Sering Membuat Ngeri, Sebenarnya Apa Itu Resesi Ekonomi?

ulinulin.com – Resesi ekonomi adalah salah satu momok yang paling ditakuti oleh setiap negara. Pasalnya, hal yang satu ini menunjukkan bahwa ekonomi di negara tersebut sedang mengalami kelesuan.

Belakangan ini, dampak virus Corona bagi perekonomian disinyalir sangatlah besar sehingga mengancam timbulnya resesi di berbagai negara.

Bahkan, Presiden Jokowi juga sudah sempat menyinggung mengenai hal yang satu ini. Pasalnya, kini pertumbuhan ekonomi Indonesia sedang lesu dan mengalami penurunan di kuartal II.

Hal yang ditakutkan pun terjadi, mengutip Kompas.com, pada Kamis (5/11) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengonfirmasi bahwa RI mengalami resesi ekonomi usai pada kuartal III, produk domestik bruto (PDB) mencatatkan minus sebesar 3.49 persen.

Apa sebenarnya resesi ekonomi itu? Mengapa resesi ekonomi adalah hal yang perlu diperhatikan oleh setiap negara? Apa saja penyebab serta dampaknya bagi kehidupan kita?

Berikut ini penjelasan yang sudah Glints persiapkan untukmu.

Baca Juga: Ancaman Krisis karena Corona: Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui

Apa Itu Resesi Ekonomi?

© Pexels.com

Dilansir dari Investopedia, resesi ekonomi adalah istilah pada ekonomi makro yang mengacu pada penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi secara umum di suatu wilayah tertentu.

Saat penurunan ekonomi terjadi dalam dua kuartal berturut-turut, di mana PDB atau Produk Domestik Bruto menurun, suatu negara akan disebut sedang mengalami resesi ekonomi.

Menurut NBER (National Bureau of Economic Research), resesi ekonomi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang tersebar di seluruh bagian perekonomian dan berlangsung selama beberapa bulan.

Biasanya, hal itu juga terlihat dari penurunan PDB, jumlah pendapatan, lapangan kerja, produksi industri, hingga penjualan barang baik secara grosir atau ecer.

Lembaga non-profit tersebut juga dapat mengetahui kapan resesi di suatu negara dimulai dan berhenti.

Biasanya, NBER menggunakan keterampilan dan penilaian dari para komisionernya yang sudah ahli untuk menentukan apakah negara tersebut dalam resesi atau tidak.

Penilaian tersebut sangat penting untuk mengukur tahapan dari suatu siklus bisnis.

NBER juga pernah mengumumkan hasil riset yang mengetahui lamanya masa resesi.

Menurut data yang mereka himpun, resesi yang pernah terjadi di Amerika Serikat dari tahun 1945 sampai 2009 rata-rata berlangsung selama 11 bulan.

Baca Juga: Pahami 4 Cara Ini untuk Menyikapi PHK karena Corona

Apa Saja Penyebab Terjadinya Resesi?

© Pexels.com

Setelah mengetahui bahwa resesi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi suatu negara mengalami penurunan yang signifikan, kini kita cari tahu apa saja penyebabnya.

Menurut Forbes ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya resesi mulai dari adanya guncangan hebat yang tiba-tiba hingga dampak dari inflasi yang tidak terkendali.

Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.

1. Guncangan ekonomi yang tiba-tiba

Hal pertama yang menjadi penyebab munculnya resesi ekonomi adalah adanya guncangan ekonomi yang tiba-tiba sehingga menciptakan kesulitan keuangan yang serius.

Contoh nyata dari guncangan ekonomi yang tiba-tiba ini misalnya wabah akibat virus corona yang sekarang melanda dunia.

Beberapa negara langsung merasakan dampak pandemi corona pada ekonomi. Wabah yang satu ini telah membuat perekonomian negara memburuk dan menghadapi resesi.

2. Utang yang berlebihan

Saat seorang individu atau suatu bisnis mengambil terlalu banyak utang, biaya untuk melunasi utang tersebut dapat meningkat ke titik di mana mereka tidak lagi dapat membayar tagihannya.

