Said Iqbal Soal Ancaman Resesi 2023: Menteri-menteri Jangan Takuti Rakyat!

ulinulin.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut Indonesia tidak akan resesi. Hal ini sekaligus membantah isu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal dengan dalih resesi ekonomi.

Said Iqbal menilai ekonomi Indonesia masih tergolong aman. Ia pun meminta pemerintah tidak mengeluarkan narasi menakut-nakuti soal resesi ekonomi.

“Kami mengecam keras menteri yang bergerak di perekonomian dan pengusaha hitam soal resesi global. Resesi itu memang betul di Eropa, tapi tidak sampai ke Indonesia,” katanya dalam konferensi pers virtual, Rabu (2/11/2022).

Said Iqbal menggunakan istilah ‘pengusaha hitam’ kepada mereka yang memanfaatkan isu resesi untuk melakukan PHK. Ada dugaan mereka tidak mau menaikkan upah dengan dalih ekonomi sedang resesi.

“Sehingga, motif yang pertama mereka nggak mau naikin upah. Motif kedua, mereka mau pakai karyawan outsourcing,” ungkapnya.

Said Iqbal menyebut ekonomi Indonesia masih tumbuh di atas 5,1%. Ekonomi juga diprediksi masih tetap tumbuh di atas 5%. Menurutnya Indonesia hanya kalah dari India dan Filipina.

“Jadi yang resesi apa? Ini kemudian pengusaha-pengusaha memanfaatkan jargon-jargon narasi resesi,” tegasnya.

Oleh karena itu ia meminta menteri-menteri di bidang perekonomian tidak menakut-nakuti rakyat. Narasi ekonomi gelap dan resesi 2023 disebutnya sebagai provokasi.

“Dengan demikian kami minta menteri-menteri perekonomian jangan takut-takuti rakyat, tanda petik menjadi provokator 2023 ekonomi gelap, akan jadi resesi,” imbuhnya.

Dalam catatan, ada enam perusahaan yang baru-baru ini melakukan PHK. Keenamnya adalah Binar Academy, Bananas Indonesia, GrabKitchen, Indosat, Tokocrypto, dan Shopee Indonesia. Salah satu alasan PHK adalah bersiap menghadapi ketidakpastian ekonomi global ke depannya.