Sudahkah BPJS Kesehatan Memproteksi Kanker Serviks?

ulinulin.com – Kanker Serviks, salah satu penyakit yang ditakuti kalangan wanita. Sudahkah Anda mendeteksi dini dan memproteksi diri Anda. Kali ini Finansialku akan membagikan informasi mengenai penyebab hingga dampak yang terjadi jika Anda terkena Kanker Serviks.

Rubrik Finansialku

Mengenal dan Deteksi Dini Kanker Serviks

Setiap wanita pasti punya ketakutan tersendiri mengenai kanker serviks, bukan hal yang asing ditelinga namun masih banyak para wanita yang tak acuh dengan penyakit tersebut. Faktanya masih banyak wanita yang belum sadar akan bahayanya kanker serviks, selain itu masih banyak wanita mungkin termasuk Anda tidak mengetahui gejala bahkan tidak mengetahui pencegahannya seperti apa. Artikel kali ini, akan menjabarkan mengenai penyebab, pencegahan, gejala, pengobatan kanker serviks, dampak atau efek yang dirasakan hingga biaya yang harus dikeluarkan jika terkena kanker serviks.

[Baca Juga: Ketahui 5 Biaya Kesehatan dan Olahraga yang Harus Selalu Disiapkan]

Kanker serviks adalah jenis kanker yang paling mematikan bagi wanita dan salah satu yang paling banyak di idap oleh para wanita. Kanker serviks dikenal juga kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling mematikan untuk wanita yang menyerang serviks.

Penyebab Kanker Serviks Karena Pencegahan Lebih Baik Daripada Mengobati

Kanker serviks dinyatakan sebagai penyakit pembunuh kedua wanita setelah Kanker Payudara. Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papillomavirus) yang terdapat di vagina. Berikut adalah beberapa penyebab kanker serviks menyerang tubuh Anda serta bagaimana pencegahannya:

Kebersihan

Hubungan Intim Hingga Gonta Ganti Pasangan

Pembersih Organ Intim

Rokok Aktif atau Rokok Pasif

Alkohol dan Narkotika

Junk Food, Fast Food vs Healthy Food

Selain mengubah kebiasaan Anda, cara pencegahan juga bisa dilakukan secara medis, seperti dua hal dibawah ini:

Tes Pap Smear

Vaksin Kanker Serviks (HPV)

Gejala Kanker Serviks

Bagi Anda yang belum mengetahui gejala-gejala kanker serviks, berikut ini merupakan gejala yang sering ditemui oleh penderitanya:

    Keputihan yang diwarnai dengan darah – Biasanya, pada saat keadaan normal, keputihan berwarna putih susu atau putih bening. Jika Anda mengalami keputihan disertai dengan darah, segera cek dan konsultasikan ke dokter spesialis.

    Nyeri saat berhubungan intim – Nyeri pada saat berhubungan intim mungkin bisa dianggap normal, namun jika nyeri secara berlebihan, mungkin itu tanda Anda mengidap kanker serviks. Anda jangan sepelekan hal ini, segera periksakan diri ke dokter spesialis.

    Penurunan berat badan & hilangnya nafsu makan – Jika Anda mengalami penurunan berat badan dan hilangnya nafsu makan secara tiba-tiba, ini bisa jadi suatu tanda Anda mengidap kanker serviks. Jika beberapa poin diatas sedang dialami. Penurunan berat badan dan hilangnya nafsu makan dapat disebabkan oleh sesuatu tertentu, misalnya Anda stres atau Anda sedang mengonsumsi obat-obatan yang berpengaruh pada pola makan Anda.

[Baca Juga: Moms, Ini Alasan Mengapa Asuransi Kesehatan Cashless Baik Untuk Keluarga Anda]
    Kelelahan yang berlebihan – Mungkin Anda sudah merasa cukup beristirahat, tapi Anda masih merasa kelelahan sepanjang waktu? Gejala ini harus Anda waspadai, karena bisa terjadi Anda mengidap kanker serviks.

