Tank Elefant, Bukti Porsche Pernah Gagal di Masa Perang Dunia

ulinulin.com – JAKARTA – Kalau kita berbicara mengenai kesuksesan Ferdinand Porsche dalam mengembangkan sebuah kendaraan pasti akan dimulai saat ia mengembangkan VW Beetle di era 1930an. Kendaraan tersebut merupakan salah satu batu loncatan Porsche dalam menciptakan kendaraan-kendaraan mutakhir yang kita kenal saat ini. Selain itu, pada masa Perang Dunia II, Ferdinand Porsche juga terlibat dalam pengembangan kendaraan perang seperti Panzer, VK4501 P dan Elefant.

Dari seluruh tank yang diciptakan oleh Porsche mungkin Elefant adalah salah satu kendaraan yang disebut paling gagal dalam masa perang dunia II. Elefant adalah tank berukuran besar yang memiliki berat 64.864 kg dengan kemampuan melaju di segala medan termasuk berjalan di dalam lautan. Di dalamnya tersimpan mesin diesel kembar dari Maybach yang mampu menghasilkan tenaga 592 hp. Selain itu Elefant juga dipersenjatai oleh sebuah selongsong meriam berukuran 88 mm yang menjulang ke depan beberapa kaki melewati badan tank.

Di atas kertas, Elefant memiliki kemampuan yang sangat mumpuni untuk berada di barisan depan medan perang dan melibas pertahanan lawan. Jendral tentara Jerman saat itu memiliki pemikiran bahwa kendaraan taktis seperti tank akan lebih ideal digunakan untuk melawan sekutu. Makanya, mulai dari kendaraan kecil seperti Panzer III, Tiger II hingga Jagdpanzer IV dijagokan untuk menjadi tameng Jerman melaju di medan perang. Kemudian Ferdinand Porsche ditantang untuk membuat sebuah kendaraan yang kuat bahkan lebih kuat dari yang pernah ada. Lahirnya Elefant yang sebelumnya dinamakan Ferdinand dan ditujukan untuk dapat menembus tank Soviet yang populer saat itu T-34.

Dalam pengembangannya, Ferdinand Porsche menggunakan basis dari Tiger I yang dikenal memiliki rancang bangun yang kokoh. Hal tersebut dilakukan karena Nazi terus mendorong produksi kendaraan perang dalam jumlah besar namun dengan biaya yang minim. Sementara desainnya, Ferdinand diarahkan untuk bersinergi dengan perusahaan otomotif asal Jerman, Henschel & Son.

Pada awal kelahirannya saat masih menggunakan nama Ferdinand, tank jumbo ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Wehrmacht (sebutan untuk tentara Nazi saat itu) hingga akhirnya para petinggi ingin membuktikan kemampuannya langsung di medan perang.

Seperti pada film-film Hollywood yang menceritakan peperangan antara tentara Jerman dan Rusia, tank tersebut masuk dalam barisan paling depan hingga mengular di sepanjang Kursk. Meski demikian, Uni Soviet memiliki taktik yang cerdik untuk melibas jajaran tank besar Jerman tersebut. Bahkan Marsekal Lapangan Soviet, Georgy Zhukov sudah mengetahui keberadaan Elefant yang dikenal memiliki kemampuan beringas tersebut.

Upaya Jerman untuk merebut wilayah Kursk ini digagalkan oleh Soviet dengan memisahkan pasukan tentara tersebut dari deretan tanknya. Setelah dipastikan ribuan tank anti peluru bersama 20 Elefant tersebut berhasil diisolasi, tentara Soviet membombardirnya dengan meriam dari T34 dan senjata penghancur tank lainnya. Hasilnya, Elefant yang digadang-gadang merupakan kendaraan terkuat di jagat tersebut hancur lebur di tangan Soviet. Beberapa di antaranya dihujani dengan bom molotov hingga tapaknya meleleh dan bodinya dibuat mengelupas.

Tentara Jerman gagal merebut Kursk dan kemampuan Elefant yang disebut sebagai pencapaian tertinggi tersebut tidak terbukti. Sejak saat itu, Elefant tidak lagi diturunkan dalam perang-perang strategis lainnya meskipun ia sempat terlibat di perebutan Italia dan Berlin pada 1945, sayangnya Elefant tidak dapat diandalkan.

Saat ini, hanya dua tank Elefant tersisa di dua negara berbeda salah satunya dipajang di Museum Tank Kubinka di luar Moskow dan sisanya menjadi bagian dari koleksi tank bersejarah United States Army Ordnance Training Support America di Fort Lee, Virginia. Ini merupakan bagian dari sejarah pengembangan Ferdinand Porsche di masa perang dunia II selain menciptakan kendaraan yang menjadi cikal bakal Cayenne, Taycan, dan 911.ALVANDO NOYA / WH

Sumber: Autoevolution

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website carvaganza.com. Situs https://ulinulin.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://ulinulin.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”