi HDR10+ serta tingkat kecerahan sebesar 500 cd/m2 yang membuat tampilannya cukup terang dan tajam dilihat dari berbagai sudut pandang.

Dari sisi desain, Tab S7 masih mirip dengan generasi sebelumnya dengan dimensi yang juga tidak jauh berbeda. Bahkan, Tab S7 punya bobot sedikit lebih berat dan dibalut dengan material logam plus lebih tebal dibanding Tab S6. Namun. kami merasa justru ini yang membuatnya makin terasa premium dengan build quality yang makin baik. Bodi belakang memiliki pilihan warna black dan silver dengan metode finishing brush yang kesat dan tidak mudah kotor oleh sidik jari maupun tangan.

Pada bodi belakang, terdapat tulisan Samsung dengan posisi lanskap pada sisi kiri dan terdapat pula garis lurus panjang yang memiliki fungsi sebagai tempat pengisian baterai untuk S Pen. Sepanjang area garis lurus itu terdapat landasan magnet sehingga S Pen langsung menempel saat pengisian baterai dilakukan.

Ujung garis tersebut langsung menyatu dengan kamera belakang. Ada dua kamera, yakni yang memiliki resolusi 5 MP dengan aperture f/2,2 dan merupakan kamera ultralebar, serta yang memiliki resolusi 13 MP dengan aperture f/2,0 dan merupakan kamera lebar atau utama. Secara maksimal kemampuan merekam videonya adalah 4K dengan frame rate 30 fps.

Masih bodi belakang, pada bagian bawahnya terdapat tulisan Sound by AKG yang menegaskan dukungan audio yang digunakan. Dukungan audio masih ditambah dengan Dolby Atmos sehingga menghadirkan kualitas suara yang lebih baik. Ketersediaan empat speaker juga bakal menghadirkan suara yang lebih lebar.

Untuk S Pen, Samsung telah menggunakan desain baru serta kemampuan yang ditingkatkan. S Pen ini hanya memiliki satu tombol fungsi yang terletak cenderung dekat ke bagian depan untuk kemudahan jari menjangkaunya. Ujung penanya terasa lebih lentur dan mendukung latensi rendah sampai 9 ms. Ini membuatnya terasa nyaman saat digunakan untuk menulis, menggambar, maupun mewarnai secara detail. Koneksinya menggunakan Bluetooth yang mendukung jarak sampai 10 meter.

Tab S7 dibekali Qualcomm Snapdragon 865+ serta memori utama 6 GB LPDDR4X. Sebagai SoC flagship, skor uji yang kami lakukan mendapatkan angka tinggi. Hal itu berguna tidak hanya ketika menjalankan aplikasi maupun gim berat, tapi juga ketika menjalankan beberapa aplikasi secara multitasking. Begitu pula ketika mengaktifkan multi-active windows yang menampilkan beberapa aplikasi atau task sekaligus pada satu layar dengan lancar.

Sebagai gambaran, kami menjalankan PUBG Mobile dengan pilihan grafis HD, frame rate high, dan pilihan style Movie; hasilnya gim masih berjalan mulus tanpa kendala. Hal yang juga cukup menyenangkan adalah memainkan gim tersebut pada layar besar.

Dengan menggunakan aksesori berupa book cover keyboard, Anda akan mendapatkan kenyamanan lebih, utamanya saat mengaktifkan fitur Samsung DeX. Seperti perangkat flasghip Samsung sebelumnya, fitur ini hadir guna memberikan tampilan ala PC desktop dan laptop sehingga perangkat bisa digunakan seperti laptop.

Saat mengaktifkannya dari mode smartphone, akan terjadi jeda beberapa detik, lalu DeX akan menampilkan mode desktop; tampilan antarmuka ala smartphone akan berubah seperti antarmuka pada PC desktop dan laptop yang menampilkan taskbar dan ikon yang tidak menumpuk. Dengan antarmuka One UI terbaru, tampilan DeX terlihat minimalis dengan taskbar yang terlihat efisien.

Selayaknya bekerja dengan laptop, ukuran jendela bisa diatur, begitu pula dengan proses minimize dan maximize. Selain itu, fitur zoom layar dan opsi untuk mengubah ukuran font juga sangat membantu. Untuk produktivitas, Anda bisa menambahkan aplikasi penunjang yang diperoleh dari Play Store, sebut saja aplikasi berbasis office, baik gratis maupun berbayar.

Meski fokus untuk kegiatan produktivitas, kamera utama Tab S7 cukup bagus memotret. Fitur-fitur aplikasi kameranya juga mirip dengan smartphone Samsung pada kelas menengah. Kamera di belakang dilengkapi flash, sedangkan kamera depan punya resolusi 8 MP tanpa flash. Dengan mode DeX, kamera depannya cukup bagus digunakan untuk aktivitas seperti telekonferensi.

Kami juga menyukai daya tahan penggunaan baterainya yang ternyata awet. Berbekal kapasitas 8.000 mAh, baterai tersebut mampu menenagai Tab S7 sampai lebih dari 15 jam. Skenario yang kami gunakan adalah PCMark for Android – Work 2.0 Battery Life, dengan mengatur tingkat kecerahan ke 50% serta Wi-Fi dan mobile data dimatikan. Sementara, refresh rate layar kami atur pada 60Hz. Daya tahan ini terbilang lama dan bikin tambah asyik, apalagi ketika digunakan dalam mode DeX untuk mengerjakan tugas seperti mengetik di kantor atau tempat nongkrong lainnya.

Sayangnya, paket Tab S7 hanya menyertakan adaptor 15 W. Padahal spesifikasinya mendukung adaptor 65 W. Jika saja paketnya menyertakan adaptor 65 W, tentu pengisian baterai akan lebih gegas.

Kesimpulan

Sebagai penerus dari generasi sebelumnya, Samsung Galaxy Tab S7 (SM-T875) membawa peningkatan performa serta fitur yang lebih baik. Dengan kemampuan yang ditawarkan, komputer tablet ini cocok digunakan sebagai alternatif laptop, apalagi dimensinya yang lebih praktis dan bobotnya yang lebih ringan membuat lebih mudah dibawa-bawa.

Plus: Desain premium, performa tinggi, S Pen bisa diisi ulang baterainya secara nirkabel, ada empat speaker AKG plus Dolby Atmos, daya tahan baterai bagus.

Minus: Adaptor yang disertakan hanya 15 W, book cover keyboard dijual terpisah, tanpa jack audio 3,5 mm.

Hasil Uji

Spesifikasi

Belakang: 13 MP (f/2,0) + 5 MP (f/2,2, ultralebar), LED flash; video 4K @ 30 fps,

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website infokomputer.grid.id. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”