    Pendarahan yang abnormal pada vagina – Wanita pada umumnya harus menyadari siklus menstruasi mereka. Pendarahan yang sering terjadi di luar masa menstruasi bukan hal yang wajar lagi, melainkan suatu hal yang abnormal. Hal ini merupakan suatu gejala kanker serviks. Anda harus segera periksakan diri ke dokter sebelum terlambat.

    Nyeri pada panggul – Nyeri panggul secara tiba-tiba, yang tidak berhubungan dengan menstruasi dan aktivitas lainnya, bisa jadi Anda mengidap kanker serviks. Jangan mengkonsumsi obat-obatan warung, lebih baik, Anda mengkonsultasikannya ke dokter.

    Gangguan pencernaan – Gangguan yang sering terjadi pada pengidap kanker serviks adalah gangguan pencernaan. Jika Anda mengalami sembelit kronis, ini suatu gejala kanker serviks.

Jika Anda mengalami gejala seperti yang telah dijabarkan diatas sebaiknya periksa kesehatan Anda sebelum terlambat.

Pengobatan dan Efek yang Terjadi Karena Kanker Serviks

Dalam mengobati kanker serviks tidak bisa begitu saja ditindak tergantung beberapa faktor sebelum ditangani, misalnya melihat stadium kanker, jenis kanker, usia pasien, keinginan untuk memiliki anak, kondisi medis lain yang sedang dihadapi, dan pilihan pengobatan yang diinginkan. Sebelum diambilnya keputusan, pasti pasien didampingi tim dokter spesialis, untuk menentukan pengobatan yang sesuai untuk pasien dan itu tidak mudah. Diambil dari laman Alodokter Berikut adalah beberapa pengobatan yang dilakukan jika terkena kanker serviks:

Operasi Pengangkatan Kanker Serviks

Ada tiga jenis operasi utama untuk kanker serviks.

Operasi Radical Trachelectomy

Operasi yang melibatkan pengangkatan rahim

Pelvic Exenteration

Penanganan Kanker Serviks dengan Radioterapi

Untuk penanganan kanker serviks stadium awal, radioterapi bisa dilakukan sendiri atau dikombinasikan dengan operasi. Sedangkan pada kanker serviks stadium akhir, radioterapi akan dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengendalikan pendarahan dan rasa nyeri.

Radioterapi bisa diberikan dengan dua cara yaitu:

    Eksternal. Mesin radioterapi akan menembakkan gelombang energi tinggi ke bagian panggul pasien untuk menghancurkan sel kanker.

    Internal. Implan radioaktif akan dimasukkan di dalam vagina dan leher rahim pasien.

Proses radioterapi biasanya berjalan sekitar satu sampai dua bulan. Meski begitu, radioterapi tidak hanya menghancurkan sel-sel kanker, terkadang, radioterapi juga menghancurkan jaringan yang sehat. Efek samping bisa bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan tahunan. Pada beberapa kasus, efek samping ini bisa bersifat permanen.

[Baca Juga: Daftar Operasi yang Ditanggung oleh BPJS Kesehatan]

Tapi, kebanyakan efek samping akan hilang dalam dua bulan setelah menyelesaikan pengobatan namun keuntungan dari Radioterapi sering kali lebih besar dari efek sampingnya, Berikut adalah efek samping dari radioterapi:

    Sakit saat buang air kecil.

    Pendarahan dari vagina dan rektum.

    Diare.

    Kelelahan

    Mual.

    Merusak kandung kemih dan usus sehingga kehilangan kontrol dalam membuang air besar dan kecil.

    Mempersempit vagina sehingga seks menjadi terasa sakit.

    Rasa perih pada kulit di daerah panggul.

    Kemandulan

    Merusak ovarium, berakibat pada menopause dini.

Sel telur bisa diangkat melalui operasi dari ovarium sebelum radioterapi, jika Anda mencemaskan soal kesuburan. Sel telur ini bisa ditanamkan kembali di rahim. Untuk mencegah menopause, ovarium bisa dipindahkan di luar.