Saat sudah tidak mampu membayar utang hingga akhirnya bangkrut, tentu saja hal itu dapat membuat perekonomian memburuk hingga bisa terjadi resesi.

3. Terlalu banyak inflasi

Inflasi merupakan tren harga yang stabil dan naik seiring waktu. Sebenarnya inflasi bukanlah hal yang buruk, tetapi inflasi yang berlebihan dapat menjadi sangat berbahaya.

Inflasi terlalu lama maka bisa menimbulkan resesi ekonomi. Itulah mengapa bank sentral harus bisa mengendalikan inflasi dengan menaikkan suku bunga untuk menekan kegiatan ekonomi.

4. Terlalu banyak deflasi

Selain inflasi, rupanya deflasi juga dapat menjadi penyebab timbulnya resesi ekonomi. Deflasi sendiri adalah ketika harga turun dalam suatu periode waktu sehingga menekan harga barang.

Saat deflasi tidak terkendali, bisnis dapat berhenti karena tidak ada orang yang memiliki daya beli meskipun harga sudah diturunkan. Hal ini jika dibiarkan bisa membuat resesi ekonomi.

5. Perubahan teknologi

Resesi ekonomi ternyata juga adalah hal yang dapat disebabkan oleh perubahan teknologi.

Penemuan teknologi terbaru dapat meningkatkan produktivitas dan membantu perekonomian dalam jangka panjang.

Akan tetapi, ada suatu periode penyesuaian pada penggunaan teknologi terbaru tersebut yang dapat berdampak pada ekonomi.

Hal itu pernah terjadi pada abad ke-19 lalu saat ada gelombang peningkatan teknologi yang membuat tenaga dari manusia menjadi tidak terlalu dibutuhkan.

Revolusi Industri membuat banyak sekali profesi yang dilakukan oleh manusia menjadi tidak diperlukan sehingga memicu resesi ekonomi dan menyebabkan masa yang sulit.

Forbes menyatakan bahwa saat ini sudah cukup banyak pakar ekonomi yang mengkhawatirkan bahwa AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan dan robot bisa menyebabkan resesi.

Pasalnya, hal itu bisa menghilangkan seluruh kategori pekerjaan yang membutuhkan tenaga manusia.

Dampak Resesi pada Kehidupan Kita

© Pexels.com

Resesi ekonomi adalah hal yang paling ditakuti oleh setiap negara karena memiliki dampak yang buruk bagi kemakmuran warganya.

The Balance menjelaskan bahwa resesi ekonomi memiliki dampak yang sangat negatif karena bisa menciptakan jumlah pengangguran meningkat karena banyak perusahaan yang jatuh bangkrut.

Saat pengangguran semakin banyak, tentunya juga akan ada penurunan pada daya beli masyarakat yang juga berimbas pada kemerosotan bisnis.

Selain itu, di masa resesi juga bisa menyebabkan banyak orang kehilangan rumahnya karena tidak lagi mampu membayar cicilan rumah.

Sementara itu, bagi fresh graduate yang baru lulus kuliah tentunya juga akan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang baik karena banyak perusahaan yang mengalami masa sulit.

Baca Juga: Seperti Apa Prediksi Ekonomi Setelah Virus Corona Berakhir?

Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa resesi ekonomi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi di suatu negara sedang mengalami kelesuan.

Hal itu menyebabkan banyak sekali kerugian mulai dari banyak PHK dan pengangguran serta perusahaan yang mengalami kebangkrutan.

Glints berharap penjelasan di atas memberikanmu wawasan mengenai resesi ekonomi dan bagaimana dampak langsungnya pada kehidupan kita.

Selain informasi seperti di atas, kamu juga bisa mendapatkan info dan tips menarik lain seputar pengembangan diri hingga dunia kerja hanya dengan langganan newsletter dari Glints.

Jangan ragu lagi, segera daftarkan akunmu sekarang juga dan dapatkan informasi paling update dan terpercaya dari Glints.

Sumber

    What Is a Recession?

    What Is a Recession?

    Guide to Economic Recession

    Indonesia Resmi Resesi, Ini yang Perlu Kita Tahu soal Resesi dan Dampaknya

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website glints.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”