Mengobati Kanker Serviks dengan Kemoterapi

Untuk mengobati kanker serviks, kemoterapi bisa digabung dengan radioterapi. Untuk kanker stadium akhir. Kemoterapi dilakukan untuk memperlambat penyebaran dan mengurangi gejala yang muncul. Pengobatan ini sering disebut sebagai Kemoterapi Paliatif.

[Baca Juga: Perhatikan Hal Ini Saat Memilih Asuransi Kesehatan untuk Lansia]

Kemoterapi memakai obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Berbeda dengan radioterapi atau operasi yang berdampak pada bagian tertentu saja, kemoterapi akan berdampak pada seluruh tubuh. Obat ini mengincar sel yang tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, terutama sel kanker. Tapi sel sehat yang berkembang biak dengan cepat juga bisa terpengaruh.

Kemoterapi bisa memakai satu obat khusus untuk membunuh sel kanker. Satu jenis obat ini biasanya disebut cisplatin. Tapi kombinasi obat-obatan kemoterapi juga bisa diterapkan. Pengobatan kemoterapi diberikan melalui infus pada pasien rawat jalan. Pasien diperbolehkan pulang setelah menerima pengobatan sesuai dosis.

Anda harus sering melakukan tes darah ketika menjalani pengobatan kemoterapi. Tes darah bertujuan untuk memeriksa kesehatan ginjal Anda, karena beberapa obat-obatan kemoterapi bisa merusak ginjal.

[Baca Juga: Quiz Sudah Cukupkah Asuransi Jiwa dan Kesehatan Anda?]

Pengobatan ini juga bisa merusak jaringan yang sehat. Efek samping yang paling sering terjadi adalah:

    Mengalami sariawan.

    Kehilangan selera makan.

    Merasakan kelelahan.

    Mual dan muntah.

    Rambut rontok: rambut bisa tumbuh kembali dalam waktu tiga sampai enam bulan setelah kemoterapi selesai. Tapi tidak semua kemoterapi menyebabkan rambut rontok.

    Jumlah sel darah merah berkurang: ini bisa mengakibatkan kelelahan dan sesak napas. Anda akan rentan terhadap infeksi karena kekurangan sel darah putih.

Berapa Biaya yang Harus Dikeluarkan?

Besarnya biaya pengobatan kanker serviks itu berbeda tergantung rumah sakit yang dirujuk dan pengobatan yang dijalani, pada laman salah satu rumah sakit kanker di Indonesia mencantumkan biaya pengobatan kanker serviks dari biaya yang dilihat pengobatan kanker serviks bisa memakan hingga ratusan juta, berikut adalah rincian biaya pengobatan kanker serviks:

Rincian biaya operasi kanker serviks

Rincian biaya kemoterapi

Dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk mengobati kanker serviks, apalagi bagi pasien yang memiliki kesulitan finansial, bahkan mungkin bagi Anda yang memiliki finansial yang baik pun akan berpikiran sama bahwa pengobatan kanker serviks membutuhkan biaya yang besar.

Gunakan Manfaat BPJS Kesehatan Dalam Mengobati dan Mendeteksi Dini Kanker Serviks

Saat ini khususnya bagi wanita, tidak perlu khawatir mengenai masalah biaya, dikutip dari laman kompas, Kepala Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi mengungkapkan, pengobatan kanker dibiayai BPJS Kesehatan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes). Standar pengobatan untuk kanker ditanggung oleh BPJS, seperti kemoterapi dan radioterapi.

[Baca Juga: Para Penderita Kanker Mendapatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan]

Selain itu, jika Anda ingin mendeteksi dini kanker serviks, Anda juga tidak usah takut mengeluarkan uang karena pemeriksaan Inspeksi Visual dengan menggunakan Asam Asetat (IVA) dan pap smear dijamin BPJS Kesehatan. Peserta hanya perlu menyambangi kantor BPJS Kesehatan terdekat untuk menanyakan fasilitas kesehatan (Faskes) yang memberikan pelayanan IVA dan pap smear. Setelah itu, peserta bisa langsung bertandang ke Faskes yang dipilih. Pemeriksaan IVA dan pap smear itu masuk dalam program promotif dan preventif JKN-KIS. Sejumlah lembaga bersinergi untuk mendorong kaum perempuan memanfaatkan fasilitas tersebut.

Asuransi Kesehatan dan Asuransi Penyakit Kritis (Critical Illness)

Selain menggunakan BPJS Kesehatan, Anda dapat mempertimbangkan membeli asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis (critical illness). Asuransi penyakit kritis adalah produk dari perusahaan asuransi yang memberikan manfaat uang tunai untuk pengobatan penyakit-penyakit kritis. Setiap perusahaan asuransi memiliki daftar penyakit kritis yang berbeda-beda (ada yang 30 penyakit, 60 penyakit hingga 100 penyakit).

    Tanyakan dengan detil mengenai daftar tersebut, misal apakah kanker serviks stadium 1 sudah termasuk penyakit kritis atau belum?

    Jangan mengasumsikan penyakit yang berat (menurut Anda) termasuk dalam penyakit kritis.

    Sebelum membeli produk asuransi penyakit kritis, pastikan Anda mengetahui perlindungan dan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi.

[Baca Juga: Apakah Saya Harus Beli Asuransi Penyakit Kritis (Critical Illness)?]

Luangkan waktu Anda untuk bertemu dengan agen asuransi dan dapatkan informasi mengenai perlindungan untuk diri Anda sendiri. Seperti yang Anda sudah ketahui dari informasi di atas, berapa dana yang harus dikeluarkan untuk mengobati penyakit kanker. Jangan sampai Anda menghancurkan keuangan keluarga, dengan menjual aset (rumah, kendaraan) untuk biaya berobat.

Bagaimana jika saya masih muda, apakah saya perlu asuransi penyakit kritis? Justru karena Anda masih muda, maka Anda sangat membutuhkan asuransi penyakit kritis. Penyakit kritis, seperti kanker serviks dapat melanda orang di segala usia. Salah satu keuntungan membeli asuransi penyakit kritis di usia muda adalah keuntungan dari segi premi yang harus dibayarkan.

Jadi, Apakah Kita Perlu Melindungi Diri dari Penyakit Kanker Serviks?

Ya jawabannya sangat perlu, kita perlu menjaga kesehatan tubuh kita agar terhindar dari penyakit kanker serviks. Anda dapat melakukan:

    Menjaga kebersihan.

    Jangan gonta ganti pasangan saat berhubungan intim.

    Pembersih organ intim.

    Usahakan terhindar sebagai perokok aktif (maupun perokok pasif).

    Hindari minum alkohol dan narkotika.

    Hindari makan junk food, fast food dan makan healthy food.

    Tes pap smear.

    Vaksin kanker serviks.

Selain itu lakukan proteksi dengan BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan serta asuransi penyakit kritis.

Semoga artikel diatas bermanfaat, waspadai kanker serviks dengan deteksi dini dan jaga kesehatan organ intim Anda, jangan lupa proteksi diri Anda. Jika ada pertanyaan ataupun opini silakan tuliskan dikolom komentar. Terima kasih

Sumber Referensi:

    Operasi Kanker Serviks: Dampak, Biaya, dan Efeknya. Faktakanker.com – https://goo.gl/gDYjY9

    Pemeriksaan IVA dan Papsmear Dijamin BPJS Kesehatan. BPJS-Kesehatan.com – https://goo.gl/Wyp87R

    Apakah Semua Pengobatan Kanker Ditanggung BPJS Kesehatan? Kompas.com – https://goo.gl/AQ4cMI

    Kanker Serviks. FaktaKanker.com – https://goo.gl/R1mZLi

    Pengobatan Kanker Serviks. Alodokter.com – https://goo.gl/ZbUuk7

    Seputar Tes Pap Smear. Ayahbunda.com – https://goo.gl/Z7G18f

    Ini Pentingnya Vaksin Kanker Serviks. Alodokter.com – https://goo.gl/4rgAVi

Sumber Gambar:

    Penyebab Kanker Serviks – https://goo.gl/IrYK5a

    Kanker Serviks – https://goo.gl/obu0oP dan https://goo.gl/f4vFZK

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website finansialku.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”